Jumat, 09 Oktober 2009

Design - Poster & Invitation





Prioritization Matrix

Task : Project Selection and Prioritization Matrix

Subject : Team and Project Management

Lecturer : Mr. Tommy Parnando




Nilai Sosial acara TV

Task : Pencemaran Nilai Sosial dalam Acara Televisi

Subject : Indonesian Communication System

Lecturer : Mr. Indiwan Seto


LATAR BELAKANG

Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kehidupan manusia. Dari semua media

massa yang ada, televisi merupakan sumber informasi yang paling berpengaruh

terhadap pola pikir masyarakat, baru kemudian di susul surat kabar dan radio.

Pengaruh itu disebabkan, media massa terutama televisi memiliki kemampuan

menciptakan kesan (image) dan persepsi bahwa suatu muatan dalam layar kaca menjadi

lebih nyata dari realitasnya (Tabroni, 2003, p.1).

Televisi sendiri diperkenalkan di Indonesia pada 24 Agustus 1962 oleh Presiden

Soekarno dengan nama Televisi Republik Indonesia (TVRI). Kemudian pada akhir tahun

80-an, muncul RCTI yang mengudara pada 24 Agustus 1989, di susul SCTV pada 24

Agustus 1990, TPI pada 23 Jauari 1991, Anteve pada 7 Maret 1993 dan kemudian

Indosiar pada 11 Januari 1995. Perkembangannya menjadi semakin pesat sejak Menteri

Penerangan, Yunus Yosfiah mengeluarkan 5 kebijakan penting terhadap kebebasan pers

di Indonesia. Sejak saat itu, khusunya setelah digantinya kebijakan peraturan

menteri tentang SIUPP dari 01/Per/Menpen/1984 menjadi 01/Per/Menpen/1998, hampir

secara serempak muncul 5 stasiun televisi swasta baru, yakni MetroTV pada 25

November 2000, Global TV pada 15 Oktober 2001, TV-7 (Trans 7) pada 25 November 2001,

Trans TV pada 15 Desember 2001 dan Lativi (TVOne) pada 17 Januari 2002, serta

puluhan televisi daerah yang tersebar di Indonesia.

Berbeda dengan TVRI, televisi swasta sangat membutuhkan iklan untuk membiayai biaya

operasional stasiun televisi yang tidak sedikit. Sehingga semakin banyak jumlah

stasiun televisi , semakin membuat para pengelolas stasiun untuk semakin kreatif

dalam membuat dan memilah suatu program supaya tidak kalah bersaing dan memilki

rating tinggi. Program yang mempunyai rating tinggi yang berarti memiliki banyak

pemirsa, dengan sendirinya akan menjadi bahan rebutan pengiklan.

Salah satu program yang televisi yang saat ini sedang menjadi trend adalah Reality

Show. Reality show adalah salah satu jenis program acara TV dimana pendokumentasian

rekayasa realitas berlangsung tanpa skenario dengan menggunakan pemain dari khalayak

umum biasa ( tidak menggunakan artis). Tayangan ini akan menampilkan realita yang

ada untuk menggambarkan keadaan yang mungkin sering kita temui dalam kehidupan

sehari-hari. Namun seiring dengan perkembangan dan persaingan diantara stasiun

televisi swasta. Reality show dikemas dengan berlebihan bahkan dengan pencemaran

nilai-nilai sosial.


MASALAH UTAMA

Semakin banyaknya stasiun televisi, bukannya semakin memacu para pengelola untuk

bersaing menampilkan program yang kreatif, malah semakin mempererat persaingan yanga

ada. Salah satu contoh adalah program reality show yang seharusnya menampilkan

tayangan yang bersifat apa adanya, yaitu realita di masyarakat malah dijadikan

sebuah acara yang diracik sedemikian rupa untuk menarik minat penonton.

Reality Show secara istilah berarti pertunjukan yang asli (real), tidak direkayasa,

tidak dibuat-buat. Kejadiannya diambil dari keseharian, kehidupan masyarakat apa

adanya, yaitu realita di masyarakat. Tayangan reality show ini pada awalnya mirip

dengan dokumentasi news. Hanya saja pada perkembangannya reality show ini bukan

berita yang menjadi pokok tayangannya melainkan keterkaitan emosi penonton dengan

aktor-nya. Hanya saja seiring dengan perkembangan televisi dan tuntutan agar

mendapat rating yang tinggi, sebagai kemasan tontonan maka reality show diracik

sedemikian rupa bahkan hingga mencemarkan nilai-nilai sosial hingga emosi penonton

bisa tercapai.

Reality show sudah bias dari konsep aslinya, hampir menjadi simpang siur atas

kebutuhan pemirsa. Dalihnya reality show, akan tetapi supaya dapat membuat penonton

terharu, maka akan dilakukan penambahan-penambahan (rekayasa) agar alur ceritanya

menjadi sendu. Padahal hal ini merupakan suatu penyimpangan apalagi cerita bahkan

dibuat berlebihan dan mencemari nilai-nilai sosial.


Tayangan Termehek-Mehek

(http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=8565)

Termehek-Mehek adalah sebuah program reality show baru sejak tanggal 3 Mei 2008

lalu. Program yang diberi tajuk Termehek-mehek - sebuah istilah baru yang bahasa

bakunya terisak-isak- ini disiarkan setiap hari Sabtu dan Minggu pada pukul

18.15WIB. Dalam program ini seorang client diceritakan sedang mencari seseorang yang

telah hilang entah kemana setelah suatu perjumpaan atau pertemuan yang cukup lama.

Dalam upaya pencariannya inilah si client meminta bantuan tim acara termehek-mehek

untuk mencarikan si orang hilang dimaksud. Sebuah perjalanan yang terkadang dibikin

sedramatis mungkin- akhirnya berujung pada sebuah pertemuan dengan si orang yang

dicari. Dan terkadang pencarian berakhir pada sebuah cerita duka, misalnya si orang

yang dicari ternyata sudah meninggal.

klien sudah lama mencari kemana-mana sebut saja si Ani/Anita kekasihnya yang sangat

di cinta yang tidak tanpa kabar dan berita menghilang seolah ditelan bumi.

Article - Autism Awareness

Task : Article Autism Awareness

Subject : English for Writing

Lecturer : Mr. Tristan Stafford


In Autism problem, there is no reason, there is no cure, but there is a hope.

Nowadays, Autism Awareness becomes one of most popular social issue. American

Psychiatric Association defines Autism as a brain development disorder characterized

by impaired social interaction and communication, and by restricted and repetitive

behavior. Autism is not a disease or virus which can spread to anyone else, instead

of that, children who get autism should be accepted and helped by society and

government in medical and education aspect. What can be done to raise the awareness

of autism? There are a lot of things that we can do to raise the awareness and

acceptance from society to those autistic children.

People all have hidden talents, even autistic children. Maybe a lot of people do

not know yet that early intervention and quick handling to autistic children can

make those children develop and even have some accomplishments such as, writing,

painting, dancing and playing music. With that fact, Autism care community can hold

Expo as one big event that can raise awareness of autism. The Expo will start with

the talent show like singing and dancing in kind of mini concert from autistic

children. Gallery of painting or drawing will be exhibit to visitor of the expo.

Everything in the expo will show to other that autistic children can do something.

It also provides essential information and additional section with information

booths that will give parents guidance and information how to capture autistic

children’s talent.

Autism Awareness Festival will be the best media to raise awareness, there will be

talk show, discussion, and sharing experience. It can be the media where parents of

autistic children can meet some expert to talk about autism problem to educate

families about various treatment options for autism. Parents can share their

experience of their children, and some expert then will suggest and advise about

what to do to handle autistic children. Here, parents can ask about everything when

they feel really confuse about what to do firstly when they find out that they have

autistic children and what to do next to teach and develop their children. People

who came to the event will get a lot of information of school, clinic, therapy

center, seminar and workshop related to autistic children.

Lastly, government can also take concern with make a specific institution like

Autism Awareness Foundation which responsible as the center of Autism. This

institution will help parents that have problem with autistic children to know what

they need to do. This community also will give support mentally to the parents and

physically to the autistic children. This foundation can help government look up to

the problem and see that autism is becoming a serious problem. Government should

know what reasons that can causes autism problem. And take it as serious problem

that need to be solved. The institution will be the home base of autism.


In Autism problem, there is no reason, there is no cure, but there is a hope.

Basically instead of just autistic children’s parents, all people need to be aware

of autism problem. Just start learning and become aware of autism then support them.

Article - Music

Task : Article - Music

Subject : English for writing

Lecturer : Mr. Tristan Stafford

Everyone loves music. Music is everywhere, it fulfills our world and it has

importance and power. Music is a universal language. Music can be accepted in any

different people and different culture. It inspires common human feelings and brings

people together and creates universal community. Music also can be the media in

expressing feelings. It touches our emotional being and moods and feelings that are

sometimes difficult to express. It can change a difficult mood and make it happy or

excited it can change a light mood and take it deeper. World will be so quiet if

there is no music at all. Consider the difference between a party with music and one

without, or a sporting event, or a movie, or a romantic restaurant, or driving in

your car. World will be colored with music. Music is a gift from God, a sacred

expression of the Universal Life Force Energy that creates us all.

Article - Bali Tourism

Task : Article Tourism in Bali

Subject : English for Writing

Lecturer : Mr. Tristan Stafford


Bali, which is known as Paradise Island, attracts a wide variety of people with

entirely different interest and cultural background. For several reasons, I think we

should try to develop Bali more. First of All, Bali is one of the regions in

Indonesia which contributes a big amount of money to country’s state income, 50 %

from the whole Indonesia state income. Bali’s chief industry has provided the island

with a foreign tourist that is eager to pay for entertainment. The impact of tourism

is controversial since it became integrated into the economy and increased the

quality of life of Balinese people. Another reason that we decided to develop Bali

more is because it is one of the most popular destination for tourism in the world.

There are a lot of tourism objects, which can attract people to go there. The best

scenery, the harmony of the nature, the best adventurous activities are some

pleasure that we are going to have in and around this exotic island. Finally, Bali

is a special place no question, but the things that sets Bali apart is its culture.

Bali has rich of culture such as ritual, ceremony, sacred performance, and dances.

Balinese culture is performed worldwide not just on the Bali island, as we can see

Balinese dances are exported to the concerts of hall of Sydney, Paris and New York.

If they can explore it even it is not their own, why we can not. Bali has something

for everyone, no matter how old are they, no matter how much they pay, Bali is

always memorable. I feel we should develop it as our future assets.

Kamis, 08 Oktober 2009

Organizational Relationship

Korupsi

Task : Essay 'Tema : Korupsi'

Subject : Introduction to Sociology

Lecturer : Ms. Gita Akmal

Saya bersyukur hidup dan lahir di Indonesia., negeri yang dibilang grup legendaries

Koes Plus sebagai “Tanah Surga”. Karena begitu suburnya, sampai diibaratkan tongkat

kayu dan batu jadi tanaman. Saya juga bangga tercatat menjadi warga negara yang

berpenduduk besar mencapai 220 juta jiwa lebih. Itu artinya, saya memiliki banyak

sekali saudara yang tersebar di seluruh nusantara.

Dengan memiliki banyak saudara, ke manapun saya berada, tak terbesit rasa takut

akibat kekerasan, ancaman, kelaparan apalagi penipuan dari saudara-saudara yang

se-tanah air.

Namun, harapan tinggal harapan. Realita yang dapat kita lihat amat berbeda.

Populasi penduduk yang tidak terkendali menimbulkan banyak persaingan hidup yang

sangat ketat. Tak heran apabila, banyak yang memutar otak mempertahankan hidup

walau melalui kreativitas sesat. Apa saja diakali demi menangguk keuntungan yang

berlimpah.

Rasa bangga menjadi bangsa Indonesia secara langsung atau tidak, mulai terkikis,

bahkan malu, setelah merasakan hidup di bangsa yang mulai ambruk. Korupsi, menjadi

contoh kecil dari awal mulanya masalah-masalah bangsa yang semakin menghantui.

Korupsi merupakan salah satu bagian dari masalah yang menjadi momok bagi keuangan

dan masa depan bangsa. Bagaimana tidak, ketika kita tahu bahwa banyak sekali

peningkatan nominal pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), hal yang

harapan adalah bersama dengan itu, pembangunan akan jauh berkembang pesat.

Tetapi ternyata dana APBN yang disediakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas

bangsa terus diputar berbelok arah dari arah yang sebenarnya dan malah melaju cepat

menuju rekening-rekening para pejabat. Dari bidang pendidikan sekiranya 6,43 % dana

pendidikan APBN dikorupsi. Nilainya bukan hanya ratusan juta tapi mencapai milyaran

rupiah. Tapi mengapa Pendidikan dihambat oleh para pejabat bangsa sendiri. Negara

juga dirugikan senilai milyaran rupiah terkait dengan masalah tidak disetorkannya

Pajak Penghasilan oleh sejumlah daerah di Jawa Barat. Ternyata dan tersebut

dipergunakan untuk menutup berbagai kegiatan dan tunjangan, termasuk tunjangan bagi

pimpinan dan anggota dewan. Sesungguhnya saya juga berharap adakah Zorro bagi

Indonesia? Zorro adalah seorang tokoh pahlawan berkuda dan bertopeng yang berupaya

mencuri barang-barang orang yang kaya dan sombong terutama mendapat kekayaan

dari hal yang tidak lurus. Kemudian apa yang ia dapatkan ia bagikan bagi orang-orang

miskin yang membutuhkan. Atau seperti si Pitung, tokoh Betawi yang mencuri harta

belanda dan membagi-bagikannya pada bangsa Indonesia yang ditindas Belanda. Saya

tidak mengharapkan adanya tindak pencurian seperti itu. Tapi seharusnya semua orang

sadar bahwa Korupsi bukan jalan yang pantas dalam mendapat kenikmatan duniawi dan

kekuasaan, tetapi memang akan sedikit lebih baik, jika uang tersebut dibagikan

kepada orang miskin yang membutuhkan. Memang hal tersebut merupakan kreativitas

sesat, tetapi lebih baik daripada pundi-pundi hasil korupsi tersebut dinikmati oleh

diri sendiri.

Langkah maju pemberantasan korupsi terus bergulir bak bola salju . Meskipun

putarannya terkadang masih zigzag, diharapkan pada kemudian hari arahnya bisa lebih

fokus. Pekerjaan pemberantasan korupsi jelas bukan hanya banyak tidaknya temuan

uang yang terindikasi korupsi oleh BPK, tetapi persoalannya bagaimana menghimpun

kembali dana-dana yang raib tersebut agar kembali lagi ke pundi-pundi keuangan

negara. Oleh karena itu langkah BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan beberapa

institusi lain yang berupaya dalam pemberantasan korupsi pantas mendapat apresiasi

lebih. Seperti yang telah kemukakan oleh BPK , bahwa tindak lanjut temuan

pemeriksaan BPK saat ini baru mencapai 36,15 %, senilai Rp. 101 triliun. Melihat

tingginya nilai kebocoran negara dan rendahnya tindak lanjut penyelesaian temuan-

temuan BPK, sehingga kebiasaan perhatian kita terhadap peningkatan anggaran sebagai

ukuran kemajuan pembangunan sepertinya pantas untuk dikoreksi. Selain itu, menurut

saya, modus operandi penanganan tindak korupsi saat ini juga harus mulai melihat

dari nilainya, bukan hanya terfokus pada banyaknya jumlah kasus korupsi yang terjadi

di negara.

Untuk menghilangkan korupsi diperlukan kesadaran dari hal yang menjadi dasar.

Kesadaran bahwa tindakan tersebut merugikan banyak orang, banyak sosok, banyak

golongan dan menimbulkan kecemasan sosial yang dapat menghancurkan bangsa sendiri.

Apa mereka, sosok tikus-tikus penggerogot pundit-pundi uang bangsa sadar bahwa

ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang menderita karena apa yang mereka lakukan?

Apakah mereka sadar bahwa mereka menikmati kesenangan dan kesuksesan diatas

penderitaan banyak orang? Karena seperti yang kita semua ketahui, ketidaksadaran

menjadi akar masalah utama pembangunan dan kemajuan negara ini. Intinya orang yang

benar berarti orang yang sadar, tetapi orang yang sadar belum tentu benar. (sherly)

Penilaian Kinerja Pegawai

Task : Analisa Kinerja Pegawai

Subject : Management Strategies

Lecturer : Mr. Anthony Tampubolon

Pengertian Kinerja Pegawai

Pengertian Kinerja yaitu suatu hasil kerja yang dihasilkan oleh seorang karyawan

diartikan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2000:67) dalam bukunya Manajemen Sumber Daya

Manusia Perusahaan, mengemukakan pengertian kinerja sebagai berikut :

Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang

karyawan melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.

Selanjutnya peneliti juga akan mengemukakan tentang definisi kinerja karyawan

menurut Bernandin & Russell (1993:135) yang dikutip oleh Faustino cardoso gomes

dalam bukunya yang berjudul Human Resource Management,

Performansi adalah catatan yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu atau

kegiatan selama periode waktu tertentu.

Sedangkan Veithzal Rivai (2006:309) mengatakan bahwa kinerja merupakan

perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan

oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan.

Berdasarkan uraian tersebut di atas mengungkapkan bahwa dengan hasil kerja yang

dicapai oleh seorang karyawan dalam melakukan suatu pekerjaan dapat dievaluasi

tingkat kinerja pegawainya, maka kinerja karyawan harus dapat ditentukan dengan

pencapaian target selama periode waktu yang dicapai organisasi.

Pengukuran Kinerja Pegawai

Selanjutnya peneliti akan mengemukakan ukuran-ukuran dari Kinerja karyawan yang

dikemukakan oleh Bernandin & Russell (1993:135) yang dikutip oleh Faustino cardoso

gomes dalam bukunya Human Resource Managemen yaitu sebagai berikut :

1. Quantity of work : jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode

2. Quality of work : kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat

3. Job Knowledge : luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilannya.

4. Creativeness : keaslian gagasan –gagasan yang dimunculkan dan tindakan

5. Cooperation : kesediaan untuk bekerjasama dengan orang lain atau sesama

6. Dependability : kesadaran untuk dapat dipercaya dalam hal kehadiran d

7. Initiative : semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru

8. Personal Qualities : menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramahtamahan

Sedangkan Agus Dharma dalam bukunya Manajemen Supervisi (2003:355) mengatakan

”hampir semua cara pengukuran kinerja mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

a. Kuantitas, yaitu jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai. Pengukuran

kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan.

Ini berkaitan dengan jumlah keluaran yang dihasilkan.

b. Kualitas, yaitu mutu yang harus dihasilkan (baik tidaknya). Pengukuran kualitatif

keluaran mencerminkan pengukuran ”tingkat kepuasan”, yaitu seberapa baik

penyelesaiannya. Ini berkaitan dengan bentuk keluaran.

c. Ketepatan waktu, yaitu sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan. Pengukuran

ketepatan waktu merupakan jenis khusus dari pengukuran kuantitatif yang menentukan

ketepatan waktu penyelesaian suatu kegiatan.

Adapun aspek-aspek standar kinerja menurut A.A.Anwar Prabu Mangkunegara

(2005:18-19) terdiri dari aspek kuantitatif dan aspek kualitatif.

Aspek kuantitatif meliputi:

(1) Proses kerja dan kondisi pekerjaan

(2) Waktu yang dipergunakan atau lamanya melaksanakan pekerjaan,

(3) Jumlah kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan, dan

(4) Jumlah dan jenis pemberian pelayanan dalam bekerja.

Sedangkan aspek kualitatif meliputi:

(1) Ketepatan kerja dan kualitas pekerjaan

(2) Tingkat kemampuan dalam bekerja,

(3),Kemampuan menganlisis data/informasi, kemampuan/kegagalan

(4) Kemampuan mengevaluasi (keluhan/keberatan konsumen).


KRITERIA

Profesional di bidang Human Resources Management telah mengidentifikasi 6 kriteria

yang secara umum digunakan ketika membuat penilaian terhadap unjuk kerja seseorang,

yaitu :

1. Kualitas

Sejauh mana proses dan hasil kerja mendekati kesempurnaan. Artinya,

kemampuan dalam melakukan aktivitas sesuai dengan cara yang ideal dan

realisasi hasil kerja persis seperti yang diharapkan.

2. Kuantitas

Berkenaan dengan jumlah produksi (dapat dinilai ke dalam sejumlah uang

tertentu), jumlah unit dan jumlah siklus aktivitas.

3. Kecepatan Berespon

Sejauh mana suatu aktivitas pekerjaan dapat diselesaikan atau suatu output

produksi dapat direalisasikan dengan mempertimbangkan waktu yang digunakan

pekerja (dimana waktu tersebut juga dapat digunakan untuk aktivitas

pekerjaan lainnya). Juga dengan mempertimbangkan bagaimana koordinasinya

dengan output produksi yang berhubungan.

4. Efisiensi Biaya

Sejauh mana sumber daya yang dimiliki organisasi (orang, kapital, teknologi,

material) telah digunakan secara maksimal. Artinya, memperoleh hasil

setinggi-tingginya dengan menggunakan biaya serendah mungkin untuk setiap

unit dan juga untuk setiap penggunaan sumber daya.

5. Kontrol

Sejauh mana seorang pegawai dapat menjalankan tugas/pekerjaannya tanpa perlu

kontrol dari orang lain atau tanpa perlu intervensi orang lain untuk

menghindari hasil yang tidak diharapkan.

6. Pengaruh Hubungan Interpersonal (Interpersonal Impact)

Sejauh mana seorang pekerja dapat memperlihatkan self esteem, perhatian, dan

kerjasama dengan bawahan dan rekan sejawat.


KASOCs

Beberapa atribut penilaian yang sering digunakan dalam penilaian unjuk kerja adalah

Knowledge, Ability, Skill, dan Other Characteristics (KASOCs) dengan definisi

sebagai berikut :

1. Knowledge

Pengetahuan yang terorganisir, informasi, biasanya mengikuti prosedur tertentu, dan

fakta yang dapat langsung diaplikasikan untuk mencapai suatu fungsi tertentu.

2. Ability

Kompetensi yang diperlihatkan untuk bertingkah laku atau melakukan tindakan tertentu

yang teramati.

3. Skills

Kompetensi dalam segala hal yang memerlukan latihan yang dipelajari melalui

psikomotor termasuk kemampuan proses data, orang atau sesuatu yang sifatnya manual,

verbal dan mental.

4. Other Characteristics

Termasuk di dalamnya faktor kepribadian, attitude, aptitude, dan karakter fisik dan

mental, yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Tidak jarang para karyawan merasa kecewa karena dinilai tidak memiliki kinerja yang

standar. Mereka menganggap telah terjadi manipulasi data oleh penilai. Bisa saja

itu terjadi kalau penilaian kinerja terhadap karyawan dilakukan dengan ukuran

subyektif. Dengan kata lain terjadi peluang munculnya bias. Di sini, bias merupakan

distorsi pengukuran yang tidak akurat. Meskipun pelatihan bagaimana melakukan

penilaian kerja dapat mengurangi bias, maka bias sering terjadi ketika penilaian

tetap tidak lepas dari unsur emosional para penilai.

Bentuk bias penilai meliputi hal - hal berikut.


Hallo Effect

Bias ini terjadi ketika opini personal penilai terhadap karyawan mempengaruhi ukuran

kinerja. Sebagai contoh, jika seorang penilai menyukai seorang karyawan, maka opini

tersebut bisa jadi mengalami distorsi estimasi terhadap kinerja karyawan itu.

Masalah ini sering meringankan atau memberatkan ketika para penilai harus menilai

karakter kepribadian teman-teman mereka, atau seseorang yang sangat tidak disukainya.

Kesalahan Kecenderungan Penilaian Berlebihan

Beberapa penilai tidak menyukai untuk menilai karyawan apakah dalam kondisi efektif

atau dalam kondisi rata-rata. Dalam bentuk penilaian, distorsi ini menyebabkan para

penilai untuk menghindari penilaian ekstrem, seperti nilai amat buruk dan sempurna.

Sebagai gantinya mereka menempatkan angka-angka penilaiannya dekat rata-rata.

Inilah yang disebut bias atau kesalahan menilai. Padahal ini mengakibatkan kerugian

pada karyawan yang memang secara obyektif memiliki kinerja tinggi.


Bias Kemurahan dan Ketegasan Hati

Bias kemurahan hati terjadi ketika para penilai cenderung begitu mudah dalam menilai

kinerja para karyawan. Beberapa penilai melihat semua karyawan adalah baik dan

memberikan penilaian yang menyenangkan. Bias ketegasan hati merupakan hal yang

sebaliknya. Hal itu merupakan hasil dari para penilai yang begitu keras dalam

evaluasinya. Sering disebut “kikir” dalam menilai. Kedua bentuk bias ini lebih umum

terjadi ketika standar kinerja tidak jelas.


Bias Lintas Budaya

Tiap penilai memiliki harapan tentang perilaku manusia yang didasarkan pada

budayanya. Ketika orang-orang diharapkan untuk mengevaluasi yang lainnya dari kultur

yang berbeda, mereka mungkin menggunakan harapan budayanya kepada seseorang

memiliki kepercayaan atau perilaku yang berbeda. Dengan keragaman budaya yang lebih

besar dan tingginya mobilitas karyawan melintas batas internasional, sumber bias

potensial menjadi lebih mungkin muncul.


Prasangka Personal (Contrast Effect)

Ketidaksukaan penilai terhadap sebuah kelompok orang dapat mendistorsi penilaian

yang orang terima. Sebagai contoh, beberapa departemen SDM telah memperhatikan

penyelia pria boleh jadi memberikan penilaian rendah yang tidak semestinya diberikan

pada perempuan yang memegang pekerjaan atau jabatan yang secara tradisi dipegang

kaum laki-laki. Kadang-kadang para penilai tidak sadar akan prasangkanya, dan hal

ini membuat bias lebih sulit untuk dibatasi. Meskipun demikian, para ahli hendaknya

memberi perhatian dalam membuat pola penilaian tanpa adanya unsur prasangka.

Prasangka akan mengabaikan penilaian efektif dan dapat melanggar hukum

antidiskriminasi. Hal ini akan melanggar persamaan hak dalam pekerjaan.

Bagaimana mengurangi bias penilai? Manakala ukuran kinerja yang subyektif harus

digunakan, bias dapat dikurangi melalui pelatihan, umpan balik, dan teknik seleksi

kinerja yang lebih baik.

Ada tiga langkah pelatihan untuk para penilai, yaitu

1. Bias dan penyebabnya harus jelas,

2. Peranan keputusan tentang penilaian kinerja terhadap karyawan harus

dijelaskan untuk menekankan kebutuhan akan kejujuran dan obyektif, dan

3. Jika ukuran-ukuran subyektif digunakan, para penilai harus menggunakannya

sebagai bagian dari pelatihan.

Sebagai contoh, pelatihan di ruang kelas membutuhkan evaluasi terhadap

pelatih atau video-tape untuk menunjukkan situasi pekerja dan pekerjaan.

Kesalahan kesalahan yang tidak kelihatan selama evaluasi simulasi kemudian dapat

dibetulkan melalui tambahan pelatihan atau konseling. Sekali ukuran subyektif telah

dibahas dan masuk dalam praktik, para penilai harus memperoleh umpan balik tentang

penilaian sebelumnya. Apakah penilaian terbukti secara relatif akurat atau tidak

akurat. Umpan balik akan membantu para penilai menilai perilaku mereka secara lebih

tepat. Departemen SDM juga dapat mengurangi distorsi melalui penyeleksian teknik

penilaian kinerja yang hati-hati. Fokusnya pada teknik penilaian terhadap kinerja

masa lalu dan kinerja masa depan. Umpan balik dapat terjadi ketika yang dinilai

berhak untuk memprotes jika hasil penilaiannya dianggap tidak adil.


COMPANY PROFILE

Nama : PT. Soho Industri Farmasi

Berdiri : Tahun 1951

Presiden Direktur : Andreas Halim

Bidang usaha : Farmasi

Alamat : Kawasan Industri Pulo Gadung Jl. Pulo Gadung n0 6 Jakarta Timur

Produk : Diapet, Laxing, Curcuma Plus, Curvit.

Prestasi :

PT. Farmasi yang paling cepat berkembang diantara 20 pabrik lainnya.

Sejak didirikan sampai sekarang termasuk satu dari sepuluh pabrik teratas

Jumlah pegawai : 1500 orang


VISI DAN MISI

Visi

Menjadi pemimpin dalam bidang farmasi dan menyediakan produk kesehatan yang

berkualitas.

Misi

Bangga melayani customer dengan secara terus menerus menyediakan produk kesehatan

yang berkualitas serta mempromosikan hidup panjang yang berkualitas


CENTRAL PROBLEM

~ Masalah utama

• Waktu makan siang melrbihi ketentuan

• Bergosip saat atasan sedang tidak ada di kantor

• Sarana internet dan telepon digunakan untuk keperluan pribadi

~ Effect

• Masalah satu dan dua mengakibatkan pekerjaan kantor menjadi terbengkalai

• Pengeluaran kantor menjadi besar karena penggunaan fasilitas yang berlebihan

OBJECTIVE

• Diberikan sanksi yang keras dan tugas agar para karyawan/ti jera dan dapat

bekerja semaksimal mungkin pada saat jam kerja dikantor

• Memberikan penghargaan bagi karyawan/ti yang disiplin agar dapat dijadikan

teladan bagi karyawan/ti yang lain

AREA OF CONSIDERATION

• Diberikan training kepada para karyawan/ti untuk meningkatkan kemampuan dan

kinerja


• Diberikan insentif agar para karyawan/ti lebih aktif, dinamis, dan kreatif

• Melakukan pemotongan gaji karyawan/ti yang melakukan pelanggaran

ALTERNATIVE COURSE OF ACTION

• Memberikan surat peringatan

• Menarik semua fasilitas yang telah diberikan, seperti mobil, dsb

• Menurunkan pangkat karyawan/ti

• Memecat karyawan yang melanggar peraturan

ACTION PLAN

• Prioritas utama dari alternative course of action : Memberi surat peringatan

Action plan :

• Bagi karyawan/ti yang melanggar peraturan akan deberikan surat peringatan.

Maksimal penerimaan surat peringatan adalah 3 x, jika masih melakukan

pelanggaran, maka semua fasilitas akan ditarik lagi oleh perusahaan. Apabila

karyawan/ti tersebut masih melakukan pelanggaran, maka perusahaan akan

mengambil sikap tegas, yaitu memecat karyawan tersebut.

Perekrutan Tenaga Kerja

Task : Perekrutan Tenaga Kerja

Subject : Management Strategies

Lecturer : Mr. Anthony Tampubolon

Persaingan antar perusahaan di berbagai industri di era globalisasi ini layaknya

persaingan di arena lari maraton. Seperti layaknya pelari yang dituntut harus

memiliki stamina dan kecepatan agar bisa mencapai garis finish, perusahaan juga

membutuhkan karyawan yang kreatif, enerjik, segar dan tahan banting untuk memenangi

persaingan atau setidaknya mencapai target yang digariskan.

Bila seorang pelari ingin mencapai sekedar garis finish ia membutuhkan stamina dan

ketahanan fisik untuk menyelesaikan lomba. Namun bila ia ingin juara ada satu faktor

lagi yang harus dimiliki yaitu kecepatan. Hal yang sama juga dialamai perusahaan

dimana saat ini kita berada diera yang membutuhkan kecepatan untuk memenangi

persaingan. Disinilah kita akan melihat peran yang sangat signifikan dari divisi HRD

dalam pencapaian perusahaan. Strategi perekrutan dan pengembangan karyawan bisa

menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan atau kegagalan sebuah perusahaan.

Merekrut karyawan merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah. Di satu sisi,

sumber daya manusia (SDM) di Indonesia saat ini boleh dibilang melimpah ruah.

Ibaratnya, sekali pasang iklan, dijamin berbondong-bondong orang melamar. Namun, di

sisi lain, pada saat yang sama, kuantitas SDM yang "bertumpuk-tumpuk" itu tidak

serta merta diimbangi kualitas yang memadai. Oleh karenanya, agar proses perekrutan

karyawan menjadi efektif dan efisien, perlu diperhatikan tiga aspek penting.

Pertama: di mana sebaiknya melakukan publikasi untuk menjaring calon karyawan.

Kedua, bagaimana merekrut karyawan dalam kaitan dengan kondisi pasar kerja yang

berlimpah SDM tadi. Dan, aspek ketiga yang juga tak kalah penting, strategi merekrut

karyawan secara cerdas. Mari kita bedah ketiga aspek tersebut satu per satu.


TAHAPAN PROSES APLIKASI LAMARAN KERJA

Bila kita memasukan surat lamaran pekerjaan, bagaimanakah proses selanjutnya lamaran

kita tersebut. Berikut adalah tahapan suatu proses seleksi dalam sebuah lowongan

kerja:

1. Proses Seleksi Administrasi: adalah awal proses dimana sebuah surat lamaran

kerja diteliti kelengkapan administrasi dan persyaratannya. Dalam proses ini

apabila surat lamaran tidak lengkap atau dengan kata lain tidak melampirkan

persyaratan yang diminta maka lamaran tersebut otomatis tidak diproses lebih

lanjut. Dalam proses seleksi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar

atau yang menggunakan pihak ketiga atau konsultan maka proses ini menjadi

lebih sangat ketat. Tips: Jangan abaikan semua kelengkapan persyaratan yang

dibutuhkan dalam mengajukan surat lamaran.

2. Proses Tes Seleksi: adalah proses dimana sebuah lamaran dinyatakan layak

untuk dipanggil dan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu berupa rangkaian

Tes. Bagi posisi atau jabatan2 yang khas yang membutuhkan pengetahuan atau

skill tertentu biasanya dilakukan Tes yang yang berkaitan dengan skillnya

tersebut. Namun bila tidak maka biasanya pelamar akan menjalani rangkaian

Test Pengetahuan Umum & Bahasa Inggris atau Dasar-dasar komputer, dan

selanjutnya Psikotest. Seluruh rangkaian tes ini bertujuan untuk menyaring

kandidat pelamar yang benar-benar memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh

perusahaan. Tips: Persiapan diri dan latihan yang baik akan sangat membantu

saat melalui tes atau psikotest

3. Proses Wawancara dengan Psikolog: biasanya wawancara akan dilakukan setelah

kita mengikuti psikotest. Wawancara dengan psikolog adalah untuk menggali

sisi kepribadian dan sikap kita. Hasil wawancara akan melengkapi hasil-hasil

tes secara keseluruhan

4. Proses Tes Kesehatan: Bila pelamar telah lolos rangkain test dan rekomendasi

dari hasil psikotes, maka saat ini biasanya beberapa perusahaan besar

menghendaki calon karyawannya melalui tes kesehatan. Hal ini dilakukan untuk

menyaring pelamar dari penyakit yang berat misalnya Hepatitis B, Jantung,

TBC atau keterkaitan dengan Narkoba.

5. Proses Wawancara dengan User: Ini adalah proses terakhir dari rangkaian

seleksi penerimaan karyawan. Wawancara ini bertujuan agar user dapat

mengenal lebih dekat sebelum memutuskan calon karyawan tersebut layak atau

tidak bekerja diperusahaan. Biasanya dalam proses ini, bukan hanya yang

terbaik tapi juga yang dianggap dapat fit dalam organisasi perusahaan,

proses ini biasanya mengedepankan unsur subjektivitas daripada objektivitas.

Jika anda gagal dalam proses ini bukan berarti anda jelek, jadi tetap

optimis untuk ikut proses ditempat lain. Untuk sampai pada tahap wawancara

dengan user, anda sudah luar biasa dan berhasil menyisihkan ratusan bahkan

ribuan pelamar lainnya.


PROFIL PERTAMINA


PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia

(National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT

PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan

merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA.

bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA.

Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT

PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang

Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang

Minyak dan Gas Bumi.

PT PERTAMINA (PERSERO) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No.

20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat

Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan

ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1

tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998

tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001

tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya

PP No.31 Tahun 2003 "TENTANG PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN

MINYAK GAS BUMI NEGARA (PERTAMINA) MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)"

Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk

menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar

negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di

bidang minyak dan gas bumi tersebut.

Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:

1. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara

efektif dan efisien.

2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk

kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha

sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan

dan turunannya.

2. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat

pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang

telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan

3. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan

produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.

4. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan

usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1, 2, dan 3.


Studi Kasus: Menjalankan Tes Psikologi

Studi Kasus 1: Rekrutmen Sarjana

Situasi

Bagaimana Anda memastikan bahwa Anda merekrut orang bertalenta terbaik untuk

perusahaan Anda? Baiklah, salah satu perusahaan penasihat bisnis yang paling cepat

pertumbuhannya memutuskan bahwa Anda harus memulai dengan memasukkan sarjana.

Perusahaan tersebut telah menggunakan tes psikologi berbasis-kertas untuk membantu

hal ini, di mana para calon datang ke kantor tempat mereka akan bekerja bila mereka

berhasil, mengikuti tes dan diwawancarai oleh sebagian staf manajerial. Namun,

karena perusahaan Anda sekarang mempekerjakan hampir 1.000 sarjana setiap,

proses ini menjadi sangat menghabiskan waktu dan biaya. Proses ini juga tidak nyaman

bagi para calon.


Isu-isu Utama

Perusahaan Anda ingin mengurangi upaya dan uang yang dikeluarkan untuk rekrutmen

sarjana sembari meringankan beban bagi para pelamar, yang saat itu harus

menghabiskan waktu untuk perjalanan ke kantor, duduk mengikuti tes dan wawancara,

dengan peluang keberhasilan hanya sepersepuluh. Jika perusahaan dapat melakukan hal

ini, dan juga menghemat uang, berkurangnya upaya untuk melamar juga akan menjadi

nilai jual yang positif bagi pelamar sarjana pada masa mendatang.


Masalah-masalah yang harus diatasi

Tes sebelumnya bermanfaat tetapi perusahaan memutuskan perlunya pendekatan yang

segar. Perusahaan menginginkan tes yang lebih tinggi korelasinya dengan kesuksesan

dalam karier yang dilamar oleh para sarjana, sesuatu yang dapat dilakukan pelamar di

rumah mereka tetapi memberi pembacaan yang akurat terhadap kemampuan mereka.

Para manajer di berbagai kantor menghabiskan ribuan jam untuk mewawancarai calon

yang berpeluang kecil atau malah tidak berpeluang untuk ditawari pekerjaan. Hal ini

sering tampak jelas pada awal wawancara, tetapi demi kesopanan sebagian besar

manajer tetap melakukan wawancara sampai selesai; menghabiskan waktu lebih dari

keperluan dan menciptakan ekspektasi yang keliru di benak pelamar.

Solusi

Perusahaan melakukan pendekatan kepada salah satu penyelenggara tes psikologi

terkemuka dan menguraikan situasinya. Penyelenggara tes itu membuat sebuah tes baru

yang mencakup kemampuan verbal maupun numerik. Tes baru tersebut dibuat untuk

mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan dalam jalur karier yang dipilih. Karena tes

itu akan diikuti secara online oleh para calon, tanpa pengawasan sama sekali, masing-

masing tes berisi soal-soal acak dari bank soal besar, yang masing-masing memiliki

tingkat kesulitan yang sama, sehingga risiko memiliki pengetahuan sebelumnya

mengenai isi tes akan kecil sekali. Kenyataan bahwa tiap soal memiliki tingkat

kesulitan yang sama berarti bahwa dua calon dapat dibandingkan secara objektif dan

adil sekalipun mereka sebenarnya tidak harus menjawab soal yang sama.


Hasil dan manfaat yang didapatkan

Manfaat pertama adalah berkurangnya secara dramatis overhead manajerial yang

menyertai wawancara pelamar. Ini diperkirakan berjalan hingga ribuan jam. Ada juga

pengurangan yang signifikan dalam pengeluaran yang dibayarkan atas kehadiran dalam

wawancara.


Hasil tes tersebut rata-rata menyisihkan sekitar 60 persen pelamar, yang berarti

bahwa mereka yang datang wawancara sekarang memiliki peluang keberhasilan satu

berbanding empat. Selain itu, pengalaman manajemen melakukan wawancara jauh lebih

menyenangkan karena para manajer tahu bahwa masing-masing pelamar telah

memperlihatkan kinerja yang superior dan akan ada gunanya melakukan wawancara.

Proses modern untuk rekrutmen sarjana ini juga menghemat waktu dan upaya pelamar.

Penghematan ini menjadi bentuk promosi perusahaan kepada para pelamar berminat.

Meskipun perusahaan melakukan lebih banyak penelitian, hasil-hasil awal dari tes itu

menunjukkan korelasi yang tinggi antara skor yang diperoleh dalam tes verbal dan

numerik secara online dan kinerja dalam ujian profesional yang dilakukan selanjutnya.

Program penguatan kembali

Penggunaan tes online telah memungkinkan para sarjana melamar berbagai posisi

sepanjang tahun. Selain itu, perusahaan telah menetapkan kadar minimum dan standar

A-level, sehingga hanya para sarjana yang lolos tingkat ini yang diundang untuk

mengikuti tes online. Ini juga berarti bahwa jumlah sarjana yang perlu diwawancarai

untuk tiap jabatan turun dan sekarang menjadi satu berbanding tiga. Semua ini

membantu perusahaan tetap maju dengan merekrut talenta-talenta muda yang terbaik

dengan cara modern, efisien, dan efektif.

Komunikasi dalam Psikologi

Task : Pengertian Komunikasi Interpersonal, Intrapersonal, Internal dalam Psikologi

Subject : Pschycologi of Communication

Lecturer : Ms. Kasandra Putranto


KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi antara diri-sendiri dengan

diri-sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif

dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Komunikasi intrapersonal

umumnya kita lakukan sebelum kita melakukan komunikasi dengan orang lain, karena

sebelum berkomunikasi dengan orang lain kita biasanya berkomunikasi dengan diri

sendiri (mempersepsi dan memastikan makna pesan orang lain-internal dialog), hanya

saja caranya sering tidak disadari.


KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara diri sendiri dan orang lain atau

individu dengan individu. Komunikasi antara masing-masing individu dapat terjadi

secara tatap muka (Face to Face), yang memungkinkan masing-masing individu

reaksi individu lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal.

Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi dua arah dimana pihak-pihak yang

berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat ; pihak-pihak yang berkomunikasi

mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan baik secara verbal maupun

nonverbal.


KOMUNIKASI INTERNAL

Komunikasi yang terjadi dalam diri sendiri. Dari sisi psikologi komunikasi internal

merupakan komunikasi yang terjadi di dalam diri sendiri berkaitan dengan hal-hal

yang merupakan bagian dari psikis/mental/batin/ internal dari orang tersebut.

Misalkan kepercayaan yang dianut oleh individu tersebut.

Profil Indra W Antono

Task : Profil Kesuksesan Indra W Antono

Subject : Introduction to Sociology

Lecturer : Ms. Gita Akmal


Kita harus belajar mencintai hidup, apapun yang dapat dikerjakan, keras,

sulit, tetap jalani dan selalu cintai apa yang kita kerjakan.



Selalu Mencintai, itulah filosofi hidup dari pria berkacamata kelahiran Jakarta, 6

Januari 1971. Indra W Antono, Marketing Director Agung Podomoro Group yang memiliki

nilai-nilai hidup yang patut untuk ditiru ini memulai karirnya dari nol. Untuk

memenuhi kebutuhan membayar biaya kuliah saat itu di Fakultas Ekonomi, Universitas

Tarumanegara, beliau memulai karirnya sebagai seorang sales marketing door to door

di bidang properti pada tahun 1989. Pada tahun 1992, pria yang melanjutkan S2nya di

jurusan Management, Universitas Prasetya Mulya ini, bekerja freelance di bidang yang

sama yakni properti. Karirnya mulai menanjak ketika pada tahun 1993 beliau bekerja

untuk proses pembangunan Summarecon Serpong. Jabatan sales dan marketing staff

sempat dicicipinya disana sebelum akhiurnya beliau diangkat menjadi seorang

Marketing Manager. Tujuh tahun dirasa cukup untuk mengabdi di Sumarecon Serpong,

akhirnya karena merasa memiliki peluang yang lebih baik di Agung Podomoro Group,

pada 2001, pria yang awalnya bercita-cita menjadi pilot ini memutuskan untuk pindah

ke Agung Podomoro Group. Awal Karirnya di Agung Podomoro Group dimulai sebagai

General Manajer yang tanggung jawabnya mengurus langsung hal-hal yang berkaitan

dengan manajemen perusahaan. 2003, beliau mendapatkan jabatan yang lebih tinggi

yakni Asisten Marketing Director. Berkat keuletan dan kemampuan beliau, akhirnya

pada tahun 2005 hingga sekarang beliau berkesempatan untuk mendapat posisi yang

lebih tinggi lagi, yakni Marketing Director.

Masa paling berat? Beliau tidak memiliki masa paling berat tertentu, karena menurut

beliau kehidupan memang sudah berat dari awal. Duka adalah salah satu ujian, tapi

kita jarus hadapi, lewati dan jadikan itu sebuah pembelajaran. Dan dalam perjalanan

hidup, semakin banyak ujian yang dapat dihadapi dan dilewati, maka semakin besar

orang tersebut. Satu lagi analogi dari beliau, hidup seperti ketapel, semakin

ditarik, semakin sulit hal yang dihadapi, kita akan mendapat sesuatu yang lebih

baik.

Beliau selalu berfikir positif bahwa dalam mencapai kesuksesan, kita tidak boleh

berputus asa. Cobaan atau Tantangan dapat dianalogikan sebagai Pintu yang digembok,

jika kita hanya mencoba sekali, tidak akan bisa terbuka. Tapi jikat kita coba terus,

tekun dan tidak putus asa, maka segalanya akan menjadi mungkin. Beliau berpendapat

bahwa setiap orang memiliki karakter dimana dalam menjadi profesional yang

dibutuhkan adalah harus ada proses mencoba dan pembelajaran.

Cita-cita beliau selanjutnya adalah menjadi profesional yang lebih baik, tetap

berada di dunia properti yang menurut beliau adalah dunia seni, bagaimana mengubah

seonggok lahan menjadi suatu pemenuhan kebutuhan bagi manusia. Tetap Low Profile

tidak sombong karena beliau percaya bahwa roda kehidupan berputar.

Pesan-pesan beliau yang dapat dipetik adalah Setiap orang harus memiliki

karakteristik, orang yang memiliki karakteristik akan unggul dalam persaingan dengan

orang lain. Selain itu kita harus belajar dengan pengalaman yang ada, pengalaman

text book dengan pengalaman real yang akan kita hadapi nanti akan berbeda, maka kita

harus memiliki karaker. Leadership, sikap Fight, pantang menyerah, belajar cara

bicara, sikap dan juga keinginan untuk maju step by step juga merupakan sebagian

contoh sikap yang harus dimiliki.

Design - Max Production











Selasa, 06 Oktober 2009

Krisis Global - Indo Eco

Task : Langkah Penyelamatan Perekonomian Indonesia dalam Krisis Global

Subject : Indonesian Economic Systems

Lecturer : Mr. Muzani Mansoer


Pemberian Arahan

Pada 6 Oktober 2008, Presiden Susilo Bam¬bang Yudhoyono memberikan 10 arahan

kepada jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan pimpinan Badan Usaha Milik

Negara (BUMN). Arahan tersebut di¬maksudkan untuk mempertahankan kestabilan

pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sepuluh arahan itu antara lain adalah:

1. Himbauan untuk bersikap optimis dan bersinergi untuk memelihara momentum

pertum¬buhan ekonomi guna mengelola serta mengatasi dampak krisis keuangan

yang terjadi di Amerika Serikat.

2. Pemanfaatan perekonomian domestik dan mengambil pelajaran dari krisis 1998,

di mana sabuk pengaman perekonomian domestik adalah sektor UMKM, pertanian,

dan sektor informal.

3. Optimasi APBN 2009 untuk memacu per¬tumbuhan dan membangun social safety

net. Optimasi ini memperhatikan penyediaan infrastruktur dan stimulasi

pertumbuhan, alokasi anggaran penanggulangan kemiski¬nan yang tetap menjadi

prioritas, defisit anggaran yang harus “tepat” dan “rasional”

4. Tetap menggerakkan Dunia usaha khususnya sektor riil, agar penerimaan negara

tetap terjaga dan pengangguran tidak bertambah.

5. Menghimbau semua pihak untuk melakukan perdagangan dan kerjasama ekonomi

dengan negara sahabat.

6. Menggalakkan kembali penggunaan produk da¬lam negeri sehingga pasar domestik

akan bertam¬bah kuat.

7. Memperkokoh kemitraan (part¬nership) pemerintah dengan perbankan dan dunia

usaha.

8. Menghimbau semua kalangan untuk meghindari sikap egisektoral dan memandang

remeh masalah.

9. Mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan golongan dan pribadi.

10. Menghimbau Semua pihak melakukan komu¬nikasi dengan tepat dan bijak kepada

rakyat.


Langkah Kebijakan

Sebagai implementasi Sepuluh Arahan Presiden, beberapa langkah kebijakan telah

diambil untuk men¬gatasi dan mengantisipasi dampak krisis keuangan global. Rangkuman

langkah tersebut dipaparkan sebagai berikut:

Kepastian Hukum dan Jaminan Investasi

Mengacu pada krisis ekonomi tahun 1998, langkah-langkah prioritas yang dilakukan

pemerintah antara lain adalah mengutamakan proteksi rakyat kecil, memastikan

ketersediaan kebutuhan sehari-hari, biaya kesehatan, pendidikan dan layanan publik

lainnya agar tidak men¬galami gangguan. Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan

bebera¬pa insentif untuk memastikan sektor riil terus berger¬ak. Sekalipun gejolak

pasar saham dan fiskal banyak dipengaruhi oleh hal-hal di luar jangkauan pemerintah,

harus tunduk pada hukum global.

Perkuat dan Jaga Ketahanan Sektor Riil

Langkah kebijakan pemerintah untuk menjaga agar perekonomian tetap stabil di tengah

krisis antara lain dengan mendorong kinerja melalui pemberian insentif dan

disinsentif. Pemerintah akan menerapkan insentif ekspor beru¬pa perbaikan iklim dan

pengurangan biaya transaksi ekspor. Kebijakan itu dibuat untuk mencegah imbas krisis

keuangan global. Selain itu pemerintah juga akan merestitusi pajak penjualan dan bea

masuk termasuk strategi ekspansi ke pasar baru dan mengamankan dari produk ilegal.

Selain itu, Pemerintah juga terus berupaya menarik penanam modal luar negeri maupun

domestik untuk tetap menanamkan modalnya di sektor riil. Beberapa langkah yang

dilaku¬kan diantaranya perbaikan masalah yang dikeluhkan investor, dan pengendalian

impor barang yang bersifat konsumtif melalui peningkatan pengadaan dalam neg¬eri.

Untuk dapat meningkatkan ketahanan ekonomi In¬donesia di sektor riil, Pemerintah

mendorong sektor swasta untuk meningkatkan pertumbuhan usaha ber¬basis industri

manufaktur sehingga dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Adapun

basis industri manufaktur yang didorong pertumbuhannya oleh pemerintah adalah:

1. Tekstil dan Produk Tekstil

2. Alas Kaki

3. Keramik

4. Elektronika Konsumsi

5. Pulp dan Kertas

6. Petrokimia

7. Semen

8. Baja

9. Mesin Listrik & Alat Listrik

10. Alat Pertanian

11. Peralatan Pabrik

Pemerintah juga melindungi industri dalam negeri dari membanjirnya produk luar

dengan membatasi laju impor serta meningkatkan pengamanan pasar domestik produk

impor ilegal atau politik dumping. Selain itu, Pemerintah juga akan melakukan

penutupan pelabuhan-pelabuhan gelap, yang sering digunakan se¬bagai sarana

penyelundupan barang ilegal, serta mem¬perketat pengawasan bongkar muat barang di

pelabu¬han dan sepanjang pantai Indonesia.

Dalam menghadapi krisis keuangan global ini, pe¬merintah juga memberikan perhatian

khusus kepada In¬dustri Kecil dan Menengah (IKM), untuk menjaga tetap tersedia

lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan. Dalam sektor UKM, pemerintah terus

memastikan kelangsungan program kredit untuk rakyat dan berba¬gai program fasilitasi

UKM lainnya. KUKM perlu diting¬katkan karena, sektor KUKM Indonesia ditunjang oleh

48,9 juta unit usaha yang tersebar hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

Kontribusi bagi Kontribusi KUKM terhadap PDB sebesar Rp 1.778 triliun (53,3 persen)

dan menyerap tenaga kerja 96 persen. Pemerintah juga mendukung usaha peningkatan

hasil komoditi di beberapa sektor usaha.

Di sektor pertanian, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan

budidaya udang, kerang, kopi, coklat, ikan segar, dan daging. Semen¬tara, dalam

sektor industri terdapat minyak nabati, ge¬tah karet alam, kertas dan kertas koran,

serta barang tembaga.


Stabilisasi Moneter

Pemerintah melalui Bank Indonesia akan menempuh beberapa langkah,memperkuat

likuiditas sektor perbankan, yaitu menjaga pertumbuhan kredit pada tingkat yang

sesuai untuk mendukung target pertumbu¬han ekonomi,mengambil kebijakan neraca

pembayaran. Upaya tersebut diantaranya adalah :

1. Antisipasi pengeringan likuiditas global dengan memperkuat sektor perbankan,

pertumbuhan kredit dijaga pada level yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.

2. Pencarian pembiayaan defisit anggaran pendapa¬tan dan belanja negara dari

sumber nonpasar dan sumber-sumber pembiayaan lainnya, karena pem¬biayaan

melalui penerbitan surat utang makin sulit dilakukan.

3. Pemantauan neraca pembayaran , menjaga momentum arus modal ke dalam negeri.

4. Pemantauan penggunaan anggaran kementerian dan lembaga negara.

Berkaitan dengan pengeringan likuiditas di pasar keuangan dan perbankan, BI

menyederhanakan aturan Giro Wajib Minimum (GWM) untuk menambah keper¬cayaan diri

bank terhadap kondisi likuiditas perbankan yang melemah akibat krisis keuangan

global. Giro Wajib Minimum (statutory reserve) adalah sim¬panan minimum yang harus

dipelihara oleh Bank da¬lam bentuk saldo rekening giro pada Bank Indonesia yang

besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebe¬sar persentase tertentu dari Dana Pihak

Ketiga (DPK) bank.

Langkah lain yang ditempuh Bank Indonesia dian¬taranya adalah membuka ruang untuk

repo Surat Utang Negara (SUN) atau SBI yang diperpanjang masa ber¬lakunya hingga

tiga bulan. Menjaga kesinambungan pertumbuhan 2009, Bank Indonesia memastikan

inflasi tahun 2009 terkendali pada kisaran 6,5-7,5 persen. Dengan

pertimbangan tetap mewaspadai gejolak yang terjadi saat ini dan tetap fokus menjaga

nilai rupiah yang tercermin dari inflasi dan nilai tukar. Dan yang terakhir, BI Rate

disesuaikan menjadi 9,5 persen agar suku bunga riil tetap terjaga pada kisaran 2-2,5

persen. Da¬lam jangka pendek, kenaikan BI Rate ditujukan untuk menurunkan ekspektasi

inflasi pelaku pasar. Ekspek¬tasi inflasi yang tinggi telah membuat nilai tukar

jatuh melewati batas psikologis Rp9.500 per dollar AS. Pa-dahal, inflasi tinggi amat

berbahaya, karena dapat menurunkan nilai aset yang dimiliki masyarakat golongan

bawah.

Krisis Global

Task : Krisis Global

Subject : Indonesian Economic System

Lecturer : Mr. Muzani Mansoer

Perekonomian yang terjadi saat ini mengacu pada perekonomian terbuka, dimana dalam

kondisi ini setiap negara melakukan perdagangan antar negara atau perdagangan

internasional. Tujuan dari suatu negara melakukan Perdagangan adalah peningkatan

welfare atau kemakmuran dari negara tersebut, yang diindikasikan dengan meningkatnya

GDP (Gross domestic Products), meningkatnya Industrialisasi, kemajuan transportasi,

dan usaha pengembangan kearah globalisasi. Hubungan Perdagangan Internasional

tersebut kemudian menciptakan suatu perekonomian yang saling menguntungkan

dan stabil. Namun Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat telah mempengaruhi

stabilitas ekonomi global di beberapa kawasan dunia.

Saat ini hampir semua negara-negara di dunia menganut sistem pasar bebas sehingga

terhubung satu sama lain. Sistem tersebut menyebabkan aliran dana bebas keluar masuk

dari satu negara ke negara lain, dengan regulasi moneter tiap negara yang beragam.

Akibatnya setiap negara memiliki risiko terkena dampak krisis. Secara umum, negara

yang paling rentan terhadap dampak krisis adalah negara yang fundamental ekonomi

domestiknya tidak kuat.


Krisis keuangan global yang bermula dari krisis kredit perumahan di Amerika Serikat

memang membawa implikasi pada kondisi ekonomi global dan perdagangan internasional

secara menyeluruh. Hampir di setiap negara, baik di kawasan Amerika, Eropa, maupun

Asia Pasifik, merasakan dampak akibat krisis keuangan global tersebut. Dampak

tersebut terjadi karena tiga permasalahan, yaitu adanya investasi langsung,

investasi tidak langsung, dan perdagangan. Dalam menghadapi krisis keuangan dan

resesi ekonomi global, dibutuhkan ketenangan semua pihak agar dapat senantiasa

berpikir rasional untuk mencarikan solusi.


Berkaitan dengan fenomena tersebut, Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk mengulas

tentang pengaruh krisis keuangan global terhadap perdagangan dan perekonomian

internasional. Sehingga dimasa yang akan datang, kita selaku pelaku ekonomi dapat

memahami lingkungan bisnis terkini kita dengan lebih baik. Dengan memahami fenomena

dunia bisnis terkini, kita akan lebih mudah menyusun strategi dalam beradaptasi di

lingkungan global.


Krisis Keuangan Global, Efek Domino Amerika Serikat

Ketika kondisi perekonomian sebuah negara adidaya berubah dan mengalami goncangan,

dapat dipastikan akan membawa konsekuensi yang luas pada perekonomian dunia.

krisis keuangan Amerika Serikat mempengaruhi tatanan sistem keuangan berbagai negara.


Bermula dari Subprime Mortgage

Sejak tahun 1925, di Amerika Serikat sudah ada Un¬dang-undang Mortgage, yaitu

Peraturan yang berkaitan den¬gan sektor properti, termasuk kredit pemilikan rumah.

Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu,mendapatkan kemudahan kredit

kepemilikan prop-erti, seperti KPR. Kemudahan pemberian kredit terjadi ketika harga

properti di AS sedang naik. Kegairahan pasar properti membuat spekulasi di sektor

ini meningkat. Para pe¬nyedia kredit properti memberikan suku bunga tetap se¬lama

tiga tahun. Hal itu membuat banyak orang mem¬beli rumah dan berharap bisa menjual

dalam tiga tahun sebelum suku bunga disesuaikan.

Permasalahannya, banyak lembaga keuangan pemberi kredit properti di Amerika Serikat

menyalurkan kredit kepada penduduk yang sebenarnya tidak layak mendapatkan

pembiayaan. Mereka adalah orang den¬gan latar belakang non-income non-job

non-activity (NINJA) yang tidak mempunyai kekuatan ekonomi un¬tuk menyelesaikan

tanggungan kredit yang mereka pin¬jam. Situasi tersebut memicu terjadinya kredit

macet di sektor properti (subprime mortgage). Selanjutnya, kredit macet di sektor

properti mengakibatkan efek domino ambruknya lembaga-lembaga keuangan besar di

Amer¬ika Serikat. karena, lembaga pembiayaan sektor properti pada umumnya meminjam

dana jangka pendek dari pihak lain, termasuk lembaga keuangan.

Jaminan yang diberikan perusahaan pembiayaan kredit properti adalah surat utang,

mirip subprime mortgage securities, yang dijual kepada lembaga-lemba¬ga investasi

dan investor di berba¬gai negara. Padahal, surat utang itu ditopang oleh jaminan

debitor yang kemampuan membayar KPR-nya rendah. Dengan banyaknya tunggakan kredit

perusahaan pembi¬ayaan tidak bisa memenuhi kewa¬jibannya kepada lembaga-

lembaga keuangan, baik bank investasi maupun asset manage¬ment. Hal tersebut

mempengaruhi likuiditas pasar modal maupun sistem perbankan,mengakibatkan

pengeringan likuiditas lembaga-lembaga keuangan akibat tidak memiliki dana aktiva

membayar kewajiban yang ada. Ketidakmampuan bayar kewajiban tersebut membuat

lembaga keuangan lain yang memberikan pinjaman juga terancam bang¬krut. Kondisi

dihadapi lembaga-lem¬baga keuangan besar di Amerika Ser¬ikat juga mempengaruhi

likuiditas lem¬baga keuangan lain, yang berasal dari Amerika maupun di luar Amerika.

Terutama lembaga yang meng¬investasikan uangnya melalui instrumen lembaga besar

di Amerika Serikat. Di sinilah krisis keuangan global bermula. Untuk

menghindari meluasnya kri¬sis subprime mortgage dan membawa dampak buruk

terhadap perekonomian Amerika Serikat, pemerintah Amerika Serikat dan Bank Sentral

Amerika (The Fed) mengeluarkan kebijakan untuk membantu beberapa lembaga-lembaga

besar tersebut. Upaya tersebut sekaligus dikemas dalam kebijakan moneter

untuk menekan angka inflasi serta menstabil¬kan nilai tukar mata uang dolar Amerika

Serikat. Rangkaian tindakan antisipasi di Amerika Serikat telah dimulai pada tanggal

5 September. Saat itu, pe¬merintah AS mengambil alih perusahaan pembiayaan Fannie

Mae dan Freddie Mac untuk penyehatan arus kas dua perusahaan tersebut. Selanjutnya,

pada tanggal 16 September The Fed mengucurkan pinjaman USD 85 miliar ke American

International Group untuk mengambil alih 80 persen saham perusahaan asuransi

tersebut. Pada tanggal 18 September 2008, Pemerintah AS meminta Kongres untuk

menyetujui paket penyelama-tan ekonomi, berupa dana talangan pemerintah (bail¬out)

USD 700 miliar. Presiden George Bush menyata¬kan perekonomian AS dalam bahaya jika

Kongres tidak menyetujui rencana bailout. Meskipun demikian, tanggal 29 September

2008, Kongres AS menolak rencana bailout. Akibatnya, In¬deks Dow Jones merosot 778

poin, posisi yang terbe¬sar dalam sejarah pasar saham di Amerika Serikat. Akhirnya

tanggal 3 Oktober 2008, Kongres menyetujui bailout. Selanjutnya, Presiden Bush

menan¬datangani UU Stabilisasi Ekonomi Darurat 2008. Un¬dang-undang yang memuat

rencana pengucuran dana talangan pemerintah (bailout) sebesar USD 700 miliar untuk

mengambil alih beberapa perusahaan lem¬baga keuangan yang merugi di pasar modal AS.


Dampak Krisis Keuangan AS yang Mengglobal

Masalah subprime mortgage di Amerika Serikat sebenarnya sudah mulai terlihat sejak

Agustus 2007. Hal itu sudah ditengarai akan menjadi gelembung sub¬prime (bubble),

akan tetapi pemerintah Amerika Serikat terus mengucurkan uang dan menurunkan suku

bunga untuk mengangkat sektor industri teknologi yang men¬galami penurunan. Usaha

Pemerintah AS dengan mengucurkan dana talangan pemerintah sebesar USD 700, hanya

semen¬tara saja dapat meredam gejolak pasar. Pasalnya, mayoritas investor di seluruh

dunia terpaksa menjual por¬tofolio saham yang dimiliki secara besar-besaran untuk

menutupi kebutuhan likuiditas sehingga mengakibatkan terhempasnya pasar modal dunia.

Secara khusus di Wall Street, mayoritas investor yang mengalami kerugian pada saat

indeks saham jatuh 777,7 poin, akibat penolakan bailout oleh House of

Representative, Juga ikut menjual portofolio yang ditanam di berbagai negara,

termasuk di Indonesia. Pada tanggal 10 Oktober, indeks bursa berbagai negara kembali

jatuh, sehingga sepuluh bank sentral dari berbagai negara menurunkan suku bunga agar

beban utang para investor yang merugi tidak semakin besar.


PEREKONOMIAN INDONESIA DI PUSARAN KRISIS GLOBAL

Fundamental ekonomi di Indonesia saat ini cukup kuat dalam menghadapi efek domino

krisis keuangan global. Hal tersebut bisa dilihat dari indikator Pertumbuhan ekonomi

Indonesia yang meningkat dari 5,5 persen di tahun 2006 menjadi 6,3 persen pada tahun

2008. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak krisis tahun 1998. Indikator

lain adalah terkendalinya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika (USD), laju

inflasi yang relatif terkendali, menurunnya suku bunga (BI Rate), dan penerimaan

dalam negeri (pajak) terus meningkat. Untuk beberapa tahun kedepan, inflasi

Indonesia akan terjaga seir¬ing dengan menurunnya goncangan ekonomi domestik dan

fundamental ekonomi Indonesia yang semakin kuat (Aksa, 2008).


Dampak Krisis Keuangan Global bagi Indonesia

Krisis keuangan di AS mengakibatkan pengeringan likuiditas sektor perbankan dan

institusi keuangan non-bank yang disertai berkurangnya transaksi keuangan.

Penger¬ingan likuiditas akan memaksa para inves¬tor dari institusi keuangan AS untuk

melepas kepemilikan saham mereka di pasar modal Indonesia untuk memperkuat

likuiditas keuangan institusi mereka.

Aksi tersebut akan menjatuhkan nilai saham dan mengurangi volume penjualan saham di

pasar modal Indonesia. Selain itu, beberapa perusahaan keuangan Indonesia yang

menginvetasikan dananya di instrumen investasi lembaga keuangan di AS juga mendapat

im-bas atas kejatuhan nilai saham tersebut.

Dampak langsung yang terjadi adalah kerugian pada sebagian kecil investor yang

memiliki exposure atas aset-aset yang terkait langsung dengan institusi-institusi

keuangan Amerika Serikat yang bermasalah, misalnya lembaga keuangan Indonesia yang

menanam dana dalam instrumen Lehman Brothers. Sedangkan dampak tidak langsung krisis

finansial global, antara lain;

• Mempengaruhi momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam bentuk pengeringan

likuiditas, lon¬jakan suku bunga, anjloknya harga komoditas, dan melemahnya

pertumbuhan sumber dana.

• Menurunnya tingkat kepercayaan konsumen, inves¬tor, dan pasar terhadap

berbagai institusi keuangan yang ada.


• Flight to quality, pasar modal Indonesia terkoreksi akibat indikasi

melemahnya mata uang rupiah

• Kurangnya pasokan likuiditas di sektor keuangan karena kebangkrutan berbagai

institusi keuangan global khususnya bank-bank investasi akan ber¬dampak pada

cash flow sustainability perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Akibatnya, penda¬naan ke capital market dan perbankan global akan mengalami

kendala dari aspek pricing (suku bunga) dan availability (ketersediaan dana).

• Menurunnya tingkat permintaan dan harga komoditas utama ekspor Indonesia

tanpa diimbangi peredaman laju impor secara signifikan akan menyebabkan

defisit perdagangan yang semakin melebar dalam beberapa waktu mendatang.

• Selanjutnya defisit perdagangan tersebut akan me¬nyulitkan penggalangan

capital inflow dalam jumlah besar untuk menutup defisit itu sendiri seiring

den¬gan keringnya likuiditas pasar keuangan global.


DAMPAK KRISIS TERHADAP FOREIGN DIRECT INVESTEMENT INDONESIA

Krisis keuangan global tampaknya juga membuat semakin kecilnya peluang untuk

mengandalkan investasi langsung (Foreign Direct Investation/FDI) dari AS, Eropa

maupun Asia yang juga terkena dampak krisis finansial tersebut. Investasi langsung

dari Timur tengah merupakan pilihan terbaik untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi

dari aspek investasi. Sejauh ini negara-negara di kawasan tersebut relatif tidak

terpengaruh krisis keuangan AS, karena cadangan devisa dari hasil minyak yang

melimpah dan kalangan swastanya yang bermodal besar. Untuk itu, pemerintah harus

mengambil setiap kesempatan untuk meningkatkan investasi dari kawasan itu.

Foreign Direct Investment (FDI) merupakan pemberian pinjaman atau pembelian

kepemilikan perusahaan di luar wilayah negaranya sendiri. FDI terjadi manakala

bisnis kita melakukan investasi pada fasilitas dan atau memasarkan suatu produksi di

luar negeri. FDI tidak lain investasi langsung di luar negeri. Jadi, FDI bukanlah

ekspor maupun lisensi. FDI, ekspor, dan lisensi dalam keberadaannya mempunyai posisi

sebagai tiga alternatif cara bisnis kita menggapai pasar luar negeri.

Sepintas dipersepsikan FDI berbiaya tinggi dan penuh risiko daripada melakukan

lisensi atau ekspor. Hal itu, karena mesti membangun fasilitas produksi,

mengakuisisi perusahaan asing dimana jelas terdapat perbedaan ketentuan perundang-

undangan termasuk budaya. Akan tetapi, ekspor dililiti biaya transfortasi dan

hambatan-hambatan kebijakan negara tujuan. Juga, lisensi mempunyai kelemahan

memebrikan peluang technological know how pada pesaing, tidak adanya pengendalian

sendiri serta timbul berbasis produk. FDI dipilih dalam kondisi profitabilitas

melebihi ekspor maupun lisensi. Ini berarti, biaya transportasi dan hambatan-

hambatan perdagangan ekspor tidak menarik, kita ingin mempertahankan pengendalian

dan keterampilan teknologi, operasionalisasi, strategi bisnis, dan atau kemampuan

bisnis tidak ccocok dengan lisensi. Dalam kondisi FDI telah menjadi pilihan. Adalah

kita mesti menentukan flow FDI dan stock FDI. Sejumlah pengelolaan FDI selama

periode tertentu dimaksudkan sebagai flow FDI dimana stock FDI mengarah kepada

keseluruhan nilai akumulasi aset-aset yang dimiliki dan diperoleh dari negara

tujuan. Selain hal demikian, dipertimbangkan juga arus FDI yang keluar dari negara

kita serta arus FDI yang masuk ke negara kita. Satu kali keputusan FDI diambil maka

kita siap bersaing bukan sekedar dengan pesaing di negara sendiri melainkan bersaing

di negara tujuan. Dengan demikian keputusan FDI merupakan suatu keputusan yang besar.


Dana dari investor asing akan pergi dari indonesia karena :

1. deleveraging, adanya kesulitan likuiditas yang dialami oleh investor asing

2. currency risk exposure, yaitu dimana investor asing tidak mau mengambil

resiko dengan melemahnya nilai rupiah terhadap dollar.

3. Pasar modal lokal yang tidak menentu

Sehingga dengan demikian dari keadaan sebab akibat investasi asing di Indonesia,

dapat disimpulkan, bahwa keadaan finansial global ternyata merupakan faktor "x" yang

tidak bisa kecualikan dari adanya investasi di suatu negara, khususnya negara

berkembang seperti Indonesia. sehingga dengan demikian secara makro pemerintah dalam

hal adanya krisis finansial global perlu mengeluarkan kebijakan ekonomi yang mampu

memproteksi ekonomi dalam negeri. secara mikro, pemerintah yang telah berhasil

menjaga keamanan yang merupakan salah satu syarat faktor investasi asing, dirasa

perlu untuk melakukan tindakan represif yang ketat terhadap suatu kredit perbankan

ataupun kegiatan di pasar modal (terkait tindak pidana pasar modal), yang merupakan

suatu mekanisme tidak langsung dalam kapitalisasi modal asing di Indonesia.

Fx Widianto

Task : Profile FX WIdianto

Subject : Entrepreneurship Project

Lecturer : Ms. Rini Sanyoto

FX Widayanto , tanpanya mungkin dunia keramik akan tenggelam. Dunia keramik patut

berbangga mempunyai seorang seniman yang berbakat . Seniman yang bisa hidup dari

seni keramik yang amat sedikit peminatnya. Terbukti pada tahun 1974 ketika beliau

memperdalam seni keramik di ITB hanya ada 2 mahasiswa. Pada saat itu kedua orang

tua nya pesimis akan impian seni keramik yangdimiliki maestro keramik itu.

Karenapada zaman itu profesi sebagai seorang insinyur, dokter, dan berbagai profesi

di bidang ilmiah sangatlah diminati. Tapi akhirnya ia bisa membuktikan kepada

orang tuanya dan kepada semua orang bahwa ia bisa sukses, Kesuksesannya dapat

dilihat dari hasil jerih payahnya menciptakan keramik dan menjadikan itu sebagai

bisnis art. Kesulitannya dalam bisnis ini adalah anak-anak buah beliau yang

meninggalkannya dan membangun bisnis sendiri yang kemudidan menjadi head

competitor,dan yang menjadi puncak kesulitan adalah management baik dari segi produk

dan staff control. Ketekunan menjadi nilai yang melandasi kesuksesan beliau. Selain

itu dalam menjalani dan mengembangkan itu beliau juga memiliki sifat seperti gigih,

tidak mudah putus aja, kreatif, dan punya mimpi yang fokus dan terarah, percaya diri

dan harus tiga langkah didepan. Tujuan beliau selain berbisnis adalah dapat berkarya

sambil melayani dimana beliau ingin mengajarkan dan menerapkan keramik dari dini

supaya seni keramik itu tidak terkikis dan hilang.


FieldTrip yang telah dilaksanakan pada 17 Januari 2009 kemarin merupakan salah satu

event yang berkesan karena meliputi berbagi aspek, fun, challenging dan

kebersamaan. Venue yang digunakan juga memiliki suasana dan view yang jarang

ditemukan di Jakarta. Dengan pengalaman yang saya dapatkan ini saya akan

mempromosikan kepada orang lain.

iRace with iPhone

Task : iPhone Campaign

Subject : Marketing Communication

Lecturer : Mr. Leonnard Ong


BACKGROUND

The background of the campaign is based on the high technology lifestyle that is

being lived by most of people nowadays in metropolitan city like Jakarta. The

campaign is also used to make people aware of High Technology and they will present

it to their life and it will become lifestyle. People now are different with people

20 years ago. Nowadays, with their hectic working and dynamic life as well as

socializing with others in the same time, they must want a gadget which can fulfill

their needs of both entertainment and cover for the business aspect. As time goes

by High Technology Gadget especially will not only become the third needs, secondary

needs, but now it will become primary needs. Why ? Because people need it. Imagine

when 1831, Joseph Henry ,Michael Faraday found the television where it started

become the beginning of the communication era. Imagine if we do not accept that,

communication will not become as easy like now. Now Technology can cover all things.

It can destroy everything but if we can handle that, it will become useful to us.

Now Apple Iphone 3G provide a very high technology that can be used as the daily

gadget in a very busy life like now. Now the tings that we want to do, is to fulfill

the emptiness of the tools that can provide everything in every aspect. We can cover

business area, entertainment area especially with our campaign that provide some

interesting and challenging activity that can help people continue their life with a

high technology gadget. In this campaign we also would like to change the

unawareness of people in high technology gadget become awareness then action.

Because We want to make people able to live in mobile life with high technology

gadget.


EVENT CONCEPT :

Racing will starts in Jakarta and finish in Bali

Racer must arrive at the pit stop as soon as possible and earlier than the others.

They should arrive at the pit stop earlier, but they do not just race and find the

place. They will have some challenge in some cities to test their teamwork and

ability, they should finish the challenge earlier than the other to get the clue and

then race to the next pit stop.

RUTE :

Jakarta - Bandung - Yogyakarta - Surabaya - Bali

TIME :

5-6 Days

RACER :

We will have 20 person and they will be divide in 10 teams

1 teams : 2 persons

Racer will be tested and chosen by any criteria until we thought that they have the

ability and they can have a duty to become Apple Brand Ambassador if they win later

Al racers are asked to send their profile with a video of themselves as the first

test in the beginning of audition

After that if the applicants is a lo, then we will choose big 50 to come to have a

second test which is interview session.

Finally we will chose the best 20 that we thought they have good personality, high

scale of ability and responsibility to become Apple Brand Ambassador

TOOLS :

APPLE IPHONE 3G

GPS (Global Positioning System) :

As the system that help the racer to know the position of the target place

3 G | push email | Voice Mail | Video Call | Song Lyric (music) :

As the media to deliver the clue which is can tell about the challenge to do.

MITSUBISHI STRADA :

As their car to have a race from one place to another place.

MONEY

Racer will get Rp. 1.000.000 / person as their money to do racing

They can not bring their own money

So they are asked to have a good money management and teamwork so that they can

maximize the uses and spending

Jumat, 02 Oktober 2009

Max Production

Task : Max Production

Subject : Desktop Publishing

Lecturer : Mr. Yusuf Gani


LATAR BELAKANG

Waktu berlalu tanpa terasa. Berbagai peristiwa penting, kenangan dan momen-momen

indah akan datang dan kemudian berlalu. Kenangan indah akan sebuah momentum atau

peristiwa akan terus dirasakan di dalam hati. Namun alangkah lebih baiknya apabila

kenangan tersebut dapat dimediasikan dalam bentuk rekaman dokumentasi berupa video

ataupun foto.

Max Production merupakan salah satu media yang bergerak dalam bidang dokumentasi

untuk mengabadikan berbagai peristiwa penting dalam bentuk video maupun foto. Jika

dulu dokumentasi merupakan suatu hal yang jarang dilakukan dikarenakan minimnya

sarana dan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan. Sekarang, Media dokumentasi

merupakan suatu yang global dan menjadi keharusan di dalam perjalanan sebuah event

atau peristiwa penting.

Seiring kebutuhan pangsa pasar dan perkembangan teknologi audio visual, dari waktu

ke waktu, Max Production terus meningkatkan diri sebagai perusahaan yang profesional

di bidang dokumentasi dengan dukungan peralatan Digital berstandar broadcast yang

mampu memproduksi berbagai format dokumentasi.


Objective

Max Production merupakan salah satu media atau sarana dalam menciptakan suatu

momentum menjadi sebuah kenangan yang tidak terlupakan. Moment penting yang mungkin

tidak akan pernah terulang untuk ke-2 kalinya. Untuk itulah kami memberikan

pelayanan profesional untuk dapat mengabadikan moment spesial anda di berbagai

kesempatan.


What

Sebagai sebuah studio multimedia, kami memproduksi berbagai macam video profil dan

dokumentasi event yang berguna sebagai sarana promosi atau dokumentasi.

Disamping itu kami juga memproduksi program-program diantaranya program untuk

tayangan televisi, layanan jasa berupa Recording, Mixing, Shooting, Editing,

Transfer VCD/DVD, Video Pre Wedding.

Photography

• Glamour Photo ( Photo Model, Photo Fashion, dll )

• Still Life Photo ( Photo produk untuk kebutuhan iklan )

• Landscape Photo (Photo lokasi untuk kebutuhan pariwisata )

• Event Photo ( photo liputan : wedding, anniversary, party, birthday, etc)

Videography

• Behind The Sceen ( video dokumentasi teknik pembuatan produk )

• Event Video ( Video liputan : wedding, anniversary, party, birthday, etc)

• Profile Company ( Latar Belakang Perusahaan )

• TV Life Program ( video liputan acara langsung )

• Documentary ( video program untuk kebutuhan dokumentasi )

• Advertisement ( video produk untuk kebutuhan iklan )


Where

Max Production Workshop Studio :

Mid Plaza Building

Annexe 7th floor

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 17

Jakarta 10220


When

Max Production berdiri pada 30 Maret 2003


WHO

Max Production memiliki SDM-SDM unggul dan berkompeten di bidangnya masing-masing

sehingga akan berimbas pada kualitas produk. Kami berani tampil beda. Sebuah project

akan kami kerjakan sesuai standar internasional dalam satu konsep, mulai dari

script, kualitas, kemasan, bahkan sampai memberikan konsultasi kepada customer.

Selain itu, kami berani bersaing karena didukung imajinasi yang tinggi dalam dunia

visual.


WHY

Dengan mengedepankan kredibilitas, profesionalisme, kepercayaan dan kejujuran, kerja

keras dan disiplin, serta kreativitas dan inovasi, Max Production optimis mampu

menguasai pasar dan mendapatkan kredibilitas sebagai Media dokumentasi yang

berkualitas dan kompeten dibidangnya.


COMPANY PROFILE

Nama Perusahaan : Max Production

Jenis Perusahaan : Media Dokumentasi

Berdiri pada : 30 Maret 2003


MAX PRODUCTION

Kata MAX diambil dari kata MAXIMUM yang artinya maksimal. Sebagai media dokumentasi,

Max Production berusaha untuk tampil profesional secara maksimal untuk dapat

mengabadikan moment-moment penting berarti yang takkan terulang untuk kedua kalinya

menjadi lebih berarti, bermakna, dan dapat dikenang selalu melalui jasa dokumentasi

video dan foto yang Max Production tawarkan.