Task : Pencemaran Nilai Sosial dalam Acara Televisi
Subject : Indonesian Communication System
Lecturer : Mr. Indiwan Seto
LATAR BELAKANG
Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kehidupan manusia. Dari semua media
massa yang ada, televisi merupakan sumber informasi yang paling berpengaruh
terhadap pola pikir masyarakat, baru kemudian di susul surat kabar dan radio.
Pengaruh itu disebabkan, media massa terutama televisi memiliki kemampuan
menciptakan kesan (image) dan persepsi bahwa suatu muatan dalam layar kaca menjadi
lebih nyata dari realitasnya (Tabroni, 2003, p.1).
Televisi sendiri diperkenalkan di Indonesia pada 24 Agustus 1962 oleh Presiden
Soekarno dengan nama Televisi Republik Indonesia (TVRI). Kemudian pada akhir tahun
80-an, muncul RCTI yang mengudara pada 24 Agustus 1989, di susul SCTV pada 24
Agustus 1990, TPI pada 23 Jauari 1991, Anteve pada 7 Maret 1993 dan kemudian
Indosiar pada 11 Januari 1995. Perkembangannya menjadi semakin pesat sejak Menteri
Penerangan, Yunus Yosfiah mengeluarkan 5 kebijakan penting terhadap kebebasan pers
di Indonesia. Sejak saat itu, khusunya setelah digantinya kebijakan peraturan
menteri tentang SIUPP dari 01/Per/Menpen/1984 menjadi 01/Per/Menpen/1998, hampir
secara serempak muncul 5 stasiun televisi swasta baru, yakni MetroTV pada 25
November 2000, Global TV pada 15 Oktober 2001, TV-7 (Trans 7) pada 25 November 2001,
Trans TV pada 15 Desember 2001 dan Lativi (TVOne) pada 17 Januari 2002, serta
puluhan televisi daerah yang tersebar di Indonesia.
Berbeda dengan TVRI, televisi swasta sangat membutuhkan iklan untuk membiayai biaya
operasional stasiun televisi yang tidak sedikit. Sehingga semakin banyak jumlah
stasiun televisi , semakin membuat para pengelolas stasiun untuk semakin kreatif
dalam membuat dan memilah suatu program supaya tidak kalah bersaing dan memilki
rating tinggi. Program yang mempunyai rating tinggi yang berarti memiliki banyak
pemirsa, dengan sendirinya akan menjadi bahan rebutan pengiklan.
Salah satu program yang televisi yang saat ini sedang menjadi trend adalah Reality
Show. Reality show adalah salah satu jenis program acara TV dimana pendokumentasian
rekayasa realitas berlangsung tanpa skenario dengan menggunakan pemain dari khalayak
umum biasa ( tidak menggunakan artis). Tayangan ini akan menampilkan realita yang
ada untuk menggambarkan keadaan yang mungkin sering kita temui dalam kehidupan
sehari-hari. Namun seiring dengan perkembangan dan persaingan diantara stasiun
televisi swasta. Reality show dikemas dengan berlebihan bahkan dengan pencemaran
nilai-nilai sosial.
MASALAH UTAMA
Semakin banyaknya stasiun televisi, bukannya semakin memacu para pengelola untuk
bersaing menampilkan program yang kreatif, malah semakin mempererat persaingan yanga
ada. Salah satu contoh adalah program reality show yang seharusnya menampilkan
tayangan yang bersifat apa adanya, yaitu realita di masyarakat malah dijadikan
sebuah acara yang diracik sedemikian rupa untuk menarik minat penonton.
Reality Show secara istilah berarti pertunjukan yang asli (real), tidak direkayasa,
tidak dibuat-buat. Kejadiannya diambil dari keseharian, kehidupan masyarakat apa
adanya, yaitu realita di masyarakat. Tayangan reality show ini pada awalnya mirip
dengan dokumentasi news. Hanya saja pada perkembangannya reality show ini bukan
berita yang menjadi pokok tayangannya melainkan keterkaitan emosi penonton dengan
aktor-nya. Hanya saja seiring dengan perkembangan televisi dan tuntutan agar
mendapat rating yang tinggi, sebagai kemasan tontonan maka reality show diracik
sedemikian rupa bahkan hingga mencemarkan nilai-nilai sosial hingga emosi penonton
bisa tercapai.
Reality show sudah bias dari konsep aslinya, hampir menjadi simpang siur atas
kebutuhan pemirsa. Dalihnya reality show, akan tetapi supaya dapat membuat penonton
terharu, maka akan dilakukan penambahan-penambahan (rekayasa) agar alur ceritanya
menjadi sendu. Padahal hal ini merupakan suatu penyimpangan apalagi cerita bahkan
dibuat berlebihan dan mencemari nilai-nilai sosial.
Tayangan Termehek-Mehek
(http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=8565)
Termehek-Mehek adalah sebuah program reality show baru sejak tanggal 3 Mei 2008
lalu. Program yang diberi tajuk Termehek-mehek - sebuah istilah baru yang bahasa
bakunya terisak-isak- ini disiarkan setiap hari Sabtu dan Minggu pada pukul
18.15WIB. Dalam program ini seorang client diceritakan sedang mencari seseorang yang
telah hilang entah kemana setelah suatu perjumpaan atau pertemuan yang cukup lama.
Dalam upaya pencariannya inilah si client meminta bantuan tim acara termehek-mehek
untuk mencarikan si orang hilang dimaksud. Sebuah perjalanan yang terkadang dibikin
sedramatis mungkin- akhirnya berujung pada sebuah pertemuan dengan si orang yang
dicari. Dan terkadang pencarian berakhir pada sebuah cerita duka, misalnya si orang
yang dicari ternyata sudah meninggal.
klien sudah lama mencari kemana-mana sebut saja si Ani/Anita kekasihnya yang sangat
di cinta yang tidak tanpa kabar dan berita menghilang seolah ditelan bumi.
Jumat, 09 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar