Task : Perkembangan budaya nasional Indonesia sebagai budaya modern yang supraetnis
Subject : Cultural Anthropology
Lecture : Mrs. Tutik Winarni
LATAR BELAKANG
Perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi dalam hampir semua aspek kehidupan ini
memerlukan suatu pemikiran yang menyeluruh mengenai budaya. Era kita sekarang ini,
yang lebih terkenal dengan sebutan era globalisasi, menurut salah satu pemahaman
telah menyatukan seluruh umat manusia dalam satu dunia (global village) dimana
tembok-tembok pemisah baik secara alami maupu buatan, mulai memudar berkat
bidang komunikasi dan transportasi. Implikasi semua perubahan yang terjadi dalam
era globalisasi sekarang ini terlihat dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada
setiap budaya bangsa yang terdapat di dunia ini. Dengan gambaran singkat tersebut
sebagai latar belakang pembicaraan kita tentang pengembangan budaya Indonesia,
kita akan mencoba mempelajari arah pengembangan budaya Indonesia berdasarkan
persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu bangsa yang mandiri dan
berdaulat dan juga persyaratan-persyaratan lain yang harus dipenuhinya agar ia dapat
mempertahankan eksistensinya. Persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan yang
berdimenasi ke dalam (intern bangsa) dan berdimensi ke luar (global).
IDENTIFIKASI MASALAH
Setelah merdeka selama 50 tahun lebih, sudah sejauh manakah kita mengembangkan
budaya bangsa kita yang berlandaskan pancasila dan bermuka Bhinneka Tunggal Ika
tersebut sehingga benar-benar dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia Budaya modern yang bagaimanakah yang harus dikembangkan agar bangsa
Indonesia dapat menjawab tantangan dan menggunakan peluang yang dibawa oleh Era
globalisasi dan juga dalam memasuki abad ke-21 yang sudah di ambang pintu tersebut
sehingga bangsa dapat mempertahankan eksistensinya sebagai bangsa yang unggul dan
jaya.
PERUMUSAN MASALAH
Bagaimana perkembangan budaya nasional Indonesia sebagai budaya modern yang
supraetnis?
TUJUAN PENULISAN
Untuk mengetahui bagaimana perkembangan budaya nasional Indonesia sebagai budaya
modern yang supraetnis
KERANGKA TEORITIS
Definisi Antropologi
Definisi Antropologi secara etimologis
Menurut etnologinya kata antropologi berasal dari kata yunani “Antropo” yang berarti
manusia dan “logy” atau “logos” berarti ilmu yang mempelajari tentang manusia
Definisi Antropologi secara konseptual
• William A. Haviland
Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang
bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang
lengkap tentang keanekaragaman manusia.
• David Hunter
Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang
umat manusia.
• Koentjaraningrat
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan
mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
• Geertz
Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya
masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari
ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya
yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.
• Ralfh L Beals dan Harry Hoijen : 1954: 2
Antropologi adalah ilmu yang mempelajarai manusia dan semua apa yang dikerjakannya.
• Augusta Comte
Membicarakan Antropologi hanyalah berfikir tentang fosil-fosil. Memang pemikiran
yang demikian tidak selamanya salah karena mempelajari fosil merupakan suatu
cabang penelitian Antropologi. Arkheologi pada dasarnya berbeda dengan
Antropologi, di mana sesungguhnya arkheologi merupakan salah satu cabang
Antropologi.
• Darwin
Antropologi fisik berkembang pesat dengan melakukan penelitian-penelitian terhadap
asal mula dan perkembangan manusia. Manusia asalnya monyet, karena makhluk hidup
mengalami evolusi.Antropologi ingin membuktikan dengan melakukan berbagai
penelitian terhadap kera dan monyet di seluruh dunia.
Definisi Antropologi secara Operasional
Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman
fisik serta kebudayaan ( cara – cara berperilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai )
yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
Budaya – budaya Etnis sebagai Latar Belakang Budaya Nasional.
Gambaran bangsa Indonesia adalaha bangsa yang terbentuk dari berbagai suku, ras,
bahasa, budaya, dan agama, yang tersebar di ribuan pulau. Kenyataan bahwa Indonesia
adalah bangsa yang pluralistik harus kita akui dan hormati. Dalam UUD 1945, ada
pernyataan bahwa kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha
budidaya rakyat Indonesia seluruhnya. Usaha kebudayaan harus mengarah kemajuan abad.
Walaupun ada beberapa kelompok yang belum bisa menerima pernyataan ”visi yang jauh
ke depan” seperti misalnya orang Batak, yang selalu melaksanakan adat Batak saat
upacara perkawinan.
Perkembangan budaya – budaya etnis ialah ketika peradaban budaya barat mulai masuk,
masih ada suku yang masih belum lepas dari zaman batu. Ada suku yang telah mengenal
tulisan dan sastra tulis, dan ada yang hanya mengenal bahasa lisan saja. Ada suku
yang telah menggunakan sistem perairan dalam bersawah, dan ada yang masih berpindah-
pindah. Bahkan, ada yang masih hidup dengan hasil berburu, dan meramu hasil – hasil
hutan.Dari keanekaragaman di atas, dapar dilihat adanya lapisan – lapisan yang
memberikan persamaan pada budaya – budaya itu.
Dalam kerangka mengembangkan budaya nasional yang supraetnis, kita hendaknya
bersikap adil dan arif. Dan perlu mempertimbangkan, apakah budaya – budaya yang
sudah jauh terbelakang masih harus dipertahankan? Karena balik lagi pada UUD 1945,
bahwa kebudayaan harus mengarah pada kemajuan abad.
Di masa Kita Sekarang...
Ditinjau dari berbagai aspek kehidupan, adalah satu kenyataan yantg tidak dapat
disangkal bahwa kehidupan bangsa Indonesia sudah jauh berbeda sejak proklamasi
sampai dengan Orde Baru sekarang ini. Di bidang ideologi misalnya, bangsa Indonesia
sudah sepakat bahwa satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara adalah Pancasila. Dengan kata lain, apa saja yang kita lakukan harus
selalu diukur dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila pancasila
tersebut. Itulah sebabnya kita menyatakan bahwa pembangunan yang kita laksanakan
adalah pengamalan pancasila. Pekerjaan dan tugas nasional yang saat ini harus kita
laksanakan adalah mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan pembangunan untuk
menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.
Budaya Sebagai Pemersatu Bangsa
Persatuan dan kesatuan adalah alat ketahanan nasional dan juga budaya peradaban
Bangsa Indonesia di antara budaya bangsa-bangsa lain dan bagaimana budaya Bangsa
Indonesia itu berinteraksi dengan budaya yang beranekaragam itu.
Ada 2 prespektif budaya yaitu :
• Prespektif ke dalam : menyangkut peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa
melalui pengembangan budaya yang bercorak nasional yang supraetnis.
• Prespektif ke luar : meningkatkan kemampuan budaya Indonesia yang modern
untuk menghadapi budaya-budaya lain serta tantangan-tantangan dan juga agar
dapat menggunakan peluang-peluang yang terdapat dalam era globalisasi demi
eksistensi bangsa Indonesia dan demi peningkatan kemakmuran dan k
kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Tujuan yang ingin dicapai dari persatuan dan kesatuan bangsa adalah
stabilitas yang merupakan salah satu persyaratan untuk menjalankan
pembangunan. Stabilitas yaitu : segi keamanan, politik, ekonomi, hukum,
sosial, budaya, dan lainnya.
Budaya Nasional yang supraetnis
Budaya atau kebudayaan adalah semua yang dilakukan manusia dalam suatu kelompok
untuk menciptakan kehidupan yang tujuan akhirnya memberikan kesejahteraan dan
kebahagiaan kepada setiap anggota kelompok yang bersangkutan.
Didalam budaya terdapat 2 aspek yaitu :
• Aspek material : mengacu pada benda kongkret yang dihasilkan masyarakat.
• Aspek nonmaterial : mengacu kepada ciptaan yang abstrak yang dihasilkan oleh
masyarakat : adat kebiasaan, hukum, ide, nilai-nilai, dan kepercayaan.
Menurut Koentjaraningrat, unsur-unsur yang selalu hadir dalam setiap kebudayaan
disebut semesta budaya. Semesta budaya terdiri dari :
1. Sistem religi dan keagamaan
2. sistem dan organisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Bahasa
5. Sistem kesenian
6. Sistem mata pencaharian hidup
7. Sistem teknologi dan peralatan
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan memperkokoh persatuan dan
kesatuan Indonesia sebagai satu bangsa adalah melalui budaya dengan memberi warna,
corak atau muatan kebangsaan / nasional kepada unsur-unsur tertentu dari budaya
etnis.
Contoh yang dapat dilakukan sebagai upaya tersebut adalah :
• Bidang sastra dan pertunjukan etnis
Wayang Jawa dan Sunda dapat disampaikan dalam bahasa Indonesia, sehingga
suku-suku lain dapat mengenal dan menikmatintya, dan akhirnya yang paling
penting adalah merasa memilikinya.
• Bidang seni tari
Bagong Kusudiharjo menciptakan kreasi baru yang berakar pada seni tari atau
budaya etnis Jawa dan hasil ciptaannya bahkan ada yang mendapat apresiasi
dunia internasional.
• Bidang seni musik
Nortir Simanungkalit memadukan serta menyesuaikan alat-alat musik gondang
Batak dengan alat-alat musik orkestra Barat untuk menyampaikan lagu-lagu
tradisional Batak. Angklung Sunda telah menyebar kedaerah-daerah lain.
Sastra adalah salah satu sarana untuk menciptakan budaya nasional.Sastra nasional
yang melingkupi bahasa indonesia berperan penting dalam menumbuhkan rasa persatuan
dan kesatuan,maka dari itu perlu disadari dan dimanfaatkan sebesar-besarnya.
Bahasa indonesia sebagai salah satu unsur budaya yang sangat penting,daya cakup dan
daya pemersatunya sangat kuat,apalagi dengan alat-alat komunikasi yang sangat
canggih sekarang ini.Selain menjadi alat semata,bahasa Indonesia dewasa ini telah
berhasil pula menjadi pendukung atau ciri identitas bangsa.Semakin banyak rakyat
indonesia yang berbahasa indonesia sebagai bahasa pertama atau bahasa ibu,terutama
yang berdiam di kota-kota yang menjadi pusat pemerintahan,politik,perdagangan,dan
budaya.Pemakainya demikian bertumpang tindih dengan lapisan menengah dan bahkan
kelompok elit masyarakat indonesia yang semakin bertumbuh dan yang di masa-masa
mendatang semakin besar pengaruhnya dalam menentukan corak kehidupan dan budaya
indonesia yang diharapkan sanggup memberikan respons terhadap tuntutan masa depan
tersebut.
Jika diperhatikan dengan cermat,maka akan terlihat bahwa unsur-unsur budaya yang
telah terintegrasi dalam budaya indonesia yang sekarang berasal dari budaya
lain.Bahkan dalam banyak aspek kehidupan,kita hanya pemasok dan konsumen saja dari
produk-produk budaya asing.Pengambilalihan unsur-unsur budaya asng tersebut kita
lakukan secara sadar dan sengaja demi menciptakan budaya modern indonesia dan demi
mempertahankan eksistensi kita sebagai satuan kultural dan bangsa.Akhirnya
terciptalah budaya indonesia yang bercorak nasional dan juga becorak supraetnis
tanpa ada maksud untuk mendegradasi budaya etnis dan menundukkannya kepada budaya
nasional yang supraetnis itu.Sudah memang hakikat budaya bahwa dia akan selalu
berubah dan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.Sudah hakikat budaya pula bahwa
jika dia mengisolasi diri,maka dia tidak akan bisa berkembang.
Komunitas baru bagi bangsa indonesia berarti masyarakat indonesia secara keseluruhan
yang memperlakukan setiap warga negara RI sama tanpa membeda-bedakan latar
belakang,bahasa,ras,suku,dan agama.Setiap warga negara akan merasa “di
rumah’sendiri”dalam masyarakat yang demikian.Masyarakat indonesia yang berbudaya
nasional yang supraetnis itu adalah masyarakat pancasila bukan masyarakat yang
berlandaskan paham-paham yang lain.
Karena menjadi orang indonesia,kita harus siap untuk mengakomodasikan dan
mengintegrasikan dalam diri kita konsep-konsep kehidupan modern karena budaya
nasional indonesia yang supraetnis yang sedang kita kembangkan itu banyak bertumpu
pada konsep-konsep kemodernan
Budaya Modern Nasional yang supraetnis
Sekarang ada baiknya kita menyinggung walaupun sepintas pengertian kemodernan dalam
budaya. Budaya Modern, menurut Sultan Takdir Alisjahbana, adalah budaya yang
progresif dan dikuasai oleh ilmu dan teknologi. STA mengingatkan bahwa kita harus
mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya modern. Karena jika kita tidak
mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya moden dan tetap saja berpegang pada
budaya tradisional Indonesia, yaitu budaya yang disebutnya budaya ekspresif itu,
maka bangsa Indonesia akan dikalahkan oleh bangsa-bangsa lain yang lebih modern.
Selanjutnya ia juga mengingatkan untuk kita tidak berpuas diri dengan budaya
tradisional kita.
Koentjaraningrat, pakar antropologi dan budaya, melihat banyak hal dalam budaya
tradisional Indonesia (termasuk budaya etnis tentunya) yang dapat menghambat
pembentukan nilai-nilai budaya modern Indonesia.
Dalam pembahasan kelemahan mentalitas bangsa Indonesia dikemukakan bahwa bangsa
Indonesia memiliki :
1. Nilai budaya yang tidak berorientasi terhadap hasil karya manusia sendiri
2. Orientasi terlalu ke arah ke zaman lampau, sehingga akan melemahkan
kemampuan seseorang untuk melihat ke masa depan
3. Kecenderungan yang terlampau banyak menggantungkan diri pada nasib
4. Kecenderungan untuk menilai tinggi konsep sama-rata-sama-rasa
Cara untuk menghadapi budaya yang lebih unggul merupakan respon yang positif
dan konstruktif menurut Toynbee. Bahwa kesadaran serta keinginan kita untuk
mengembangkan budaya Indonesia menjadi budaya modern, dalam arti bahwa dalam
budya tradisional atau asli Indonesaia perlu diadakan perubahan-perubahan,
baik dalam nilai, mentalitas, maupun yang lain-lain, merupakan bagian dari
semacam aksioma bahwa budaya harus berubah dan perubahan itu juga sulit
ditentang.
Dalam perubahan budaya, ada yang akan tetap bertahan atau sama berubah, seperti
syaraf kita dan hasil seni. Di zaman era globalisasi seperti sekarang ini, budaya
Indonesia perlu dikembangkan sehingga unsur ipteknya juga di tingkatkan. Agar dapat
terwujud, masayarakat Indonesia harus sadar iptek. Sadar iptek adalah sadar bahwa
iptek itu :
1. Tanggam-budaya (sarat-budaya)
Terkait dengan nilai-nilai budaya tertentu dan oleh karena itu teknologi
tidak dapat di ambil ahli begitu saja dari suatu budaya dan diterapkan di
dalam budaya lain yang nilai-nilai nya jauh berbeda.
2. Dialektik
Iptek adalah berkat bersyarat, dengan kata lain selalu ada cost yang harus
dibayar.
3. Ada yang bersifat transaintifik
Efek-efek penerapan teknologi tertentu tidak dapat diperhitungkan sebelumnya
secara saintifik karena pengetahuan manusia di bidang sains belum mampu
melihatnya (di luar kemampuan ilmu).
Bangsa Indonesia akan menguasai, menggunakan dan menguasai iptek. Bangsa Indonesia
tidak akan seperti Gandhi yang mengganggap iptek barat adalah alat untuk mewujudkan
dorongan untuk memuaskan keinginan konsumtif yang berlebihan. Ia juga menganjurkan
untuk menghilangkan industri sama sekali karena industri jahat.
Bangsa Indonesia telah merumuskan fungsi iptek sehingga dapat mengangkal dampak
negative nya. Iptek merupakan hasil akhir dari suatu proses yang panjang dan agar
dapat menjadikannya bagian dari budaya dan kehidupan kita sehari-hari, maka kita
memerlukan perubahan nilai dan perilaku. Berikut adalah seperangkat sikap dan nilai
yang lebih sesuai dengan kehidupan modern, yaitu :
1. Terbuka terhadap inovasi dan perubahan
2. Menumbuhkan perhatian pada masalah-masalah di luar diri kita sendiri dan
dengan demikian tumbuh sikap yang lebih demokratis.
3. Lebih berorientasi terhadap masa depan daripada masa lampau.
4. Mengahargai perencanan dan menjalankan kehidupan berdasarkan rencana yang
dibuat.
5. Menggunakan potensi lingkungan secara arif dan tepat sehingga menjamin
pembangunan berkelanjutan.
6. Mengandalkan perhitungan sehinga tidak tergantung nasib.
7. Menghargai martabat manusia (menjamin HAM dan keadilan).
8. Dapat melihat kegunaaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
9. Menghargai pekerjaan sesuai dengan prestasi.
Daftar diatas hanyalah beberapa, karena selain nilai-nilai yang terdapat di atas,
masih banyak nilai-nilai yang lain yang diperlukan untuk menjalani kehidupan modern
Contoh Penerapan 7 Unsur Kebudayaan terhadap Kebudayaan suku Bgu
Bahasa
Bahasa yang digunakan merupakan bahasa tipe Melanisia, Non Austronesia. Bahasa-
bahasa lokal Irian
Sistem Organisasi / Kekerabatan
Sistem Penamaan mengikuti penamaan ala Eropa, yakni mengikuti nama keluarga ayah
Sistem Patrilinear
Sistem Virilokal, mewajibkan pengantin baru untuk tinggal di sekitar pusat kediaman
keluarga suami
Jika menikah suku Bgu memiliki syarat penting bahwa mereka harus mengumpulkan mas
kawin (krae). Krae terdiri atas rangkaian kerang dengan hiasan kerang besar bundar
(sebkos), rangkaian gigi anjing yang disebut kdarf, ikat pinggang dari manik disebut
bitem, dan tali kulit kayu disebut weimoki. Dan kadang-kadang ditambah uang.
Sistem Mata Pencaharian
Menanam, memanen dan meramu sagu
Berburu binatang seperti babi, kangguru, ular, kadal, kelelawar
Mencari binatang laut, seperti ikan, udang, kura-kura dan lain lain
Berkebun, pohon nangka, pisang dan kelapa
Sistem Religi
Secara resmi beragama kristen, namun ada berbagai kepercayaan dunia gaib
Sistem Teknologi
Penggunaan motor tempel kepada sampan-sampan yang membawa kopra (berton-ton) ke
tempat yang dapat dilabuhi oleh kapal besar.
Kesenian
Berkembangnya kepercayaan animisme dan dinamisme sangat mempengaruhi seni rupa. Hal
tersebut terlihat dari :
• Patung-patung dan motif ukiran yang dipahatkan berhubungan dengan pemujaan
terhadap roh nenek moyang
• Seni bangunan sebagai rumah tempat tinggal
Ex : rumbekwan, rumsram, sarmu, toro
Sistem Pengetahuan
Taraf pendidikan terlampau rendah
Selasa, 15 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar