Jumat, 02 Oktober 2009

Leadership

Task : Mini Research Leadership

Subject : Professional Studies

Lecture : Mr. Arnold Paalam


JENIS GAYA KEPEMIMPINAN

Source – Internet : http://organisasi.org

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian

Gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari

dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang

oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan

tugas yang telah diberikan.


2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic

Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang

secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan

bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin

memberikan informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.


3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire

Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya

yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.


KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN

Source - Book : GREAT COMMUNICATION SECRETS OF GREAT LEADER

Pemimpin harus dapat berkomunikasi dan memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan

organisasi dan memperoleh kepercayaan. Tindakan-tindakan khusus pemimpin, seperti

memperjelas visi, membangun harapan, menentukan rencana, dan selalu membiarkan

masuknya umpan balik, merupakan cara-cara yang lebih lanjut untuk memperlihatkan

kepercayaan. Komunikasi kepemimpinan berakar dari sifat si pemimpin maupun

nilai-nilai organisasi. Komunikasi kepemimpinan merupakan ekspresi budaya maupun

budaya maupun indicator iklim, seperti keterbukaan, integritas, dan kejujuran.

TUJUAN KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN

• Memperkuat visi dan misi organisasi

• Mendorong prakarsa transformasi, misalkan : perubahan

• Mengeluarkan ajaran untuk bertindak

• Memperkuat kemampuan berorganisasi


PESAN KEPEMIMPINAN

Pemimpin yang baik harus dapat mengembangkan pesan kepemimpinan. Menjadi seorang

pemimpin harus jelas ; . Jika pemimpin tidak dapat mengungkapkan pandangannya

secara jelas, semua elemen yang berada dibawah kepemimpinan, seperti department,

tim, karyawan dan yang lainnya akan terkatung-katung dalam ketidakjelasan. Hal

tersebut sama sulitnya seperti menjawab pertanyaan siapa kita, dan mengapa kita ada,

kadang-kadang kita melupakan bagian “Apa pesanku?”


Cara untuk membangun kredibillitas sebagai pemimpin
• Katakan yang sebenarnya. Sampaikan fakta. Terus terang pada orang lain.

Bagikan informasi sesuai pada tempatnya

• Jangan sembunyikan kabar buruk. Dengan keanekaragaman informasi yang

tersedia, berita buruk selalu cepat tersebar. Maka seorang pemimpin yang

baik harus berterus terang dari awal.

• Jangan pernah berlebihan dalam berjanji. Jangan membuat janji yang tidak

dapat anda tepati. Laksanakan apa yang anda janjikan. Katakan kepada orang

apa yang akan anda lakukan, kemudian segera lakukan.


Hal yang Harus dihindari dalam kepemimpinan

Source - Blog : http://blog.yuliarto.com/category/kepemimpinan/ Paul Peterson

• Memiliki ego yang tinggi sehingga menghindar dari pertanyaan, tidak mau

mendengarkan pendapat orang lain.

• Mengerjakan semuanya tanpa mendelegasikan tugasnya kepada orang yang dibawah

pimpinannya


KASUS 1 : KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN

Ada satu perusahaan yang benar-benar sukses, harga sahamnya naik, para analis pasar

memuji-muji tim manajemennya. Singkatnya pada saat yang cemerlang itu, perusahaan

itu tampak tidak memiliki cacatnya. Kemudian semua menjadi berantakan. Mungkin

karena kegagalan produk baru, atau pindahnya seorang pemimpin senior ke perusahaan

lain, atau karena kekalahan pasar, tetapi tiba-tiba orang yang datang ke perusahaan

itu hanyalah nyamuk pers yang mencari tahu apa yang terjadi.

Bila Hal ini terjadi, dan tampaknya ini dapat terjadi dalam siklus setiap perusahaan

yang sukses, pemimpin perusahaan mempunyai dua pilihan dalam berkomunikasi. Mereka

dapat tutup mulut dan berharap cerita itu akan hilang sendirinya atau mereka dapat

berbicara lantang dan memecahkan isu-isu mereka berdasarkan masukan-masukan dari

para stakeholder penting.

Hampir semua perusahaan membuat pilihan yang salah-dalam menghadapi kabar buruk,

mereka lebih suka tidur daripada membuat pernyataan. Parahnya, manajer senior

diam-diam lebih suka berkumpul dengan sesama mereka daripada berbicara dengan

karyawan.Dengan tidak adanya kata-kata dari pimpinan, orang akan menciptakan pesan

mereka sendiri, khususnya dalam bentuk desas desus, sindiran dan gossip. Akibatnya

timbul berbagai permasalahan, karyawan yang seharusnya dapat menjadi bagian dari

solusi, berubah menjjadi bagian dari masalah. Mengapa? Sebab mereka tidak diberi

informasi – lebih buruk lagi, mereka semua mendapat informasi yang salah. Pihak

pimpinan seharusnya maju dan mengatakan hal yang sebenarnya bukannya membiarkan

orang-orang yang mengambil keputusan masing-masing. Jika anda membiarkan karyawan

mengambil keputusannya sendiri-sendiri tanpa membekali mereka dengan pesan-pesan

yang benar, mereka akan menarik kesimpulan yang berlawanan dengan kesimpulan yang

pemimpin inginkan. Secara otomatis mereka akan mengasumsikan yang terburuk, padahal

mungkin masalahnya tidak begitu berat, asalkan diberitahukan pada waktunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar