Selasa, 15 September 2009

Budaya Supraetnis

Task : Perkembangan budaya nasional Indonesia sebagai budaya modern yang supraetnis

Subject : Cultural Anthropology

Lecture : Mrs. Tutik Winarni


LATAR BELAKANG

Perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi dalam hampir semua aspek kehidupan ini

memerlukan suatu pemikiran yang menyeluruh mengenai budaya. Era kita sekarang ini,

yang lebih terkenal dengan sebutan era globalisasi, menurut salah satu pemahaman

telah menyatukan seluruh umat manusia dalam satu dunia (global village) dimana

tembok-tembok pemisah baik secara alami maupu buatan, mulai memudar berkat

bidang komunikasi dan transportasi. Implikasi semua perubahan yang terjadi dalam

era globalisasi sekarang ini terlihat dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada

setiap budaya bangsa yang terdapat di dunia ini. Dengan gambaran singkat tersebut

sebagai latar belakang pembicaraan kita tentang pengembangan budaya Indonesia,

kita akan mencoba mempelajari arah pengembangan budaya Indonesia berdasarkan

persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu bangsa yang mandiri dan

berdaulat dan juga persyaratan-persyaratan lain yang harus dipenuhinya agar ia dapat

mempertahankan eksistensinya. Persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan yang

berdimenasi ke dalam (intern bangsa) dan berdimensi ke luar (global).


IDENTIFIKASI MASALAH

Setelah merdeka selama 50 tahun lebih, sudah sejauh manakah kita mengembangkan

budaya bangsa kita yang berlandaskan pancasila dan bermuka Bhinneka Tunggal Ika

tersebut sehingga benar-benar dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa

Indonesia Budaya modern yang bagaimanakah yang harus dikembangkan agar bangsa

Indonesia dapat menjawab tantangan dan menggunakan peluang yang dibawa oleh Era

globalisasi dan juga dalam memasuki abad ke-21 yang sudah di ambang pintu tersebut

sehingga bangsa dapat mempertahankan eksistensinya sebagai bangsa yang unggul dan

jaya.


PERUMUSAN MASALAH

Bagaimana perkembangan budaya nasional Indonesia sebagai budaya modern yang

supraetnis?


TUJUAN PENULISAN

Untuk mengetahui bagaimana perkembangan budaya nasional Indonesia sebagai budaya

modern yang supraetnis



KERANGKA TEORITIS


Definisi Antropologi


Definisi Antropologi secara etimologis

Menurut etnologinya kata antropologi berasal dari kata yunani “Antropo” yang berarti

manusia dan “logy” atau “logos” berarti ilmu yang mempelajari tentang manusia


Definisi Antropologi secara konseptual

• William A. Haviland

Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang

bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang

lengkap tentang keanekaragaman manusia.


• David Hunter

Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang

umat manusia.


• Koentjaraningrat

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan

mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.


• Geertz

Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya

masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari

ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya

yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.


• Ralfh L Beals dan Harry Hoijen : 1954: 2

Antropologi adalah ilmu yang mempelajarai manusia dan semua apa yang dikerjakannya.


• Augusta Comte

Membicarakan Antropologi hanyalah berfikir tentang fosil-fosil. Memang pemikiran

yang demikian tidak selamanya salah karena mempelajari fosil merupakan suatu

cabang penelitian Antropologi. Arkheologi pada dasarnya berbeda dengan

Antropologi, di mana sesungguhnya arkheologi merupakan salah satu cabang

Antropologi.


• Darwin

Antropologi fisik berkembang pesat dengan melakukan penelitian-penelitian terhadap

asal mula dan perkembangan manusia. Manusia asalnya monyet, karena makhluk hidup

mengalami evolusi.Antropologi ingin membuktikan dengan melakukan berbagai

penelitian terhadap kera dan monyet di seluruh dunia.


Definisi Antropologi secara Operasional

Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman

fisik serta kebudayaan ( cara – cara berperilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai )

yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.


Budaya – budaya Etnis sebagai Latar Belakang Budaya Nasional.

Gambaran bangsa Indonesia adalaha bangsa yang terbentuk dari berbagai suku, ras,

bahasa, budaya, dan agama, yang tersebar di ribuan pulau. Kenyataan bahwa Indonesia

adalah bangsa yang pluralistik harus kita akui dan hormati. Dalam UUD 1945, ada

pernyataan bahwa kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha

budidaya rakyat Indonesia seluruhnya. Usaha kebudayaan harus mengarah kemajuan abad.

Walaupun ada beberapa kelompok yang belum bisa menerima pernyataan ”visi yang jauh

ke depan” seperti misalnya orang Batak, yang selalu melaksanakan adat Batak saat

upacara perkawinan.



Perkembangan budaya – budaya etnis ialah ketika peradaban budaya barat mulai masuk,

masih ada suku yang masih belum lepas dari zaman batu. Ada suku yang telah mengenal

tulisan dan sastra tulis, dan ada yang hanya mengenal bahasa lisan saja. Ada suku

yang telah menggunakan sistem perairan dalam bersawah, dan ada yang masih berpindah-

pindah. Bahkan, ada yang masih hidup dengan hasil berburu, dan meramu hasil – hasil

hutan.Dari keanekaragaman di atas, dapar dilihat adanya lapisan – lapisan yang

memberikan persamaan pada budaya – budaya itu.


Dalam kerangka mengembangkan budaya nasional yang supraetnis, kita hendaknya

bersikap adil dan arif. Dan perlu mempertimbangkan, apakah budaya – budaya yang

sudah jauh terbelakang masih harus dipertahankan? Karena balik lagi pada UUD 1945,

bahwa kebudayaan harus mengarah pada kemajuan abad.


Di masa Kita Sekarang...


Ditinjau dari berbagai aspek kehidupan, adalah satu kenyataan yantg tidak dapat

disangkal bahwa kehidupan bangsa Indonesia sudah jauh berbeda sejak proklamasi

sampai dengan Orde Baru sekarang ini. Di bidang ideologi misalnya, bangsa Indonesia

sudah sepakat bahwa satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara adalah Pancasila. Dengan kata lain, apa saja yang kita lakukan harus

selalu diukur dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila pancasila

tersebut. Itulah sebabnya kita menyatakan bahwa pembangunan yang kita laksanakan

adalah pengamalan pancasila. Pekerjaan dan tugas nasional yang saat ini harus kita

laksanakan adalah mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan pembangunan untuk

menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.


Budaya Sebagai Pemersatu Bangsa

Persatuan dan kesatuan adalah alat ketahanan nasional dan juga budaya peradaban

Bangsa Indonesia di antara budaya bangsa-bangsa lain dan bagaimana budaya Bangsa

Indonesia itu berinteraksi dengan budaya yang beranekaragam itu.


Ada 2 prespektif budaya yaitu :

• Prespektif ke dalam : menyangkut peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa

melalui pengembangan budaya yang bercorak nasional yang supraetnis.

• Prespektif ke luar : meningkatkan kemampuan budaya Indonesia yang modern

untuk menghadapi budaya-budaya lain serta tantangan-tantangan dan juga agar

dapat menggunakan peluang-peluang yang terdapat dalam era globalisasi demi

eksistensi bangsa Indonesia dan demi peningkatan kemakmuran dan k

kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Tujuan yang ingin dicapai dari persatuan dan kesatuan bangsa adalah

stabilitas yang merupakan salah satu persyaratan untuk menjalankan

pembangunan. Stabilitas yaitu : segi keamanan, politik, ekonomi, hukum,

sosial, budaya, dan lainnya.


Budaya Nasional yang supraetnis

Budaya atau kebudayaan adalah semua yang dilakukan manusia dalam suatu kelompok

untuk menciptakan kehidupan yang tujuan akhirnya memberikan kesejahteraan dan

kebahagiaan kepada setiap anggota kelompok yang bersangkutan.

Didalam budaya terdapat 2 aspek yaitu :

• Aspek material : mengacu pada benda kongkret yang dihasilkan masyarakat.

• Aspek nonmaterial : mengacu kepada ciptaan yang abstrak yang dihasilkan oleh

masyarakat : adat kebiasaan, hukum, ide, nilai-nilai, dan kepercayaan.


Menurut Koentjaraningrat, unsur-unsur yang selalu hadir dalam setiap kebudayaan

disebut semesta budaya. Semesta budaya terdiri dari :

1. Sistem religi dan keagamaan

2. sistem dan organisasi kemasyarakatan

3. Sistem pengetahuan

4. Bahasa

5. Sistem kesenian

6. Sistem mata pencaharian hidup

7. Sistem teknologi dan peralatan


Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan memperkokoh persatuan dan

kesatuan Indonesia sebagai satu bangsa adalah melalui budaya dengan memberi warna,

corak atau muatan kebangsaan / nasional kepada unsur-unsur tertentu dari budaya

etnis.


Contoh yang dapat dilakukan sebagai upaya tersebut adalah :

• Bidang sastra dan pertunjukan etnis

Wayang Jawa dan Sunda dapat disampaikan dalam bahasa Indonesia, sehingga

suku-suku lain dapat mengenal dan menikmatintya, dan akhirnya yang paling

penting adalah merasa memilikinya.


• Bidang seni tari

Bagong Kusudiharjo menciptakan kreasi baru yang berakar pada seni tari atau


budaya etnis Jawa dan hasil ciptaannya bahkan ada yang mendapat apresiasi

dunia internasional.


• Bidang seni musik

Nortir Simanungkalit memadukan serta menyesuaikan alat-alat musik gondang

Batak dengan alat-alat musik orkestra Barat untuk menyampaikan lagu-lagu

tradisional Batak. Angklung Sunda telah menyebar kedaerah-daerah lain.


Sastra adalah salah satu sarana untuk menciptakan budaya nasional.Sastra nasional

yang melingkupi bahasa indonesia berperan penting dalam menumbuhkan rasa persatuan

dan kesatuan,maka dari itu perlu disadari dan dimanfaatkan sebesar-besarnya.

Bahasa indonesia sebagai salah satu unsur budaya yang sangat penting,daya cakup dan

daya pemersatunya sangat kuat,apalagi dengan alat-alat komunikasi yang sangat

canggih sekarang ini.Selain menjadi alat semata,bahasa Indonesia dewasa ini telah

berhasil pula menjadi pendukung atau ciri identitas bangsa.Semakin banyak rakyat

indonesia yang berbahasa indonesia sebagai bahasa pertama atau bahasa ibu,terutama

yang berdiam di kota-kota yang menjadi pusat pemerintahan,politik,perdagangan,dan

budaya.Pemakainya demikian bertumpang tindih dengan lapisan menengah dan bahkan

kelompok elit masyarakat indonesia yang semakin bertumbuh dan yang di masa-masa

mendatang semakin besar pengaruhnya dalam menentukan corak kehidupan dan budaya

indonesia yang diharapkan sanggup memberikan respons terhadap tuntutan masa depan

tersebut.

Jika diperhatikan dengan cermat,maka akan terlihat bahwa unsur-unsur budaya yang

telah terintegrasi dalam budaya indonesia yang sekarang berasal dari budaya

lain.Bahkan dalam banyak aspek kehidupan,kita hanya pemasok dan konsumen saja dari

produk-produk budaya asing.Pengambilalihan unsur-unsur budaya asng tersebut kita

lakukan secara sadar dan sengaja demi menciptakan budaya modern indonesia dan demi

mempertahankan eksistensi kita sebagai satuan kultural dan bangsa.Akhirnya

terciptalah budaya indonesia yang bercorak nasional dan juga becorak supraetnis

tanpa ada maksud untuk mendegradasi budaya etnis dan menundukkannya kepada budaya

nasional yang supraetnis itu.Sudah memang hakikat budaya bahwa dia akan selalu

berubah dan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.Sudah hakikat budaya pula bahwa

jika dia mengisolasi diri,maka dia tidak akan bisa berkembang.


Komunitas baru bagi bangsa indonesia berarti masyarakat indonesia secara keseluruhan

yang memperlakukan setiap warga negara RI sama tanpa membeda-bedakan latar

belakang,bahasa,ras,suku,dan agama.Setiap warga negara akan merasa “di

rumah’sendiri”dalam masyarakat yang demikian.Masyarakat indonesia yang berbudaya

nasional yang supraetnis itu adalah masyarakat pancasila bukan masyarakat yang

berlandaskan paham-paham yang lain.

Karena menjadi orang indonesia,kita harus siap untuk mengakomodasikan dan

mengintegrasikan dalam diri kita konsep-konsep kehidupan modern karena budaya

nasional indonesia yang supraetnis yang sedang kita kembangkan itu banyak bertumpu

pada konsep-konsep kemodernan



Budaya Modern Nasional yang supraetnis

Sekarang ada baiknya kita menyinggung walaupun sepintas pengertian kemodernan dalam

budaya. Budaya Modern, menurut Sultan Takdir Alisjahbana, adalah budaya yang

progresif dan dikuasai oleh ilmu dan teknologi. STA mengingatkan bahwa kita harus

mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya modern. Karena jika kita tidak

mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya moden dan tetap saja berpegang pada

budaya tradisional Indonesia, yaitu budaya yang disebutnya budaya ekspresif itu,

maka bangsa Indonesia akan dikalahkan oleh bangsa-bangsa lain yang lebih modern.

Selanjutnya ia juga mengingatkan untuk kita tidak berpuas diri dengan budaya

tradisional kita.


Koentjaraningrat, pakar antropologi dan budaya, melihat banyak hal dalam budaya

tradisional Indonesia (termasuk budaya etnis tentunya) yang dapat menghambat

pembentukan nilai-nilai budaya modern Indonesia.


Dalam pembahasan kelemahan mentalitas bangsa Indonesia dikemukakan bahwa bangsa

Indonesia memiliki :

1. Nilai budaya yang tidak berorientasi terhadap hasil karya manusia sendiri

2. Orientasi terlalu ke arah ke zaman lampau, sehingga akan melemahkan

kemampuan seseorang untuk melihat ke masa depan

3. Kecenderungan yang terlampau banyak menggantungkan diri pada nasib

4. Kecenderungan untuk menilai tinggi konsep sama-rata-sama-rasa

Cara untuk menghadapi budaya yang lebih unggul merupakan respon yang positif

dan konstruktif menurut Toynbee. Bahwa kesadaran serta keinginan kita untuk

mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya modern, dalam arti bahwa dalam

budya tradisional atau asli Indonesaia perlu diadakan perubahan-perubahan,

baik dalam nilai, mentalitas, maupun yang lain-lain, merupakan bagian dari

semacam aksioma bahwa budaya harus berubah dan perubahan itu juga sulit

ditentang.


Dalam perubahan budaya, ada yang akan tetap bertahan atau sama berubah, seperti

syaraf kita dan hasil seni. Di zaman era globalisasi seperti sekarang ini, budaya

Indonesia perlu dikembangkan sehingga unsur ipteknya juga di tingkatkan. Agar dapat

terwujud, masayarakat Indonesia harus sadar iptek. Sadar iptek adalah sadar bahwa

iptek itu :

1. Tanggam-budaya (sarat-budaya)

Terkait dengan nilai-nilai budaya tertentu dan oleh karena itu teknologi

tidak dapat di ambil ahli begitu saja dari suatu budaya dan diterapkan di

dalam budaya lain yang nilai-nilai nya jauh berbeda.

2. Dialektik

Iptek adalah berkat bersyarat, dengan kata lain selalu ada cost yang harus

dibayar.


3. Ada yang bersifat transaintifik

Efek-efek penerapan teknologi tertentu tidak dapat diperhitungkan sebelumnya

secara saintifik karena pengetahuan manusia di bidang sains belum mampu

melihatnya (di luar kemampuan ilmu).



Bangsa Indonesia akan menguasai, menggunakan dan menguasai iptek. Bangsa Indonesia

tidak akan seperti Gandhi yang mengganggap iptek barat adalah alat untuk mewujudkan

dorongan untuk memuaskan keinginan konsumtif yang berlebihan. Ia juga menganjurkan

untuk menghilangkan industri sama sekali karena industri jahat.

Bangsa Indonesia telah merumuskan fungsi iptek sehingga dapat mengangkal dampak

negative nya. Iptek merupakan hasil akhir dari suatu proses yang panjang dan agar

dapat menjadikannya bagian dari budaya dan kehidupan kita sehari-hari, maka kita

memerlukan perubahan nilai dan perilaku. Berikut adalah seperangkat sikap dan nilai

yang lebih sesuai dengan kehidupan modern, yaitu :

1. Terbuka terhadap inovasi dan perubahan

2. Menumbuhkan perhatian pada masalah-masalah di luar diri kita sendiri dan

dengan demikian tumbuh sikap yang lebih demokratis.

3. Lebih berorientasi terhadap masa depan daripada masa lampau.

4. Mengahargai perencanan dan menjalankan kehidupan berdasarkan rencana yang

dibuat.

5. Menggunakan potensi lingkungan secara arif dan tepat sehingga menjamin

pembangunan berkelanjutan.

6. Mengandalkan perhitungan sehinga tidak tergantung nasib.

7. Menghargai martabat manusia (menjamin HAM dan keadilan).

8. Dapat melihat kegunaaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

9. Menghargai pekerjaan sesuai dengan prestasi.


Daftar diatas hanyalah beberapa, karena selain nilai-nilai yang terdapat di atas,

masih banyak nilai-nilai yang lain yang diperlukan untuk menjalani kehidupan modern


Contoh Penerapan 7 Unsur Kebudayaan terhadap Kebudayaan suku Bgu

Bahasa

Bahasa yang digunakan merupakan bahasa tipe Melanisia, Non Austronesia. Bahasa-

bahasa lokal Irian


Sistem Organisasi / Kekerabatan

Sistem Penamaan mengikuti penamaan ala Eropa, yakni mengikuti nama keluarga ayah

Sistem Patrilinear

Sistem Virilokal, mewajibkan pengantin baru untuk tinggal di sekitar pusat kediaman

keluarga suami

Jika menikah suku Bgu memiliki syarat penting bahwa mereka harus mengumpulkan mas

kawin (krae). Krae terdiri atas rangkaian kerang dengan hiasan kerang besar bundar

(sebkos), rangkaian gigi anjing yang disebut kdarf, ikat pinggang dari manik disebut

bitem, dan tali kulit kayu disebut weimoki. Dan kadang-kadang ditambah uang.


Sistem Mata Pencaharian

Menanam, memanen dan meramu sagu

Berburu binatang seperti babi, kangguru, ular, kadal, kelelawar

Mencari binatang laut, seperti ikan, udang, kura-kura dan lain lain

Berkebun, pohon nangka, pisang dan kelapa


Sistem Religi

Secara resmi beragama kristen, namun ada berbagai kepercayaan dunia gaib


Sistem Teknologi

Penggunaan motor tempel kepada sampan-sampan yang membawa kopra (berton-ton) ke

tempat yang dapat dilabuhi oleh kapal besar.


Kesenian

Berkembangnya kepercayaan animisme dan dinamisme sangat mempengaruhi seni rupa. Hal

tersebut terlihat dari :

• Patung-patung dan motif ukiran yang dipahatkan berhubungan dengan pemujaan

terhadap roh nenek moyang

• Seni bangunan sebagai rumah tempat tinggal

Ex : rumbekwan, rumsram, sarmu, toro


Sistem Pengetahuan

Taraf pendidikan terlampau rendah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar