Kamis, 08 Oktober 2009

Profil Indra W Antono

Task : Profil Kesuksesan Indra W Antono

Subject : Introduction to Sociology

Lecturer : Ms. Gita Akmal


Kita harus belajar mencintai hidup, apapun yang dapat dikerjakan, keras,

sulit, tetap jalani dan selalu cintai apa yang kita kerjakan.



Selalu Mencintai, itulah filosofi hidup dari pria berkacamata kelahiran Jakarta, 6

Januari 1971. Indra W Antono, Marketing Director Agung Podomoro Group yang memiliki

nilai-nilai hidup yang patut untuk ditiru ini memulai karirnya dari nol. Untuk

memenuhi kebutuhan membayar biaya kuliah saat itu di Fakultas Ekonomi, Universitas

Tarumanegara, beliau memulai karirnya sebagai seorang sales marketing door to door

di bidang properti pada tahun 1989. Pada tahun 1992, pria yang melanjutkan S2nya di

jurusan Management, Universitas Prasetya Mulya ini, bekerja freelance di bidang yang

sama yakni properti. Karirnya mulai menanjak ketika pada tahun 1993 beliau bekerja

untuk proses pembangunan Summarecon Serpong. Jabatan sales dan marketing staff

sempat dicicipinya disana sebelum akhiurnya beliau diangkat menjadi seorang

Marketing Manager. Tujuh tahun dirasa cukup untuk mengabdi di Sumarecon Serpong,

akhirnya karena merasa memiliki peluang yang lebih baik di Agung Podomoro Group,

pada 2001, pria yang awalnya bercita-cita menjadi pilot ini memutuskan untuk pindah

ke Agung Podomoro Group. Awal Karirnya di Agung Podomoro Group dimulai sebagai

General Manajer yang tanggung jawabnya mengurus langsung hal-hal yang berkaitan

dengan manajemen perusahaan. 2003, beliau mendapatkan jabatan yang lebih tinggi

yakni Asisten Marketing Director. Berkat keuletan dan kemampuan beliau, akhirnya

pada tahun 2005 hingga sekarang beliau berkesempatan untuk mendapat posisi yang

lebih tinggi lagi, yakni Marketing Director.

Masa paling berat? Beliau tidak memiliki masa paling berat tertentu, karena menurut

beliau kehidupan memang sudah berat dari awal. Duka adalah salah satu ujian, tapi

kita jarus hadapi, lewati dan jadikan itu sebuah pembelajaran. Dan dalam perjalanan

hidup, semakin banyak ujian yang dapat dihadapi dan dilewati, maka semakin besar

orang tersebut. Satu lagi analogi dari beliau, hidup seperti ketapel, semakin

ditarik, semakin sulit hal yang dihadapi, kita akan mendapat sesuatu yang lebih

baik.

Beliau selalu berfikir positif bahwa dalam mencapai kesuksesan, kita tidak boleh

berputus asa. Cobaan atau Tantangan dapat dianalogikan sebagai Pintu yang digembok,

jika kita hanya mencoba sekali, tidak akan bisa terbuka. Tapi jikat kita coba terus,

tekun dan tidak putus asa, maka segalanya akan menjadi mungkin. Beliau berpendapat

bahwa setiap orang memiliki karakter dimana dalam menjadi profesional yang

dibutuhkan adalah harus ada proses mencoba dan pembelajaran.

Cita-cita beliau selanjutnya adalah menjadi profesional yang lebih baik, tetap

berada di dunia properti yang menurut beliau adalah dunia seni, bagaimana mengubah

seonggok lahan menjadi suatu pemenuhan kebutuhan bagi manusia. Tetap Low Profile

tidak sombong karena beliau percaya bahwa roda kehidupan berputar.

Pesan-pesan beliau yang dapat dipetik adalah Setiap orang harus memiliki

karakteristik, orang yang memiliki karakteristik akan unggul dalam persaingan dengan

orang lain. Selain itu kita harus belajar dengan pengalaman yang ada, pengalaman

text book dengan pengalaman real yang akan kita hadapi nanti akan berbeda, maka kita

harus memiliki karaker. Leadership, sikap Fight, pantang menyerah, belajar cara

bicara, sikap dan juga keinginan untuk maju step by step juga merupakan sebagian

contoh sikap yang harus dimiliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar