Selasa, 15 September 2009

Budaya Supraetnis

Task : Perkembangan budaya nasional Indonesia sebagai budaya modern yang supraetnis

Subject : Cultural Anthropology

Lecture : Mrs. Tutik Winarni


LATAR BELAKANG

Perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi dalam hampir semua aspek kehidupan ini

memerlukan suatu pemikiran yang menyeluruh mengenai budaya. Era kita sekarang ini,

yang lebih terkenal dengan sebutan era globalisasi, menurut salah satu pemahaman

telah menyatukan seluruh umat manusia dalam satu dunia (global village) dimana

tembok-tembok pemisah baik secara alami maupu buatan, mulai memudar berkat

bidang komunikasi dan transportasi. Implikasi semua perubahan yang terjadi dalam

era globalisasi sekarang ini terlihat dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada

setiap budaya bangsa yang terdapat di dunia ini. Dengan gambaran singkat tersebut

sebagai latar belakang pembicaraan kita tentang pengembangan budaya Indonesia,

kita akan mencoba mempelajari arah pengembangan budaya Indonesia berdasarkan

persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu bangsa yang mandiri dan

berdaulat dan juga persyaratan-persyaratan lain yang harus dipenuhinya agar ia dapat

mempertahankan eksistensinya. Persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan yang

berdimenasi ke dalam (intern bangsa) dan berdimensi ke luar (global).


IDENTIFIKASI MASALAH

Setelah merdeka selama 50 tahun lebih, sudah sejauh manakah kita mengembangkan

budaya bangsa kita yang berlandaskan pancasila dan bermuka Bhinneka Tunggal Ika

tersebut sehingga benar-benar dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa

Indonesia Budaya modern yang bagaimanakah yang harus dikembangkan agar bangsa

Indonesia dapat menjawab tantangan dan menggunakan peluang yang dibawa oleh Era

globalisasi dan juga dalam memasuki abad ke-21 yang sudah di ambang pintu tersebut

sehingga bangsa dapat mempertahankan eksistensinya sebagai bangsa yang unggul dan

jaya.


PERUMUSAN MASALAH

Bagaimana perkembangan budaya nasional Indonesia sebagai budaya modern yang

supraetnis?


TUJUAN PENULISAN

Untuk mengetahui bagaimana perkembangan budaya nasional Indonesia sebagai budaya

modern yang supraetnis



KERANGKA TEORITIS


Definisi Antropologi


Definisi Antropologi secara etimologis

Menurut etnologinya kata antropologi berasal dari kata yunani “Antropo” yang berarti

manusia dan “logy” atau “logos” berarti ilmu yang mempelajari tentang manusia


Definisi Antropologi secara konseptual

• William A. Haviland

Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang

bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang

lengkap tentang keanekaragaman manusia.


• David Hunter

Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang

umat manusia.


• Koentjaraningrat

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan

mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.


• Geertz

Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya

masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari

ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya

yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.


• Ralfh L Beals dan Harry Hoijen : 1954: 2

Antropologi adalah ilmu yang mempelajarai manusia dan semua apa yang dikerjakannya.


• Augusta Comte

Membicarakan Antropologi hanyalah berfikir tentang fosil-fosil. Memang pemikiran

yang demikian tidak selamanya salah karena mempelajari fosil merupakan suatu

cabang penelitian Antropologi. Arkheologi pada dasarnya berbeda dengan

Antropologi, di mana sesungguhnya arkheologi merupakan salah satu cabang

Antropologi.


• Darwin

Antropologi fisik berkembang pesat dengan melakukan penelitian-penelitian terhadap

asal mula dan perkembangan manusia. Manusia asalnya monyet, karena makhluk hidup

mengalami evolusi.Antropologi ingin membuktikan dengan melakukan berbagai

penelitian terhadap kera dan monyet di seluruh dunia.


Definisi Antropologi secara Operasional

Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman

fisik serta kebudayaan ( cara – cara berperilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai )

yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.


Budaya – budaya Etnis sebagai Latar Belakang Budaya Nasional.

Gambaran bangsa Indonesia adalaha bangsa yang terbentuk dari berbagai suku, ras,

bahasa, budaya, dan agama, yang tersebar di ribuan pulau. Kenyataan bahwa Indonesia

adalah bangsa yang pluralistik harus kita akui dan hormati. Dalam UUD 1945, ada

pernyataan bahwa kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha

budidaya rakyat Indonesia seluruhnya. Usaha kebudayaan harus mengarah kemajuan abad.

Walaupun ada beberapa kelompok yang belum bisa menerima pernyataan ”visi yang jauh

ke depan” seperti misalnya orang Batak, yang selalu melaksanakan adat Batak saat

upacara perkawinan.



Perkembangan budaya – budaya etnis ialah ketika peradaban budaya barat mulai masuk,

masih ada suku yang masih belum lepas dari zaman batu. Ada suku yang telah mengenal

tulisan dan sastra tulis, dan ada yang hanya mengenal bahasa lisan saja. Ada suku

yang telah menggunakan sistem perairan dalam bersawah, dan ada yang masih berpindah-

pindah. Bahkan, ada yang masih hidup dengan hasil berburu, dan meramu hasil – hasil

hutan.Dari keanekaragaman di atas, dapar dilihat adanya lapisan – lapisan yang

memberikan persamaan pada budaya – budaya itu.


Dalam kerangka mengembangkan budaya nasional yang supraetnis, kita hendaknya

bersikap adil dan arif. Dan perlu mempertimbangkan, apakah budaya – budaya yang

sudah jauh terbelakang masih harus dipertahankan? Karena balik lagi pada UUD 1945,

bahwa kebudayaan harus mengarah pada kemajuan abad.


Di masa Kita Sekarang...


Ditinjau dari berbagai aspek kehidupan, adalah satu kenyataan yantg tidak dapat

disangkal bahwa kehidupan bangsa Indonesia sudah jauh berbeda sejak proklamasi

sampai dengan Orde Baru sekarang ini. Di bidang ideologi misalnya, bangsa Indonesia

sudah sepakat bahwa satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara adalah Pancasila. Dengan kata lain, apa saja yang kita lakukan harus

selalu diukur dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila pancasila

tersebut. Itulah sebabnya kita menyatakan bahwa pembangunan yang kita laksanakan

adalah pengamalan pancasila. Pekerjaan dan tugas nasional yang saat ini harus kita

laksanakan adalah mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan pembangunan untuk

menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.


Budaya Sebagai Pemersatu Bangsa

Persatuan dan kesatuan adalah alat ketahanan nasional dan juga budaya peradaban

Bangsa Indonesia di antara budaya bangsa-bangsa lain dan bagaimana budaya Bangsa

Indonesia itu berinteraksi dengan budaya yang beranekaragam itu.


Ada 2 prespektif budaya yaitu :

• Prespektif ke dalam : menyangkut peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa

melalui pengembangan budaya yang bercorak nasional yang supraetnis.

• Prespektif ke luar : meningkatkan kemampuan budaya Indonesia yang modern

untuk menghadapi budaya-budaya lain serta tantangan-tantangan dan juga agar

dapat menggunakan peluang-peluang yang terdapat dalam era globalisasi demi

eksistensi bangsa Indonesia dan demi peningkatan kemakmuran dan k

kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Tujuan yang ingin dicapai dari persatuan dan kesatuan bangsa adalah

stabilitas yang merupakan salah satu persyaratan untuk menjalankan

pembangunan. Stabilitas yaitu : segi keamanan, politik, ekonomi, hukum,

sosial, budaya, dan lainnya.


Budaya Nasional yang supraetnis

Budaya atau kebudayaan adalah semua yang dilakukan manusia dalam suatu kelompok

untuk menciptakan kehidupan yang tujuan akhirnya memberikan kesejahteraan dan

kebahagiaan kepada setiap anggota kelompok yang bersangkutan.

Didalam budaya terdapat 2 aspek yaitu :

• Aspek material : mengacu pada benda kongkret yang dihasilkan masyarakat.

• Aspek nonmaterial : mengacu kepada ciptaan yang abstrak yang dihasilkan oleh

masyarakat : adat kebiasaan, hukum, ide, nilai-nilai, dan kepercayaan.


Menurut Koentjaraningrat, unsur-unsur yang selalu hadir dalam setiap kebudayaan

disebut semesta budaya. Semesta budaya terdiri dari :

1. Sistem religi dan keagamaan

2. sistem dan organisasi kemasyarakatan

3. Sistem pengetahuan

4. Bahasa

5. Sistem kesenian

6. Sistem mata pencaharian hidup

7. Sistem teknologi dan peralatan


Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan memperkokoh persatuan dan

kesatuan Indonesia sebagai satu bangsa adalah melalui budaya dengan memberi warna,

corak atau muatan kebangsaan / nasional kepada unsur-unsur tertentu dari budaya

etnis.


Contoh yang dapat dilakukan sebagai upaya tersebut adalah :

• Bidang sastra dan pertunjukan etnis

Wayang Jawa dan Sunda dapat disampaikan dalam bahasa Indonesia, sehingga

suku-suku lain dapat mengenal dan menikmatintya, dan akhirnya yang paling

penting adalah merasa memilikinya.


• Bidang seni tari

Bagong Kusudiharjo menciptakan kreasi baru yang berakar pada seni tari atau


budaya etnis Jawa dan hasil ciptaannya bahkan ada yang mendapat apresiasi

dunia internasional.


• Bidang seni musik

Nortir Simanungkalit memadukan serta menyesuaikan alat-alat musik gondang

Batak dengan alat-alat musik orkestra Barat untuk menyampaikan lagu-lagu

tradisional Batak. Angklung Sunda telah menyebar kedaerah-daerah lain.


Sastra adalah salah satu sarana untuk menciptakan budaya nasional.Sastra nasional

yang melingkupi bahasa indonesia berperan penting dalam menumbuhkan rasa persatuan

dan kesatuan,maka dari itu perlu disadari dan dimanfaatkan sebesar-besarnya.

Bahasa indonesia sebagai salah satu unsur budaya yang sangat penting,daya cakup dan

daya pemersatunya sangat kuat,apalagi dengan alat-alat komunikasi yang sangat

canggih sekarang ini.Selain menjadi alat semata,bahasa Indonesia dewasa ini telah

berhasil pula menjadi pendukung atau ciri identitas bangsa.Semakin banyak rakyat

indonesia yang berbahasa indonesia sebagai bahasa pertama atau bahasa ibu,terutama

yang berdiam di kota-kota yang menjadi pusat pemerintahan,politik,perdagangan,dan

budaya.Pemakainya demikian bertumpang tindih dengan lapisan menengah dan bahkan

kelompok elit masyarakat indonesia yang semakin bertumbuh dan yang di masa-masa

mendatang semakin besar pengaruhnya dalam menentukan corak kehidupan dan budaya

indonesia yang diharapkan sanggup memberikan respons terhadap tuntutan masa depan

tersebut.

Jika diperhatikan dengan cermat,maka akan terlihat bahwa unsur-unsur budaya yang

telah terintegrasi dalam budaya indonesia yang sekarang berasal dari budaya

lain.Bahkan dalam banyak aspek kehidupan,kita hanya pemasok dan konsumen saja dari

produk-produk budaya asing.Pengambilalihan unsur-unsur budaya asng tersebut kita

lakukan secara sadar dan sengaja demi menciptakan budaya modern indonesia dan demi

mempertahankan eksistensi kita sebagai satuan kultural dan bangsa.Akhirnya

terciptalah budaya indonesia yang bercorak nasional dan juga becorak supraetnis

tanpa ada maksud untuk mendegradasi budaya etnis dan menundukkannya kepada budaya

nasional yang supraetnis itu.Sudah memang hakikat budaya bahwa dia akan selalu

berubah dan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.Sudah hakikat budaya pula bahwa

jika dia mengisolasi diri,maka dia tidak akan bisa berkembang.


Komunitas baru bagi bangsa indonesia berarti masyarakat indonesia secara keseluruhan

yang memperlakukan setiap warga negara RI sama tanpa membeda-bedakan latar

belakang,bahasa,ras,suku,dan agama.Setiap warga negara akan merasa “di

rumah’sendiri”dalam masyarakat yang demikian.Masyarakat indonesia yang berbudaya

nasional yang supraetnis itu adalah masyarakat pancasila bukan masyarakat yang

berlandaskan paham-paham yang lain.

Karena menjadi orang indonesia,kita harus siap untuk mengakomodasikan dan

mengintegrasikan dalam diri kita konsep-konsep kehidupan modern karena budaya

nasional indonesia yang supraetnis yang sedang kita kembangkan itu banyak bertumpu

pada konsep-konsep kemodernan



Budaya Modern Nasional yang supraetnis

Sekarang ada baiknya kita menyinggung walaupun sepintas pengertian kemodernan dalam

budaya. Budaya Modern, menurut Sultan Takdir Alisjahbana, adalah budaya yang

progresif dan dikuasai oleh ilmu dan teknologi. STA mengingatkan bahwa kita harus

mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya modern. Karena jika kita tidak

mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya moden dan tetap saja berpegang pada

budaya tradisional Indonesia, yaitu budaya yang disebutnya budaya ekspresif itu,

maka bangsa Indonesia akan dikalahkan oleh bangsa-bangsa lain yang lebih modern.

Selanjutnya ia juga mengingatkan untuk kita tidak berpuas diri dengan budaya

tradisional kita.


Koentjaraningrat, pakar antropologi dan budaya, melihat banyak hal dalam budaya

tradisional Indonesia (termasuk budaya etnis tentunya) yang dapat menghambat

pembentukan nilai-nilai budaya modern Indonesia.


Dalam pembahasan kelemahan mentalitas bangsa Indonesia dikemukakan bahwa bangsa

Indonesia memiliki :

1. Nilai budaya yang tidak berorientasi terhadap hasil karya manusia sendiri

2. Orientasi terlalu ke arah ke zaman lampau, sehingga akan melemahkan

kemampuan seseorang untuk melihat ke masa depan

3. Kecenderungan yang terlampau banyak menggantungkan diri pada nasib

4. Kecenderungan untuk menilai tinggi konsep sama-rata-sama-rasa

Cara untuk menghadapi budaya yang lebih unggul merupakan respon yang positif

dan konstruktif menurut Toynbee. Bahwa kesadaran serta keinginan kita untuk

mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya modern, dalam arti bahwa dalam

budya tradisional atau asli Indonesaia perlu diadakan perubahan-perubahan,

baik dalam nilai, mentalitas, maupun yang lain-lain, merupakan bagian dari

semacam aksioma bahwa budaya harus berubah dan perubahan itu juga sulit

ditentang.


Dalam perubahan budaya, ada yang akan tetap bertahan atau sama berubah, seperti

syaraf kita dan hasil seni. Di zaman era globalisasi seperti sekarang ini, budaya

Indonesia perlu dikembangkan sehingga unsur ipteknya juga di tingkatkan. Agar dapat

terwujud, masayarakat Indonesia harus sadar iptek. Sadar iptek adalah sadar bahwa

iptek itu :

1. Tanggam-budaya (sarat-budaya)

Terkait dengan nilai-nilai budaya tertentu dan oleh karena itu teknologi

tidak dapat di ambil ahli begitu saja dari suatu budaya dan diterapkan di

dalam budaya lain yang nilai-nilai nya jauh berbeda.

2. Dialektik

Iptek adalah berkat bersyarat, dengan kata lain selalu ada cost yang harus

dibayar.


3. Ada yang bersifat transaintifik

Efek-efek penerapan teknologi tertentu tidak dapat diperhitungkan sebelumnya

secara saintifik karena pengetahuan manusia di bidang sains belum mampu

melihatnya (di luar kemampuan ilmu).



Bangsa Indonesia akan menguasai, menggunakan dan menguasai iptek. Bangsa Indonesia

tidak akan seperti Gandhi yang mengganggap iptek barat adalah alat untuk mewujudkan

dorongan untuk memuaskan keinginan konsumtif yang berlebihan. Ia juga menganjurkan

untuk menghilangkan industri sama sekali karena industri jahat.

Bangsa Indonesia telah merumuskan fungsi iptek sehingga dapat mengangkal dampak

negative nya. Iptek merupakan hasil akhir dari suatu proses yang panjang dan agar

dapat menjadikannya bagian dari budaya dan kehidupan kita sehari-hari, maka kita

memerlukan perubahan nilai dan perilaku. Berikut adalah seperangkat sikap dan nilai

yang lebih sesuai dengan kehidupan modern, yaitu :

1. Terbuka terhadap inovasi dan perubahan

2. Menumbuhkan perhatian pada masalah-masalah di luar diri kita sendiri dan

dengan demikian tumbuh sikap yang lebih demokratis.

3. Lebih berorientasi terhadap masa depan daripada masa lampau.

4. Mengahargai perencanan dan menjalankan kehidupan berdasarkan rencana yang

dibuat.

5. Menggunakan potensi lingkungan secara arif dan tepat sehingga menjamin

pembangunan berkelanjutan.

6. Mengandalkan perhitungan sehinga tidak tergantung nasib.

7. Menghargai martabat manusia (menjamin HAM dan keadilan).

8. Dapat melihat kegunaaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

9. Menghargai pekerjaan sesuai dengan prestasi.


Daftar diatas hanyalah beberapa, karena selain nilai-nilai yang terdapat di atas,

masih banyak nilai-nilai yang lain yang diperlukan untuk menjalani kehidupan modern


Contoh Penerapan 7 Unsur Kebudayaan terhadap Kebudayaan suku Bgu

Bahasa

Bahasa yang digunakan merupakan bahasa tipe Melanisia, Non Austronesia. Bahasa-

bahasa lokal Irian


Sistem Organisasi / Kekerabatan

Sistem Penamaan mengikuti penamaan ala Eropa, yakni mengikuti nama keluarga ayah

Sistem Patrilinear

Sistem Virilokal, mewajibkan pengantin baru untuk tinggal di sekitar pusat kediaman

keluarga suami

Jika menikah suku Bgu memiliki syarat penting bahwa mereka harus mengumpulkan mas

kawin (krae). Krae terdiri atas rangkaian kerang dengan hiasan kerang besar bundar

(sebkos), rangkaian gigi anjing yang disebut kdarf, ikat pinggang dari manik disebut

bitem, dan tali kulit kayu disebut weimoki. Dan kadang-kadang ditambah uang.


Sistem Mata Pencaharian

Menanam, memanen dan meramu sagu

Berburu binatang seperti babi, kangguru, ular, kadal, kelelawar

Mencari binatang laut, seperti ikan, udang, kura-kura dan lain lain

Berkebun, pohon nangka, pisang dan kelapa


Sistem Religi

Secara resmi beragama kristen, namun ada berbagai kepercayaan dunia gaib


Sistem Teknologi

Penggunaan motor tempel kepada sampan-sampan yang membawa kopra (berton-ton) ke

tempat yang dapat dilabuhi oleh kapal besar.


Kesenian

Berkembangnya kepercayaan animisme dan dinamisme sangat mempengaruhi seni rupa. Hal

tersebut terlihat dari :

• Patung-patung dan motif ukiran yang dipahatkan berhubungan dengan pemujaan

terhadap roh nenek moyang

• Seni bangunan sebagai rumah tempat tinggal

Ex : rumbekwan, rumsram, sarmu, toro


Sistem Pengetahuan

Taraf pendidikan terlampau rendah

FX Widianto

Task : Profile FX Widianto sebagai Entrepreneur & Review Field Trip

Subject : Entrepreneurship Projects

Lecture : Mrs. Rini Sanyoto


FX Widayanto , tanpanya mungkin dunia keramik akan tenggelam. Dunia keramik patut

berbangga mempunyai seorang seniman yang berbakat . Seniman yang bisa hidup dari

seni keramik yang amat sedikit peminatnya. Terbukti pada tahun 1974 ketika beliau

memperdalam seni keramik di ITB hanya ada 2 mahasiswa. Pada saat itu kedua orang

tua nya pesimis akan impian seni keramik yangdimiliki maestro keramik itu.

Karenapada zaman itu profesi sebagai seorang insinyur, dokter, dan berbagai profesi

di bidang ilmiah sangatlah diminati. Tapi akhirnya ia bisa membuktikan kepada

orang tuanya dan kepada semua orang bahwa ia bisa sukses, Kesuksesannya dapat

dilihat dari hasil jerih payahnya menciptakan keramik dan menjadikan itu sebagai

bisnis art. Kesulitannya dalam bisnis ini adalah anak-anak buah beliau yang

meninggalkannya dan membangun bisnis sendiri yang kemudidan menjadi head

competitor,dan yang menjadi puncak kesulitan adalah management baik dari segi produk

dan staff control. Ketekunan menjadi nilai yang melandasi kesuksesan beliau. Selain

itu dalam menjalani dan mengembangkan itu beliau juga memiliki sifat seperti gigih,

tidak mudah putus aja, kreatif, dan punya mimpi yang fokus dan terarah, percaya diri

dan harus tiga langkah didepan. Tujuan beliau selain berbisnis adalah dapat berkarya

sambil melayani dimana beliau ingin mengajarkan dan menerapkan keramik dari dini

supaya seni keramik itu tidak terkikis dan hilang.


FieldTrip yang telah dilaksanakan pada 17 Januari 2009 kemarin merupakan salah satu

event yang berkesan karena meliputi berbagi aspek, fun, challenging dan

kebersamaan. Venue yang digunakan juga memiliki suasana dan view yang jarang

ditemukan di Jakarta. Dengan pengalaman yang saya dapatkanini saya akan

mempromosikan kepada orang lain.


Saran

• Konsumsi yang diberikan kepada para visitor kurang memadai dan sesuai

harapan (Ex: Nasi cukup keras) tetapi Snack (Brownies) sangat enak.

• Kurang atraktif maka masing-masing kelas kurang membaur (berkelompok)

• Waktu pembuatan keramik (Clay) hanya sebentar (1 Jam)

• Acara kurang bervariatif hanya games dan fun with clay

Bagus Jati

Task : Persuasive people !

Subject : Communication Persuasion

Lecture : Mr. Rafael Jolongbayan


Siapa sih yang tidak kenal Bali? Pulau Dewata itu memang surga, terutama bagi mereka

yang mencintai pantai dan laut. Sanur, Kuta, Seminyak, Jimbaran, dan Lovina sudah

terkenal sebagai surga wisata di seluruh dunia. Tapi ternyata surga Bali tak hanya

pantai. Masih banyak harta karun pariwisata yang masih belum dikenal. Bahkan

tersembunyi dibalik hutan.


Dari sejumlah informasi, tempat yang akan dikunjungi itu terletak di sebuah desa

terpencil di kawasan Ubud, Gianyar. Setelah melalui kawasan Tegallang, Ubud kami

tiba di pertigaan Desa Sebatu, yang kalau terus lurus ke arah Kintamani. Kami pun

belok kiri. Tubuh pun terguncang oleh jalan yang mulai bergelombang. Minibus yang

kami tumpangi perlahan menjelajah jalan kecil berkelok, naik dan turun. Di kanan dan

kiri pepohonan nan rimbun dari hutan tropis mulai mengawal perjalanan. Aroma rumput

segar, jerit jangkrik dan monyet membangkitkan gairah untuk mencapai tempat itu.

Sesekali kita pun bertemu dengan sapi yang dilepas oleh penduduk untuk mencari makan

sendiri. Sekitar setengah jam, mini bus yang kami tumpangi kemudian berhenti.

Dihadapan kami terhampar sebuah lembah yang dikelilingi perbukitan rimbun. Di areal

itu berdiri Bagus Jati Resort. Tempat itu berada di ketinggian sekitar 700 meter di

atas permukaan laut dan berjarak sekitar 75 kilometer dari bandara. Matahari berada

di puncak langit ketika kami tiba di sana. Namun hawa sejuk bersuhu 18-25 derajat

Celsius pelan-pelan menyelusup menyejuki kami.

Di depan kami berdiri sebuah bangunan berbentuk bundar dan beratap

rumbia. Sebagian besar bangunannya dibiarkan terbuka tanpa dinding.

Arsitektur khas rumah pedesaan di Bali yang berkonsep cakra. Ada

sembilan bangunan semacam itu di atas lahan seluas lima hektare. Semua

dilengkapi dengan fasilitas modern termasuk pusat perawatan tubuh yang

tersedia pada villa khusus untuk spa, jacuzzi, dan lulur. Selain itu

juga ada kolam renang dan bangunan tempat yoga dan meditasi.

Semua ditempatkan di lokasi yang berdekatan langsung dengan alam.

Seperti kolam renang yang tak jauh dari air terjun, menimbulkan kesan

tempat mandi bidadari seperti dalam dongeng dan lukisan. Sedang tempat

yoga dan meditasi dikelilingi hutan yang cukup rimbun. Dari semua itu

yang mem- buat takjub adalah pemandangan pegunungan hutan tropis yang

membentang di depan mata. Begitu misterius, begitu eksotis. Persis

lukisan. Sambutan selamat datang dari Diah Permana, direktur pemasaran

resor itu menyadarkan bahwa semua itu nyata.

Bagus Jati yang menawarkan konsep health dan well being retreat menjadi

alternatif tujuan wisata yang menarik. Selain pantai, Bali ternyata

menyimpan surga di antara pegunungan, ngarai, dan hutan yang masih

perawan.


Bagus Jati
Br. Jati, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang P.O.Box 4 - Ubud Gianyar - Bali 80572 - Indonesia.


General Information

According to ancient Hindu writings "Jati was where the first Hindu priest and

sacred white buffalo arrived in Bali from Java". Since this time Jati is revered as

a sacred place safe from the outside world.

Bali's premier Health and Wellbeing Spa Retreat, Bagus Jati, is set in 5 hectares of

hillside gardens amongst lush tropical forests in the mountains of Ubud, Bali. 8

circular deluxe spa villas, each with private spa facilities, 10 square superior

villas with wide windows and western comfort, plus a complete health and wellbeing

centre, organic gardens and gourmet restaurant, offer the guest the true spirit and

grace of Asian inspired traditional healing.

Created with a vision to bring health and vitality into the lives of people around

the world, who need to take time away from the everyday stress of daily life, to

learn a better way of life through “lifestyle training”.

Bagus Jati offers guests a global palate of world class health and wellbeing

programs, covering: nutrition, Detox, Pilate's, Yoga, stress relief, Antiaging

programs, nature trekking and healthy cooking workshops.

Each of the 8 exquisitely furnished spa villas is equipped with private jacuzzi and

spa treatment facilities. From within their private sanctuary, guests can enjoy

uninterrupted views of mountains, valleys and lush tropical flora and fauna.

The earth here blossoms with indigenous fruits of papaya, bananas, coconuts and

mangoes as well as organic vegetables and herbs, many of which are used in our spa

treatments for medicinal healing as well as for our freshly prepared spa cuisine.

Bagus Jati celebrates the arrival of a global fusion in natural beauty and wellness

inviting guests to indulge in our wellspring of inspiration.

Villas

Set in 5 hectares of hillside gardens amongst lush tropical forests in the mountains

of Ubud, Bali, Bagus Jati with 8 Deluxe Spa Villas and 10 Superior Villas offers the

true spirit and grace of Asian inspired traditional healing.


Each of the 8 luxury spa villas is equipped with private jacuzzi and spa treatment

facilities. Fom within each villa guests can enjoy uninterrupted views of mountains,

valleys and lush tropical flora and fauna.

This facility was master planned in a circular style, based upon early primitive

village dwellings and the chakra principle concerning energy flow. Our executive

chef upon request will prepare breakfast on the balcony or a romantic dinner for two.

Guests can relax here in absolute privacy knowing that no one will be knocking at

your door, unless of course its room service.


Facilities

Rest in your villa with in-room dining or meander through the beautiful gardens to

the elegant evening restaurant with sumptuous leather and teak furnishings and a

central open fireplace to warm those cool mountain evenings.

Overlooking our spring water pool are deluxe tropical spa pavilions and secluded

water gardens.

A fully equipped fitness center with cardiovascular machines, aerobics, weight

training for general fitness assessment.

Our Yoga and Meditation pavilion is an inspirational space, built with a sprung

timber floor the circular structure stands within giant bamboo forest. Guests can

listen to the soothing sounds of the waterfall below as they experience the benefits

of contemplation and physical renewal through yoga.

Spa and massage rituals are available from Ayurveda, to traditional Javanese flower

baths along with hydrotherapy treatments, Vichy Showers, Herbal Steam, Mud Wraps and

marine theme treatments.

Yogyakarta

Task : Yogyakarta

Subject : Communication Science

Lecture : Ms. Falina


Yogyakarta (which is often spelled and called in different ways such as Jogjakarta,

Yogya, or Jogja for short) is Indonesia in miniature. When visitors come to inhale

the air of Yogyakarta, they feel like they have lived. Yogyakarta has been best

described as a "Never Ending Asia", "Java's cultural heart", the "soul city of

Java", or "planted in the fertile heartland of Central Java, (it is) the cradle of

great Javanese empires... the capital of ancient kingdoms, medieval empires and

modern revolution and an engaging melange of style and moods."

Whatever Yogyakarta is, or aims to be, this fascinating city with its surrounding

jungles, rice fields and mountains lies in the heart of Indonesia's most important

ancient empires. In Yogyakarta itself you can visit the impressive Sultan's Palace

(the Kraton) under the watchful, but friendly eyes, of a hundred palace guards in

their traditional and distinctive uniforms .You can tour its bustling markets and

avenues and purchase arts and crafts created by Java's finest craftsmen and

painters. Once you've seen enough of modern Java, you can then head for the

countryside and marvel at some of ancient Asia's grandest wonder - the great 8th to

10th century Hindu and Buddhist temples of Prambanan, Borobudur and their subsidiary

candi (temple) and shrines that dot the Javanese countryside.

Yogyakarta is a place where nothing is learned until it is experienced.

Yogyakarta is located in south-central Java. It is surrounded by the province of

Central Java (Jawa Tengah) and the Indian Ocean in the south. The city is located at

7°47′S, 110°22′E.

The population of DIY in 2003 was approximately 3,000,000. The province of

Yogyakarta has a total area of 3,185.80 km². Yogyakarta has the second-smallest area

of the provinces in Indonesia, after the Jakarta Capital Region. However it has,

along with adjacent areas in Central Java, some of the highest population densities

of Java.

Yogyakarta Special Region is geographically located almost equidistant from

Indonesia's two most important international gateways, about 600 kms from Jakarta

and 1000 kms from Bali.


The History of Yogyakarta

Yogyakarta was founded in 1755 and was the capital of Mataram kingdom when the Dutch

came along. The Dutch granted the kings by title Sultan of Yogyakarta territory.

Yogyakarta was also the scene of Indonesia's most successful rebellions against the

Dutch - firstly with Prince Diponegoro who waged a holy war against colonial rule

from 1825 to 1830, and also serving as the capital of the newly independent republic

after World War II when the Dutch reoccupied Batavia (Jakarta).

People have lived in Central Java and Yogyakarta area since immemorial time as over

the centuries they have been attracted by the rich soil caused by the numerous

volcanic eruptions. The earliest recorded history dares from the 9th century and was

dominated by Hindu and Buddhist kingdoms that gave rise to the magnificent temples

such as Prambanan, Ratu Boko, Kalasan, Sambisari and Borobudur found in this area.

Yogyakarta itself dates back to the 18th century. In the early 18th century,

Pakubuwono II ruled the Muslim Mataram Kingdom of the time. After he passed away,

there was a conflict between his son and his brother, which was encouraged by the

Dutch who were trying to colonize the region on a 'divide and rule' basis.

The Kingdom was divided into two regions namely Surakarta Hadiningrat kingdom under

Sunan Pakubuwono III rule, and Nyayogyakarta Hadiningrat kingdom under Sultan

Hamengku Buwono I rule. He was the founder of the present line of Sultans who still

live in the Kraton and play important role in Javanese culture. The second kingdom

was later called Yogyakarta, now better known as Yogyakarta.

After the independence of the Republic of Indonesia was proclaimed, Sri Sultan

Hamengkubuwono IX and Sri Paku Alam VIII launched a statement that the Kasultanan

and Kadipaten (the two royal regions), belonged to Republic of Indonesia as a part

of the whole area of Indonesia Republic. Since then, it has been known as Yogyakarta

Special Region and was given a provincial status in 1950 in recognition of its

important role in it fighting for the independence. CULTURE IN JOGYA

As the former capital and the center of several kingdoms in the past, Yogyakarta and

its people are very rich in its cultural heritage. Civilization, art and culture had

developed respectively in the era of the ancient Mataram Kingdom (17th - 18th

century), and the Sultanate Ngayogyakarto from the mid of 18th century up to today.

It should be noted that cultural heritage from the past includes the magnificent

temples, the ruins of palaces and monasteries, various kind of traditions, cultural

events, traditional folk , performing arts, architecture and other traditional

activities.


It is important to note that this is all part of the living culture of Yogyakarta

and color of daily activities of live and behavior of the local inhabitants,

particularly the Javanese community with its traditional way of life and customs.

Therefore, because of its culture richness and heritage, Yogyakarta has long been

known as the cradle of Javanese culture.


While much of Indonesia has its eyes on the future, Yogyakarta is one place where

the past exists alongside the modern. Those seeking to visit exotic and soulful Java

will find what they have been dreaming about in Yogyakarta. While Indonesia’s

capital Jakarta has an Old District which lies in a state of disrepair, Yogyakarta

has many historical buildings and monuments that have maintained their former glory.


The city of Yogyakatra is not large, but it is bustling. It is easy to get around as

a tourist, although you will be hassled by rickshaw and moto drivers who are trying

to pick up a fare.

It is worth noting that Yogyakarta has special status as an autonomous region in

Indonesia. Shoppers are able to find all sorts of good, especially antiques and

handcrafts. Aside from well-made silver and leather products, Malioboro Mall, among

others, offers modern shopping comforts.

The area around the park eastward to the city quarters called "Kampung Segaran" was

once full of water. This place is now called Suryoputran.Segaran is a Javanese word

means a man-made ocean or an artificial sea. Every time the Sultan visited the park,

he went there by rowing a private canoe through the suspension bridge called "Kreteg

Gantung" which lay in front of the Palace gate, southward or northward of

Kemandungan. The remained building that was once connected by the suspension bridge

can still be seen nowadays. Besides water transportation, there was also an

underground passage or alley from the Sultan Palace leading to one of the park

buildings which called Pasarean Ledok Sari.

One part of the place was called Pulau Kenanga because in the front yard of the

building grown Kenanga trees (Canangium Odoratum). The flowers spread out the sweet

fragrance through all parts of the park. The lofty buildings such as the pond were

built especially for the Sultan and his family. Recent restoration has been done on

the underground passage leading to the west area, the bulwark that is encircled the

area of the Palace, and another path, which lead southward to a small village,

called Krapyak

Prambanan Temple built in the 10th century, this is the largest temple compound

dedicated to Shiva in Indonesia. Rising above the centre of the last of these

concentric squares are three temples decorated with reliefs illustrating the epic of

the Ramayana, dedicated to the three great Hindu divinities (Shiva, Vishnu and

Brahma) and three temples dedicated to the animals who serve them.


Prambanan temple is located some 17 km from Yogyakarta.located in country side

karang asem and sub-district bokoharjo, district of prambanan, kabupaten sleman.

Tourists can't miss the temple because it is only 100 meters off the main street.

Sanjaya Dynasty built this 47 meters high Hindu temple in the 10th century. It

consists of three courtyards. The main temple is located in the inner courtyard and

surrounded by several small temples called "Perwara". Local chieftains contributed

some of these as a tribute of their acceptance to the king.


Entering the main temple from the north, one will find a statue of a very beautiful

princess, Roro Jonggrang. According to the legend, Roro Jonggrang was the daughter

of King Boko, which was cursed into a statue. The legend also says that a young

powerful man named Bandung Bondowoso wanted to marry Roro Jonggrang. Since she

doesn't love him, Roro Jonggrang tried to avoid the marriage by asking Bandung

Bondowoso a present. She would only marry him if Bandung were really a powerful man.

To prove the power Bandung was asked to build a thousand temples in one night.

Having supernatural power, Bandung has almost successfully finished his task, but

Roro Jonggrang prevents this excellent achievement. Jonggrang asked the maidens of

the east village of the temples to burn the hay and pound the rice in order to cause

the situation like dawn time for sunrise.

Another rich Indonesian tradition on display in Yogyakarta is music. Gamalan is the

twangy Indonesian folk music. It accompanies performances like Wayang (shadow puppet

theater) or Ramayana Ballet. The puppet theater is shown in the Kraton on most days

and is very popular with children. The Ramayana Ballet is performed at Prambanan

part of the year.



Yogya Culinary

Gudeg (Gudheg in Javanese) is traditional food from Yogyakarta and central Java.

It’s ingredients consist of young jackfruit cooked with cocont milk, spiced with

kluwek. The brown colour came from jati leaf. Gudeg is eaten with rice and served

with thick coconut milk soup (areh), quarter chicken, egg, tofu and kreck, fried

chilli sauce.


Yogya Culinary : Not Only Gudeg !!

For you who love to eat, it doesn’t feel right if you haven’t try all of yogya

culinarys which are very both taste and price. Before you try, there’s nothing wrong

if you checked our reference first.

Ussualy, tourism had a rough time if they ate any food in Yogya because the overall

food taste in Yogya is sweet. There are many food in yogya that’s not sweet at all

or have only a little sweet flavor on it, the example is Brongkos Rice. Located in

Jl. Gading no. 2 there is foodseller named Brongkos that have exist since 70’s.

Brongkos consist of thollo nut (like greenpeal but red coloured), white tofum and

beef meat (totolan) cooked with various spice (one of them, is kluwek) until the

vegetable colour turned to dark black. It tasted deliciously oily and not sweet at

all. The addition is chicken/ beef bacem or chicken egg. One serving of brongkos

with tofu, egg and rice is about Rp. 3000,- . Very affordable for a legendary taste

in Yogya.


Lenthok Soup, is serving of chicken gravy soup garnished with cabbage and tomato

slice, bean sprout, green onion, etc. The special thing is, inside every soup is

added a slice of lenthok. The taste ? prove it yourself ! Fresh, delicious oily,

and no sweet taste at all.

Unique Satays, Have you ever taste beef satay Eaten with slice of lontong served

with green lombok vegetable? If not and you are curioys about the taste, try to go

to the alun-alun Kota Gede. They say that this satay originally sold by Mr. Karyo

Semito around 1948 by go around car one serving of satay is only about Rp.14.000,-.

Another unique satay from Yogya culinary is Jaran Satay and Tongseng Kopyok. Jaran

satay is another name from horse (meat) satay. While tongseng kopyok is a tongseng

that served with mixture of various spices and shaked egg. You can choose the meat

from chicken, beef, even rabbit. Or Klathak Satay, a huge size of goat satay, that

is cooked only with salt and burned.

Yogyakarta is where to go if you want to see Indonesia’s history up close and in

full color!

Pertahanan dan Keamanan

Task : Pertahanan dan Keamanan Negara

Subject : National Heroism

Lecture : Mr. Ridwan Effendi


LANDASAN TEORI


Undang-Undang Dasar 1945 Bab XII berjudul Pertahanan dan Keamanan Negara". Dalam bab

itu, Pasal 30 Ayat (1) menyebut tentang hak dan kewajiban

tiap warga negara ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Ayat (2)

menyebut "usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem

pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan

Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai

kekuatan pendukung". Ayat (3) menyebut tugas TNI sebagai "mempertahankan,

melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara". Ayat (4) menyebut tugas

Polri sebagai "melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum".

Ayat (5) menggariskan, susunan dan kedudukan, hubungan kewenangan TNI dan Polri

dalam menjalankan tugas, serta hal-hal lain yang terkait dengan pertahanan dan

keamanan, diatur dengan undang-undang (UU).


Dari pembacaan Pasal 30 secara utuh dapat disimpulkan, meski TNI dan Polri berbeda

dalam struktur organisasi, namun dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing

keduanya bekerja sama dan saling mendukung dalam suatu "sistem pertahanan dan

keamanan rakyat semesta". Pengaturan tentang sinkronisasi tugas pertahanan negara

(hanneg) dan keamanan negara (kamneg) itulah yang seyogianya ditata ulang melalui

undang-undang yang membangun adanya "ke-sistem-an" yang baik dan benar.


Marilah kita baca dengan saksama Bab XII Pasal 30 UUD 1945. Marilah kita

gelar wacana tentang makna Pasal 30 serta ayat-ayat yang terkandung di dalamnya

secara utuh dan lengkap, termasuk kaitannya dengan pasal-pasal lain dalam UUD 1945.

Pertahanan dan keamanan negara yang dijiwai "sistem pertahanan dan keamanan rakyat

semesta" adalah hal yang terlalu penting untuk dibahas hanya di kalangan TNI dan

Polri. Dalam negara demokrasi, kepedulian tentang pertahanan dan keamanan negara

dalam arti luas adalah hak dan kewajiban tiap warga negara , sebagaimana tertuang

dalam Ayat (1), Pasal 30 UUD 1945.


DEFINISI KETAHANAN NASIONAL

Ketahanan nasional ( Indonesia ) adalah kondisi dinamis suatu bangsa atau Indonesia

yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan

ketangguhan yang mengandung kemampuan engembangkan kekuatan nasional dalam

menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, dan gangguan baik yang datang

dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integritas, dan kelangsungan

hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

Dalam pengertian tersebut, ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang

harus diwujudkan. Kondisi kehidupan tersebut sejak dini dibina secara terus menerus

dan sinergis mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, daerah dan nasional. Proses

berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran

geostrategi berupa konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan

kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. Konsep tersebut dinamakan Konsep

Ketahanan Nasional Indonesia.



Hakikat Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional.

1. Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang

mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin

kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.


2. Hakikat Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan

penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi, selaras dalam

seluruh aspek kehidupan nasional.



LATAR BELAKANG DAN PROSES KAJIAN KETAHANAN NASIONAL


1. Untuk menjamin kelangsungan hidup / mencapai tujuan nasional suatu bangsa

dibutuhkan suatu kemampuan

2. Kemampuan dapat dilihat sebagai power dan sebagai ketahanan

proses kajian untuk merumuskan konsep ketahanan nasional

- kajian oleh ilmuwan asing

- kajian oleh institusi pemerintah ( dep. Hankam, lenhamnas )

3. rangkaian TAP MPR ( GBHN )

4. Kajian oleh perguruan tinggi


LANDASAN KETAHANAN NASIONAL

a. Pancasila sebagai landasan ideal

b. UUD 1945 sebagai landasan konstitusional

c. Wawasan nusantara sebagai landasan visional


ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL

Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun

berdasarkan pancasila UUD 1945 dan wawasan nusantara.

Asas-asas ketahanan nasional yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a. Asas kesejahteraan dan keamanan, asas ini biasanya menjadi tolak ukur bagi

mantap atau tidaknya ketahanan nasional.


b. Asas komprehensif integral atau menyeluruh terpadu artinya ketahanan

nasional mencakup seluruh aspek kehidupan.


c. Asas mawas kedalam dan asas mawas keluar,

asas mawas kedalam bertujuan untuk menumbuhkan sifat atau kondisi kehidupan

nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian dan dalam rangka meningkatkan

kualitas kemandirian bangsa.

asas mawas keluar dilakukan dalam rangka mengantisipasi, menghadapi, dan

mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri.


d. Asas kekeluargaan, berisikan sikap-sikap hidup yang diliputi keadilan,

kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab

dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


KEDUDUKAN DAN FUNGSI KETAHANAN NASIONAL

a. Kedudukan ketahanan nasional

Ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual dalam paradigma

pembangunan nasional.


b. Fungsi ketahanan nasional

Doktrin dasar nasional dalam menjamin tetapm terjadinya pola pikir, pola

sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa baik yang

berinter regional, inter sektoral maupun multi disiplin.

Sebagai pola dasar pembangunan nasional, merupakan arah dan pedoman dalam

pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang dan sector pembangunan

secara terpadu.


SIFAT KETAHANAN NASIONAL

a. Mandiri, ketahanan nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri

serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah

menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa.

Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling

menguntungkan dalam perkembangan global.


b. Dinamis, Tidak tetap, naik turun, tergantung situasi dan kondisi bangsa dan

Negara serta lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat bahwa

segala sesuatu senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula.

Karena itu, upaya meningkatkan Ketahanan Nasional harus senantiasa

diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian

kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.


c. Wibawa, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional, maka semakin tinggi

wibawa Negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional


d. Konsultasi dan kerja sama, adanya saling menghargai dengan mengandalkan pada

kekuatan moral dan keprbadian pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

Hubungan kedua belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga

ada keterbukaan dalam melihat kondisi masing masing



BELA NEGARA

Kesadaran bela negara atau memiliki rasa kebanggaan dan cinta tanah air menunjukkan

sebagai kondisi kadar kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap warga negara

sebagai kesadaran kolektif untuk mencegah ancaman atau tantangan terhadap

kelangsungan hidup ber-NKRI, dalam rangka menjaga dan mengawal pencapaian tujuan

nasional. Yakni : “Melindungi segenap bangsa dna seluruh tumpah darah Indonesia,

memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (melaksanakan

ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.


Bela negara pada prinsipnya adalah upaya bagaimana membangun keuletan dan

ketangguhan negara bangsa yang bersangkutan, melalui kesadaran kolektif warga

negaranya untuk meningkatkan kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka

menghadapi ancaman dan tantangan baik yang timbul dari dalam negeri ( lingkungan

internal strategis ) maupun dari luar negeri ( lingkungan eksternal strategis )


UUD 1945, Pasal 27 ayat (3) : “Setiap Warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam

upaya pembelaan negara.”

UU. RI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 68 : “Setiap Warga Negara

wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan peraturan perundang-

undangan.”

UU. RI No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, pasal 9

ayat (1) : “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara

yang diwujudkan dalam pertahanan negara.”

Ayat (2) : “Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela sebagaimana dalam ayat (1)

diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan.” 


CONTOH KASUS :

Adanya gangguan keamanan di Maluku

Kompleksitas:

- Konflik agama (Islam - Kristen)

- Bernuansa kedaerahan

- Adanya dugaan konspirasi untuk mengacaukan keamanan yang mengakibatkan perpecahan

antara masyarakat yang pada akhirnya mengakibatkan kerusuhan, kerusakan dan

kematian.


Dalam masalah gangguan keamanan di Maluku, seorang Presiden harus membuat garisan

kebijakan umum. Kemudian bersama dengan MenHan, Kapolri dan TNI, harus disusun

Rencana Strategis untuk mengeliminasi gangguan keamanandi Maluku. Rencana strategis

tersebut harus dilengkapi dengan time table yang berisi tahapan-tahapan dari

operasi, serta target pencapaian setiap tahapan.

Bagian umum rencana ini harus dipublikasikan kepada masyarakat

serta diserahkan kepada DPR dan DPRD untuk diperhatikan pelaksanaannya,

dengan demikian parlemen dan rakyat dapat menilai sejauh mana kemampuan

perencanaan, pelaksanaan serta keberhasilan dari pemerintah, khususnya para

pimpinan hankam.


Gangguan keamanan: Konflik sipil massal bersenjata

Kompleksitas:

- Konflik agama (Islam - Kristen)

- Bernuansa kedaerahan

- Wilayah konflik kepulauan

- Adanya milisi dari luar daerah konflik

- Adanya dugaan konspirasi untuk mengacaukan keamanan

Kemudian di definisikan penanggungjawab pelaksanaan renstra tingkat nasional

(Wapres, atau Pangti, atau Kapolri, atau lainnya), serta penanggungjawab

pelaksanaan renstra tingkat daerah (Pangdam, atau Pangti, atau Gubernur,

atau Kapolda, atau lainnya)


Dapat dibentuk suatu lembaga atau koordinasi khusus, misalnya:

Rencana strategis ini akan dilaksanakan oleh suatu koordinasi penanggulangan

gangguan keamanan dengan fungsi:

1. Melakukan kordinasi operasi militer.

2. Melakukan kordinasi bantuan kemanusiaan.

3. Melakukan kordinasi penanganan atas pengungsi.

4. Melakukan kordinasi penegakan hukum sipil.

5. Melakukan kordinasi pengumpulan bantuan.


Dalam target harus disebutkan dengan jelas:

1. Kapan konflik massal berdarah ditargetkan untuk berakhir

2. Kapan seluruh pengungsi ditargetkan untuk kembali (atau direlokasi)

3. Target pengusutan dan penegakan hukum sipil


Kemudian jika ada kebutuhan, disertakan garis besar perundangan yang

dibutuhkan untuk mendukung strategi tersebut. Harus disebutkan target waktu

dimana perundangan tersebut seharusnya sudah dibuat.

Face Negotiation Theory

Task : Face Negotiation Theory

Subject : Communication Theory

Lecture : Ms. Hershinta

Pertama kali diungkapkan oleh Stella Ting-Toomey in 1985

Teori ini menjelaskan mengenai banyaknya level perbedaan budaya dalam merespon

konflik yang mungkin terjadi.

Konsep dasar teori ini sendiri adalah di dalam setiap level budaya, semua orang

pasti akan memiliki FACE

Face Simbol atau representasi dari citra diri baik sebagai individu atau sebagai

grup di depan publik.

FACE ------- IMAGE


Facework

skill komunikasi yang digunakan seseorang untuk me-manage Face

Facework adalah bahasa verbal dan non-verbal yang berfungsi sebagai penyelamat

‘muka’ (image di mata orang lain) disaat citra diri kita menurun.

Ex : White Lie

Konsep dasar teori ini adalah face work dari budaya individu ( Individualistic

Culture ) dan budaya kolektif ( Collectivistic Culture ).

Low Context Communication vs High Context Comm.

Ketika Facework berbeda, maka penanganan konflik juga beragam. Ketika budaya berbeda

penanganan yang akan dibuat / dilakukan terhadap konflik juga berbeda. Tergantung

dari pada budaya masing-masing.


Model pengelolaan konflik sebagai berikut :

1. Dominating-emphasizes a person’s own position, one person asserts their

dominance over the other, win-lose (Memastikan penanganan isu sesuai kehendak

pribadi)


2. Avoiding-involves eluding the conflict topic, situation and party

altogether, lose-lose as neither party wins and the conflict goes unresolved

(menghindari diskusi dengan anggota kelompok )


3. Obliging-characterized by high concern for the other’s interest above own,

one individual gives in to the demands of the other, this is a lose-win situation

and is useful when one party is not fully committed to his/her position.

(Menyerahkan kepada kebijakan anggota kelompok)


4. Compromising-is the give-and-take approach, both parties give something up

in order to find a middle ground and reach a solution, this is a lose-lose

although a positive solution may result and is useful when both parties are

equally committed to their positions. Menggunakan cara-cara kompromi)


5. Integrating-reflects high concern for one’s self and the other, win-win

useful when both parties are equally committed to their positions and results in a

positive solution for both parties .(Memecahkan masalah bersama-sama)


Konsep dasar teori ini adalah face work dari :


budaya individu (Individualistic Culture)

budaya kolektif (Collectivistic Culture).

Individualistic dan collectivistic culture mempunyai metode yang berbeda untuk

menegosiasikan face dan menyelesaikan konflik


Ex :

Collectivistic lebih sering menggunakan strategi ‘avoidance’ daripada

individualistic Individualistic lebih memilih strategi ‘dominating’ dan juga lebih

menggunakan style konflik yang lebih ekspresif emosional.



ANNA AND THE KING MOVIE

Synopsis

The epic tale, set in Thailand in the late 19th century, chronicles to true life

adventures of British governess Anna Leonowens (Jodie Foster), who is hired by the

king (Chow Yun-Fat) of Siam to educate his many children.

Soon after her arrival in this exotic, unfamiliar land, Anna finds herself engaged

in a battle of wits--and in a deepening relationship--with the strong-willed ruler

-------------------------------------------------------------------------------------

The true story of Anna Leonowens' experiences as a governess to the children of an

eccentric Asian king has been adapted into a book of memoirs, a biography, a stage

play called Anna and the King of Siam -- which was adapted into a 1946 film, a stage

musical called The King and I -- made into both the live-action The King and I

(1956)) and the animated The King and I (1999) feature films, and a short-lived 1972

TV series. Now the story is brought to the screen yet again, as Jodie Foster stars

as Leonowens, hired by the king of Thailand (Chow Yun-Fat) in the 19th century to

help care for his children. The king wants the best for his children, but Anna soon

discovers that he is a strong-willed but quixotic leader, and her stay in Thailand

becomes a struggle for power with romantic overtones, as they decide who will have

authority over the royal youngsters. Anna and the King was directed by Andy Tennant,

best known for his 1998 variation on the Cinderella story, Ever After.

Relational Maintenance

Task : Interperonal Relationship Theory related to daily life

Subject : Communication Theory

Lecture : Ms. Hershinta



Interpersonal teori dibagi menjadi 4 (empat) bagian yakni :

Social Exchange Theory

Social Penetration Theory

Relationship Development

Interpersonal Communication On the Net

Teori yang akan saya kaitkan dengan hal yang berkaitan dengan apa yang terjadi dalam

kehidupan sehari-hari saya adalah teori yang ketiga yakni, Relationship Development.

Ada 10 Langkah dalam Relational Maintenance, yang merupakan tingkatan-tingkatan

dalam suatu hubungan.


RELATIONAL MAINTENANCE

INITIATING, Tahap pertama ketika saya dan seorang calon teman saya berkenalan.

Secara otomatis, tahap ini diawali dengan bahasa universal yang dimengerti oleh

semua orang di berbagai belahan dunia, yakni, tersenyum, diikuti dengan sapaan awal

seperti “Halo!”, atau “Hai!”, dan dilanjutkan kemudian saling memperkenalkan diri

dan diikuti dengan percakapan singkat mengenai hal-hal yang masih bersifat umum.


EXPERIMENTING, Tahap kedua setelah tahap pertama, tahap ini merupakan tahap seperti

penjajakan yang bertujuan untuk menggali atau mengeksplor informasi mengenai latar

belakang masing-masing. Tahap ini terjadi di awal-awal perkenalan ketika saya dan

teman saya masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai informasi mengenai masing-

masing. Pada tahap ini kami memulai untuk saling berbagi informasi mengenai hal-hal

dasar seperti, alamat rumah, nomor telepon, hobi, dan beberapa topik yang menarik

untuk dibicarakan.


INTENSIFYING, Tahap ini merupakan tahap ketiga setelah tahap penjajakan atau

pendekatan selesai. Dalam tahap ini saya dan teman saya sudah semakin dekat dan

sudah saling mengungkapkan bahwa kita sudah memiliki hubungan. Kami sering pergi

bersama dan saling membuka diri masing-masing.


INTEGRATING, Dalam tahap keempat ini, kami sudah saling menyatu dimana kami sudah

merasa menjadi satu kesatuan, “I” became “We”. Seperti contohnya ketika kami

diundang oleh seseorang yang tidak terlalu dekat dengan kami (diluar saya dan teman

dekat saya), jika menolak untuk datang, kami akan mengatakan, “Maaf, kami ‘nga bisa

datang.”


BONDING, Tahap ini merupakan tahap kelima yang menegaskan bahwa kami telah mengikat

hubungan kami, seperti mengikat hubungan dalam bentuk berjanji untuk saling

bersahabat sambil berpegangan tangan. Dalam tahap ini kami mengalami bahwa kami

bukan lagi individu-individu, tetapi merupakan satu kesatuan. Dimana ketika ada

sesuatu masalah, kami sudah dapat membicarakan dan mendiskusikannya bersama-sama.


-------------------------------------------------------------------------------------

DIFFERENTIATING, Di tahap ini kami mulai menemukan beberapa perbedaan, dimana kami

mendapatkan suatu masalah yang mulai mengganggu hubungan pertemanan kami, kala itu

kami memiliki masalah misunderstanding yang sebenarnya merupakan masalah yang kecil.


CIRCUMSCRIBING, Pada tahap ini, masalah mulai semakin meruncing, karena diantara

kami tidak ada yang mempunyai inisiatif untuk menyelesaikan lebih dulu karena kami

sama-sama mempunyai sikap yang keras kepala. Teman-teman kami yang lain mulai

bertanya – tanya mengenai apa yang terjadi diantara kami.


STAGNATING, Pada tahap ini, kami merasa semakin jauh, sehingga pada saat-saat di

tahap ini semakin terpuruk tidak ada lagi komunikasi diantara kami yang membuat kami

semakin menjauh. Teman-teman diantara kami semakin bingung dengan apa yang terjadi.


AVOIDING, Pada tahap ini kami secara sengaja atau tidak kami sudah menunjukkan

secara terang-terangan bahwa kami semakin jauh. Kami sudah semakin menghindari.

Teman-teman banyak yang berusaha untuk membantu menyelesaikan masalah kami.


TERMINATING, Pada kasus kami, kami tidak sampai ke tahap terminating, karena atas

bantuan teman-teman kami yang lain, mereka membantu kami untuk menyadari kesalahan-

kesalahan kami, disini kamipun akhirnya menyadari juga bahwa sebenarnya masalah kami

juga bukanlah merupakan masalah yang patut memacu suatu pengakhiran hubungan. Jadi

pada akhirnya kami dapat berbaikan dan terus melanjutkan hubungan kami. Bahkan

setelah mengalami 4 tahap yang buruk, kami dapat lebih memahami dan menerima

kekurangan masing- masing.

Metro TV

Task : Review Metro TV

Subject : Bussiness Administration

Lecture : Mr. Koramen Sirait


BACKGROUND COMPANY

MetroTV adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia. Stasiun ini resmi mengudara

sejak 29 Januari 1973 Di Bekasi, 1 Juni 1981 Di Bandung, 25 November 2000 Di Jakarta

Stasiun TV ini pada awalnya memiliki konsep agak berbeda dengan yang lain, sebab

selain mengudara selama 24 jam setiap hari, stasiun TV ini hanya memusatkan acaranya

pada siaran warta berita saja. Tetapi dalam perkembangannya, stasiun ini kemudian

juga memasukkan unsur hiburan dalam program-programnya. Metro TV adalah stasiun

pertama di Indonesia yang menyiarkan berita dalam bahasa Mandarin: Metro Xin Wen,

juga satu-satunya stasiun TV di Indonesia yang tidak menayangkan program sinetron.

Metro TV juga menayangkan siaran internasional berbahasa Inggris pertama di

Indonesia Indonesia Now yang dapat disaksikan dari seluruh dunia. Stasiun ini

dikenal memiliki presenter berita terbanyak di Indonesia.


ACARA UNGGULAN

• Headline News  program berita setiap jam selama 2-7 menit, setiap harinya.

Program ini diadaptasi dari program yang sama yang dimiliki stasiun televisi

internasional CNN. Sebagian besar Headline News ditayangkan dalam Bahasa

Indonesia, namun pada jam tertentu Headline News dalam Bahasa Inggris

• Metro Pagi  program berita pagi Metro TV yang mengudara setiap hari pada

pukul 05:00 - 06:30 WIB. Metro Pagi juga menayangkan Laporan VOA yang

disiarkan Voice of America dari Washington setiap Senin hingga Jumat.


• Metro Xin Wen  program berita berbahasa mandarin yang mengudara setiap

hari pada pukul 08.30 - 09.00 WIB

• Metro This Morning  program berita berbahasa inggris. Mengudara setiap

hari pada pukul 08.30 - 09.00. Namun, acara ini berakhir pada April 2007.

• Indonesia This Morning  program berita Bahasa Inggris yang menggantikan

Metro This Morning. Berisi tentang berita terhangat dari Indonesia dan

dunia. Dan, berisi juga laporan cuaca seluruh Indonesia. Mengudara setiap

hari pukul 08.05 - 08.30 WIB. Dibawakan oleh Zelda Savitri dan Candice

Anggunadinata.

• Metro Siang  siaran berita Metro TV yang mengudara setiap hari pada pukul

12:00 - 13:00 WIB (pada hari Senin dan Jumat) dan 12:00 - 12:30 WIB (pada

hari Sabtu dan Minggu).

• News Flash  program berita tiga bahasa (Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin

dan Bahasa Indonesia. Mengudara setiap hari Senin - Jumat pada pkl 09:30,

12:30, 19:30 WIB selama 5 menit.

• World News  program berita dunia yang mengudara selama 30 menit pada hari

Senin - Jumat pada pukul 16:30 WIB. Metro World News ini telah sukses

melakukan wawancara terhadap berbagai pemimpin dunia seperti Tony Blair,

dan Mahmood Ahmadinejad.


• Metro Hari Ini  program berdurasi 1 jam pada hari Senin - Sabtu dan 30

menit pada hari Minggu pada pukul 18:00 WIB. Berisi rangkuman informasi

selama sehari.

• Suara Anda  program berita 30 menit yang menyajikan berita yang bisa anda

pilih. Mengudara pada hari Senin - Jumat pada pukul 19:00 WIB.

• Top Nine News  salah satu program yang ditunggu. Karena memiliki variasi

angka 9. Sembilan berita teratas pada pukul Sembilan malam WIB. Dan pada

rubrik ke-8 Top of The top berisi 9 berita menarik yang disajikan dalam

waktu 90 detik. Mengudara pada hari Senin - Jumat selama 30 menit.

• Top Nine News Weekend  program sembilan berita teratas pada pukul Sembilan

malam WIB. Dan pada rubrik ke-8 Top of The Week berisi 9 berita menarik yang

disajikan dalam waktu 90 detik. Mengudara pada hari Sabtu selama 30 menit.

• Metro This Week  program berita Metro TV yang berisi rangkuman berita

selama sepekan. Mengudara setiap hari Minggu pada pukul 18:30 WIB selama 30

menit.

• Metro Sport  program berita olahraga yang disiarkan pada pukul 23:05 WIB

selama 25 menit.

• Metro Malam  program berita malam yang disiarkan pada pukul 23:30 WIB

selama 30 menit.

• Indonesia Now  program Internasional yang mulai mengudara pada tanggal 1

September 2006. Dibawakan oleh Frida Lidwina dan Dalton Tanonaka ( Mantan

penyiar CNN, CNBC Asia dan NHK Jepang). Mengudara setiap hari Sabtu pada

pukul 07.00 WIB dan Minggu pukul 17.30 WIb selama 30 menit. Acara ini juga

dapat disaksikan di Benua Amerika, Eropa dan di wilayah Asia Pasifik.


DEWAN DIREKSI

Struktur dewan direksi MetroTV sekarang :

Presiden Direktur : Surya Paloh

Direktur Program dan Pengembangan : Zsa Zsa Yusharyahya

Direktur Penjualan dan Pemasaran : Lestari Luhur

Direktur Keuangan dan Administrasi : Ana Widjaja

Direktur Teknik : John Balonso

Pemimpin Redaksi : Elman Saragih


SATELIT

Satelit-satelit yang digunakan oleh Metro TV

• Satelit Measat 2 (Astro Nusantara)

• Palapa C2

• Cakrawarta 1 (Indovision)

• Telkom 1 (TelkomVision)

Proton Waja A/T

Task : Product Spesification of Proton Waja

Subject : Introduction to Public Relations

Lecture : Ms. Miranda Sagala


Waja is a car that is launched by Proton. This car is the starting for the new

design of the car company from Jiran Country, Malaysia.

• Proton Waja is a car that has 1600 cc of machine

• Proton Waja has a strength common engine that also is used by Neo and Gen2

• The originality is as same as the Proton when it was launched 7 years ago

• When we start to turn on the machine, the lamp in the dashboard light up a

moment before the machine turn up. It shows that, this car is already

completed with the modern tools

• The steering wheel and dashboard has completed with SRS Airbag

• The audio control from Clarion can be operated from the steering wheel that

is completed with tilt steering

• The driver seat can be set as we wants in order to get the right and

comfortable position for the driver

• The machine is soft

• The automatic transmitting is good, it can move fast and soft

• The steering move and the car move are good. Even the sudden maneuver can be

responded very well by the car which has 15 inch wheel and is completed with

the disk in its 4 wheels.

• It was when in the winding full of bends way, but when in the straight way ,

the Waja will shake just when the speedometer reach the 170 km/ hour


• Dimension : 4.470 x 1.720 x 1.420 mm

• Wheelbase : 2.600 mm

• Maximum Energy : 110 dk/6.000 rpm

• Price : Rp. 168.000.000,- (on the road Jakarta)

History of BPOM

Task : History of BPOM

Subject : Introduction to PR

Lecture : Ms. Miranda Sagala


Technology advancement has brought a fast significant changes on the pharmaceutical,

Indonesian traditional medicine, food, cosmetic, and medical device industries.

Those industries are able to produce a large-scale of products in wide range

The product consumption tends to be increased in line with the change of community

life style, including their consumptive behavior. Meanwhile the community capacity

is not yet appropriate to do selection and use the products in rational and safe

way. In the other hand, aggressive promotion is affecting consumers more overuse and

not rational.


Indonesia should have an effective and efficient Drug and Food Control System (DFCS)

with capability to detect, prevent and control such products in order to protect the

consumers security and health in the country and overseas. Therefore, National

Agency of Drug and Food Control (NA-DFC) is established with a national and

international networking, authority to conduct law enforcement and highly credible

professionalism. The National Agency of Drug and Food Control (NA-DFC) is a non

departmental government institution based on Presidential Decree No. 166 in the year

2000 which is responsible directly to the President for its operation and build

policy coordination with the Minister of Health and Social Welfare.


BPOM Activities:

• Legislation, regulation and standardization;

• Licensing and certification of pharmaceutical industries based on Good

Manufacturing Practices;

• Pre-market evaluation of products;

• Post-marketing vigilance including product sampling and laboratory testing,

inspection of production and distribution facilities, investigation and

enforcement

• Pre-audit and post-audit of product advertisement and promotion;

• Research on drug and food policies implementation;

• Public communication, information and education including public warning.


Strength

- Starting to fix their image

- The one & only guider and gatekeeper for society to know the products

- Non departmental government institution but with fully support from president and

minister of health


Weakness

- Limited and unprofessional human resources and facilities

- Not fully transparant with all their system to society

- Careless.They passed a lot of foods that was unsafe to consumed to the market

- Less information and education to the public


Opportunity

- Make public service advertisement

- Training all the employees and re-new the facilities Threats

- The bad opinion from the public

- Overload products from China that makes it hard to filter it one by one

- it’s hard to educate people that don’t want to be.


What we can do to improve the reputation?

Increase the quality of human resources by training.Try to be more communicative and

transparant to society.Make survey to know what exactly people opinion,hoped,and

thought for BPOM to get better in future.We are going to communicate these new

strategies to the target public by public service advertisement through television

and printed media

France

Task : France

Subject : General English I

Lecture : Mr. Mark Chemical Brown


The culture of France is very rich and diverse. France has been playing an important

role as a cultural center for many centuries, with Paris as center of high culture,

first in Europe, later world wide. The importance of French culture has waned and

waxed over the centuries, largely dependent on its economic, political and military

importance.


Education

Since the Jules Ferry laws of 1881-2, named after Minister of Public Instruction,

state-funded schools, including universities,independent from the (roman catholic)

church. Education in these institutions is free. The French educational system

differs strongly from Northern-European and American systems in that it stresses the

importance of the development of the individual as an independent intellectual

rather than a productive servant (of the State or the Company).


Religion

France is a secular country where freedom of thought and of religion is preserved,

in virtue of the 1789 Declaration of the Rights of Man and of the Citizen.. At the

beginning of the 20th century, France was a largely rural country with conservative

Catholic mores. Major developments have taken place since those days: the

countryside has become severely depopulated, and the population has largely become

de-Christianised. This has led to important changes in social morals.


Art in France

The first paintings of France are those that are from prehistoric times, painted in

the caves of Lascaux well over 10,000 years ago. The Louvre in Paris is one of the

most famous and the largest art museums in the world, created by the new

revolutionary regime in 1793 in the former royal palace. It holds a vast amount of

art of French and other artists, e.g. the Mona Lisa, by Leonardo da Vinci, and

classical Greek Venus de Milo and ancient works of culture and art from Egypt and

the Middle East.


Fashion

Paris is known as the "Fashion Capital of the world", having unique and free

designs. Haute couture is not accidentally a French term adopted by the English

language; in France it is a legally protected name; guaranteeing some quality

standards. Many designers began their careers in France , such as Coco Chanel,

Christian Dior and Lacoste. An influential designer like Karl Lagerfeld came from

Germany to make his career mainly in France , illustrating the prestige of French

fashion in general. Italian fashion, with its capital in Milan, is its most serious

rival.


Language

French culture is profoundly allied with the French language. The artful use of the

mother tongue, and its defense against perceived decline or corruption by foreign

terms, is a major preoccupation for some persons and entities.

Some action has been taken by the government in order to promote French culture and

the French language. For instance, there exists a system of and preferential loans

for supporting French cinema. The Toubon law, from the name of the conservative

culture minister who promoted it, makes it mandatory to use French

in advertisements directed to the general public.

Minggu, 06 September 2009

Quaker Oats

Task : Product Analysis !

Subject : Introduction to Marketing

Lecture : Mr. Imannuel


BACKGROUND INFO

In this Marketing Plan Final Project we choose the Quaker Oats because it is hard to

find the similar product as Quaker Oats in the market, because as we know until now,

there was not Indonesian company which produces this kind of healthy food. If we

look at the Market share, Quaker Oats’ market share is good due to the fact that

many people start to realize that they must take care of their health. In the bad

environment, they should keep on their body, so that they can keep themselves in a

long lifetime.


CURRENT MARKET SITUATION

The market is all about healthy food made from oat. The market of Quaker Oats is

stable because it has already existed for a long time, so it has its own loyal

consumer. The sales is increasing, because, many people realize that they should try

to keep themselves in a healthy condition. The market is big, due to the fact that

there are not many players or the competitor in the similar kind of this product and

the other players didn’t famous enough. At first we also thought that there was none

the players in this kind of product. But after we do a small research, we found that

there are two players in this kind of product, they are Oat Segara from Country

Choice Australia and White Oats Havermout also from Australia.

The product ‘Quaker Oats’ define in two kinds of product, blue and red packaging,

but there are no variants in taste of the Quaker Oats Product, the difference is

just in the red packaging the oats is need to be made with the boiled water, while

the blue one just need the hot water.

There are demographic profiles of the key buyers. For Quaker Oats product are

modern smart dynamic people either young and old, that lived in big city with high

mobility that demand instant and practical but healthy and natural things between

their full activities with people who worry about the amount of fat, cholesterol,

and salt in their common food.

Our Main consumer is people who are in the active age that wants to be healthy but

with an easy way. Quaker oats is also suitable for old people that wants food that

can maintenance their hearts and decrease their cholesterol.


STRENGTH

hygienic - healthy food - practical - suitable for diet - decrease cholesterol

keep bodies health far from disease - suitable for people with high mobility


WEAKNESS

expensive - Not sold in all place - No variant in taste ( plain )

Limited promotion - Limited advertisement - Weak distribution


OPPORTUNITY

More promotion - More distribution - More Variant in taste


THREATS

The other similar product provide the cheaper one

Liked by certain of people - (Teenager don’t like healthy food because its taste)


SEGMENTATION

Age : 10-35 years old

Sex : Male and Female

Social class : B-A

Lifestyle : Practical, dynamic, modern


TARGETING

New Variant of Quaker Oats is introducing to teenager and children


POSITIONING

Quaker Oats made from natural ingredients and guarantee of quality also healthy

food for teenagers


SUGGESTIONS & CONCLUSION

In this Marketing Plan we should do the alternative marketing plan TO INCREASE THE

quality of Quaker oats and awareness people about healthy lifestyle should make a

large number of promotion as soon as possible.

We concentrate on advertising and special project. To add more advertising both in

printed and electronic media. Made some programs that can be introduce about the

importance of the product itself. such as: put some spg in the counter of Quaker

oats at the large supermarket, make some attempting programs, such as: buy Quaker

oats and get free medical check up, or give free samples of our newest flavors.

Open consumer care service so the consumers able to get information that they want

about the products itself.

TV vs Radio Broadcasting

Task : Find The Difference between Television Broadcasting And Radio Broadcasting !

Subject : Introduction to Mass Communication

Lecture : Maribeth Pascua


1. SYSTEM

There are 3 types of the media, audio, visual, and the last audio visual.

Audio: We just can hear the object, Ex : Radio

Visual: We just can look and see the object, Ex : Newspaper

Audio Visual: We can both see and hear the object, Ex : Television

As we know radio broadcasting is one of the Audio types. We just can hear the sound

or the voice and we must imagine by ourselves what the speaker is talking about.

Different with television broadcasting that is one of the Audio Visual type, we will

be served by both sound and also picture or even video.


2. STYLE

The style of television broadcasting is formal; the broadcaster should have a good

body language, performance, and attitude when he / she broadcast something.

Different with radio broadcasting that just let the enjoyable style. Due to the fact

that the radio broadcaster is not looked, so the radio broadcaster must not have a

formal performance, but still must have good attitude.


3. NETWORK AREA

The network area of the radio broadcasting different with television broadcasting.

Television broadcasting has a wide network area while radio broadcasting just has a

small network area. For instance, Television Station’s broadcasting can reach almost

all area in Indonesia, but we doubt that radio station’s broadcasting in Jakarta can

reach Bali Island.


4. OPERATIONAL BUDGET

The operational budget of course becomes a big difference. In TV broadcasting, there

are many modern and high technology tools, it is different, with the simple one,

radio broadcasting, the tools that is need doesn’t too many like in the television

station. And also for one show, example: news broadcasting, television station needs

to hire a lot of staff, newscaster, scriptwriter, cameramen, operator, costume

editor, lighting operator, make up staff, and many more. But for one show in radio

broadcasting, we just need the announcer, scriptwriter, and operator. So there is a

difference in operational budget.


5. COST

This is cost about fee of putting the advertisement, when we put the advertiseent in

the radio broadcasting, it will be cheap, but in the television broadcasting, it

must be very expensive.



How Does Media Affect Society ?

Media can affect society in many ways. Nowadays, media become the one part of the

lifestyle. As we know, media is a way of transmitting or transferring information to

the public. It can be good news and also can be not good news.

Media can affect society when media can broadcast something in good way & condition.

Means that media use the good way, so that it will not hurt anyone. Media should be

use also to tell public about something that is ‘in’. Means that it is the newest

topic that is spoken more by public. If public don’t not know anything about the

news, they can find the answer by the media. Media can be used to affect the

society, also if the speaker know what is happening outside and if he/ she has the

same way of thinking with the public. What he / she talked about is about make a

view for public. So that media can affect society.

Sabtu, 05 September 2009

Curriculum Vitae



Full Name : Sherly Fen

Permanent Address : Jl. Raya Klari no. 175, Karawang 41371

Temporary Address : Jl. Bendungan hilir Gg 9 no. 3 Jakarta

Place/Date of Birth : Palembang / March 30, 1990

Gender & Marital Status : Female & Single

Nationality : Indonesian

E-mail Address : sherly303@yahoo.com

Mobile : 021 92 155 115

FORMAL EDUCATION


2007 – …… STIKOM London School Of Public Relation Jakarta Majoring in Marketing

2004 – 2007 SMA Yos Sudarso Karawang

2001 – 2004 SMP Yos Sudarso Karawang

1998 - 2001 SD Nagasari IV Karawang

1997 – 1998 SD Maria Mediatrix Jakarta

1996 – 1997 SD Immanuel Bandar Lampung

1995 – 1996 SD Xaverius Palembang


LANGUAGES PROFICIENCY

Français : Knowledge of / Beginner

English : Proficient

Indonesia : Highly Proficient


PROJECT AND ORGANIZATION EXPERIENCE

July 2002 – July 2003

As a Sie. Publication in OSIS ( Organisasi Siswa Intra Sekolah )

Responsibilities :

- Make a publication & Manage relation with public

- Co-ordinate an organization’s activities.


August 2004 – July 2005

As a Sie. Art ( Member of art Division) in OSIS( Organisasi Siswa Intra Sekolah ).

Responsibilities:

- Supervising and make a report about Wall Magazine ( Mading) .

- Organize an event in school



August 2005 – July 2006

As a Sie. Art ( Leader in Art division ) in OSIS ( Organisasi Siswa Intra Sekolah ).

Responsibilities:

- Supervising and make a report about Wall Magazine ( Mading) .

- Organize an event in school



September 2005 – Desember 2006

As a Coordinator ( Futsal Manager ) in Futsal club Extracurricular

Responsibilities:

- Supervising and make a schedule about Futsal friendly match or competition.

- Organize an Event of Futsal in school


September 2005

As the 3rd winner Story Telling Competititon (Yayasan SALIB Suci-West Java) held by

SMA Santa Maria 1 Bandung


August 2006

As Head Comittee ( Ketua Panitia ) Yosuka Futsal Competition held by SMA Yos Sudarso

Karawang


Oktober 2006

As a member of Big 10 Story Telling ( SMAN 1 Karawang Dies Natalis Celebration and

Competition ) held by SMAN 1 Karawang


January 2007

As the 1st Winner Debate Competition (Yayasan Salib Suci-West Java) held by SMA

Putra Nirmala Cirebon


Maret 2007

As an Head Comittee ( Ketua Panitia ) Open Tournament Basket Ball 3 on 3 competition

held by SMA Yos Sudarso Karawang



PROJECT AND ORGANIZATION EXPERIENCE

April 2008 – July 2008

As a reporter on London School NEWS DIVISION

Responsibilities :

- Report an event held in or by London School

- Write an article for LSPR internal media (LSPRisme)

Event Reported :

- London School Radio Interview_ Guest : Dimi @ LSPR Radio

- London School Radio Interview_ Guest : Steel Band @ LSPR Radio

- London School Radio Interview_ Guest : Dua Band @ LSPR Radio

- 9 Pillar Seminar for Batch 11 @ Auditorium Prof. Djayusman

- Event BNP “Hari anti Narkoba” @ Parkit Timur Senayan

- CSR Peduli Lansia @ Panti Tresna Werda Budi Mulia

- London School Teatro “Mean Girls” @ Auditorium Prof. Djayusman

- Kemang Festival “Go Green” @ Kemang


September 2008 - ....

As a reporter on London School NEWS DIVISION

Responsibilities :

- Report an event held in or by London School

- Write an article for an internal media (LSPRisme)

Event Reported :

- Buka puasa bersama dosen dan staff Stikom LSPR @ Campus BMusic Co

- Music Corner Radio : Sore & Aditya @ Canteen Area Campus B

- Kongkow bareng Radio Club : Panji @ Canteen Area Campus B

- Pelepasan Balon ADSA club @ Parking Area Campus B

- Book Discussion @ Auditorium Prof. Djajusman

- Debat Calon Presiden of US present by US Embassy @ Drama Room, LSPR

- Indonesia-Philiphines Relationship Anniversary @ Auditorium

- Charity Event LSPR 17 Anniversarry in 17 beneficiaries @ SDN Karet Tengsin 13

- Charity Event LSPR 17 Anniversarry in 17 beneficiaries @ Klinik Daarul Rizki

- Charity Event LSPR 17 Anniversarry in 17 beneficiaries @ Panti Asuhan Desa Putera

- Charity Event LSPR 17 Anniversarry in 17 beneficiaries @ Panti Asuhan Nurul Huda

- Chariry Event LSPR 17 Anniversarry in 17 beneficiaries @ Panti Tresna Werda Mulia

- Climate change 'Save the Earth' LSPR 4C @ Parking Area Campus B

- Autism Festival, Seminar and Talkshow with parents @ Auditorium Prof. Djajusman

- Audition day for Screening Mr & MS LSPR 2009

- Seminar 'The Indonesian’s' MC10 13-14B @ Auditorium Prof. Djajusman

- Seminar 'CastVolution' MC10 3-4B @ Auditorium Prof. Djajusman

- Woman Trafficking Seminar @ Auditorium Prof. Djajusman

- India Festival PR 10-5C @ Auditorium Prof. Djajusman

- Final Night of LSPR Band Festival @ Auditorium Prof. Djajusman

- Coronation Night of Grand Final Mr and Ms LSPR 2009 @ Auditorium Prof. Djajusman

- Final Event 'Tunjukkan Mimpimu' PR 10-6C @ Kandang Jurang Doank

- Potong Tumpeng 17 Anniversary Stikom LSPR @ Campus B

- Potluck and Feeding Program @ Parking Area Campus B

- Sehari Menjadi Orang Tua Asuh @ Campus B

Main Issue Gazzete : Ten Pillars

Article LSPRisme : Siapa saja dibalik LSPRisme ?



September 2008 – August 2009

As a secretary on London School NEWS DIVISION

Responsibilities :

- Prepare Minutes of Meeting of NEWS DIVISION weekly meeting

- Prepare Weekly Report of LSPR event reported by NEWS DIVISION

- Prepare Monthly Report of LSPR event reported by NEWS DIVISION

- Prepare Post Event Report LSPR event reported by NEWS DIVISION

- Prepare letter, schedule, and any other needed


September 2008

As an Usher in STIKOM LSPR Breakfasting for Staffs and Lecturers


May 2009

As an Comittee in Book Review ‘Menyemai Kasih suatu perjalanan’ by Yessy Gusman

which held in Auditorium Prof.Djajusman


July 2009

As Paricipant in In-house training provided for selected staff to help learn how to

make a good press release which held in PGP (post graduate program) , Campus A.


August 2009

As an Comittee in News Gathering and President Election which held in Prana Tirta

Ranca Bali, Ciwidey, Bandung


September 2009

As a President of News Division

Responsibilities :

- As reporting coordinator, Coordinate the schedule and reporter

- Responsible for the process of making Gazzette

- Prepare and Lead the weekly meeting

- Coordinate with LSPR TV and LSPR Fotography to report an event

- Responsible to provide a reporter to report an event, and will do reporting if no

one are available



TRAINING, SEMINAR AND ACHIEVEMENT

December 2007, As Seminar Participant in the Advertising Seminar & Exhibition 'ADA

IKLAN' held in Prof. Djajusman Auditorium & Performance Hall


December 2008, As Paricipant in Markplus Conference 2009 which held by Markplus.Inc

in Pasific Place, the Ritz-Carlton Jakarta


January 2009, As Participant in Character Building Seminar 'Metamorph,from nothing

to something' held in Prof. Djajusman Auditorium & Performance Hall


March 2009, As Participant in 'The Rise of Digital Marketing Seminar' which held by

bubu.com at Stikom LSPR


May 2009, As Committee members in organising the Book Review of Yessy Gusman

'Menyemai Kasih-Suatu Perjalanan' held in Prof.Djajusman Auditorium


June 2009, As Participant in 'Marketing BANGKRUT : Bagaimana Mengatasi Krisis dengan

Menggunakan Teknologi' held in Prof.Djajusman Auditorium


June 2009, As Participant in Talkshow, Movie Screening and Awarding 'Against Woman

Trafficking : Woman Are not For Sale' held in Prof. Djajusman Auditorium


June 2009, As Participant in 'The Indonesian's : Napak Tilas Mahakarya Nusantara'

held in Prof. Djajusman Auditorium & Performance Hall


July 2009, As Participant in Seminar & Mini Workshop 'Castvolution : The New

Communication Era Through Podcast' held in Auditorium Prof. Djajusman


July 2009, As Participant in In-house training 'How to make a good press release'

which held in PGP (post graduate program) , Campus A.



International Examination :

November 2008, Has been awarded 'Level 2 Certificate in Marketing :Pass with Credit'

by LCCI (London Chamber of Commerce and Industry from EDI)


March 2009, Has been awarded 'Level 2 Certificate for Business Communications :

First Class Pass' by The City and Guilds of London Institute



LEADERSHIP ACTIVITY

1. Head Commite, Yosuka Futsal Competition 2005

2. Futsal Manager, Futsal team Yos Sudarso Karawang 2005 – 2006

3. Secretary, LSPR News Division 2008 – 2009

4. Class President, Marketing 11 – 1C 2008 – present

5. President, LSPR News Division 2009 - present