Jumat, 09 Oktober 2009

Nilai Sosial acara TV

Task : Pencemaran Nilai Sosial dalam Acara Televisi

Subject : Indonesian Communication System

Lecturer : Mr. Indiwan Seto


LATAR BELAKANG

Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kehidupan manusia. Dari semua media

massa yang ada, televisi merupakan sumber informasi yang paling berpengaruh

terhadap pola pikir masyarakat, baru kemudian di susul surat kabar dan radio.

Pengaruh itu disebabkan, media massa terutama televisi memiliki kemampuan

menciptakan kesan (image) dan persepsi bahwa suatu muatan dalam layar kaca menjadi

lebih nyata dari realitasnya (Tabroni, 2003, p.1).

Televisi sendiri diperkenalkan di Indonesia pada 24 Agustus 1962 oleh Presiden

Soekarno dengan nama Televisi Republik Indonesia (TVRI). Kemudian pada akhir tahun

80-an, muncul RCTI yang mengudara pada 24 Agustus 1989, di susul SCTV pada 24

Agustus 1990, TPI pada 23 Jauari 1991, Anteve pada 7 Maret 1993 dan kemudian

Indosiar pada 11 Januari 1995. Perkembangannya menjadi semakin pesat sejak Menteri

Penerangan, Yunus Yosfiah mengeluarkan 5 kebijakan penting terhadap kebebasan pers

di Indonesia. Sejak saat itu, khusunya setelah digantinya kebijakan peraturan

menteri tentang SIUPP dari 01/Per/Menpen/1984 menjadi 01/Per/Menpen/1998, hampir

secara serempak muncul 5 stasiun televisi swasta baru, yakni MetroTV pada 25

November 2000, Global TV pada 15 Oktober 2001, TV-7 (Trans 7) pada 25 November 2001,

Trans TV pada 15 Desember 2001 dan Lativi (TVOne) pada 17 Januari 2002, serta

puluhan televisi daerah yang tersebar di Indonesia.

Berbeda dengan TVRI, televisi swasta sangat membutuhkan iklan untuk membiayai biaya

operasional stasiun televisi yang tidak sedikit. Sehingga semakin banyak jumlah

stasiun televisi , semakin membuat para pengelolas stasiun untuk semakin kreatif

dalam membuat dan memilah suatu program supaya tidak kalah bersaing dan memilki

rating tinggi. Program yang mempunyai rating tinggi yang berarti memiliki banyak

pemirsa, dengan sendirinya akan menjadi bahan rebutan pengiklan.

Salah satu program yang televisi yang saat ini sedang menjadi trend adalah Reality

Show. Reality show adalah salah satu jenis program acara TV dimana pendokumentasian

rekayasa realitas berlangsung tanpa skenario dengan menggunakan pemain dari khalayak

umum biasa ( tidak menggunakan artis). Tayangan ini akan menampilkan realita yang

ada untuk menggambarkan keadaan yang mungkin sering kita temui dalam kehidupan

sehari-hari. Namun seiring dengan perkembangan dan persaingan diantara stasiun

televisi swasta. Reality show dikemas dengan berlebihan bahkan dengan pencemaran

nilai-nilai sosial.


MASALAH UTAMA

Semakin banyaknya stasiun televisi, bukannya semakin memacu para pengelola untuk

bersaing menampilkan program yang kreatif, malah semakin mempererat persaingan yanga

ada. Salah satu contoh adalah program reality show yang seharusnya menampilkan

tayangan yang bersifat apa adanya, yaitu realita di masyarakat malah dijadikan

sebuah acara yang diracik sedemikian rupa untuk menarik minat penonton.

Reality Show secara istilah berarti pertunjukan yang asli (real), tidak direkayasa,

tidak dibuat-buat. Kejadiannya diambil dari keseharian, kehidupan masyarakat apa

adanya, yaitu realita di masyarakat. Tayangan reality show ini pada awalnya mirip

dengan dokumentasi news. Hanya saja pada perkembangannya reality show ini bukan

berita yang menjadi pokok tayangannya melainkan keterkaitan emosi penonton dengan

aktor-nya. Hanya saja seiring dengan perkembangan televisi dan tuntutan agar

mendapat rating yang tinggi, sebagai kemasan tontonan maka reality show diracik

sedemikian rupa bahkan hingga mencemarkan nilai-nilai sosial hingga emosi penonton

bisa tercapai.

Reality show sudah bias dari konsep aslinya, hampir menjadi simpang siur atas

kebutuhan pemirsa. Dalihnya reality show, akan tetapi supaya dapat membuat penonton

terharu, maka akan dilakukan penambahan-penambahan (rekayasa) agar alur ceritanya

menjadi sendu. Padahal hal ini merupakan suatu penyimpangan apalagi cerita bahkan

dibuat berlebihan dan mencemari nilai-nilai sosial.


Tayangan Termehek-Mehek

(http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=8565)

Termehek-Mehek adalah sebuah program reality show baru sejak tanggal 3 Mei 2008

lalu. Program yang diberi tajuk Termehek-mehek - sebuah istilah baru yang bahasa

bakunya terisak-isak- ini disiarkan setiap hari Sabtu dan Minggu pada pukul

18.15WIB. Dalam program ini seorang client diceritakan sedang mencari seseorang yang

telah hilang entah kemana setelah suatu perjumpaan atau pertemuan yang cukup lama.

Dalam upaya pencariannya inilah si client meminta bantuan tim acara termehek-mehek

untuk mencarikan si orang hilang dimaksud. Sebuah perjalanan yang terkadang dibikin

sedramatis mungkin- akhirnya berujung pada sebuah pertemuan dengan si orang yang

dicari. Dan terkadang pencarian berakhir pada sebuah cerita duka, misalnya si orang

yang dicari ternyata sudah meninggal.

klien sudah lama mencari kemana-mana sebut saja si Ani/Anita kekasihnya yang sangat

di cinta yang tidak tanpa kabar dan berita menghilang seolah ditelan bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar