Task : Profil Kesuksesan Indra W Antono
Subject : Introduction to Sociology
Lecturer : Ms. Gita Akmal
Kita harus belajar mencintai hidup, apapun yang dapat dikerjakan, keras,
sulit, tetap jalani dan selalu cintai apa yang kita kerjakan.
Selalu Mencintai, itulah filosofi hidup dari pria berkacamata kelahiran Jakarta, 6
Januari 1971. Indra W Antono, Marketing Director Agung Podomoro Group yang memiliki
nilai-nilai hidup yang patut untuk ditiru ini memulai karirnya dari nol. Untuk
memenuhi kebutuhan membayar biaya kuliah saat itu di Fakultas Ekonomi, Universitas
Tarumanegara, beliau memulai karirnya sebagai seorang sales marketing door to door
di bidang properti pada tahun 1989. Pada tahun 1992, pria yang melanjutkan S2nya di
jurusan Management, Universitas Prasetya Mulya ini, bekerja freelance di bidang yang
sama yakni properti. Karirnya mulai menanjak ketika pada tahun 1993 beliau bekerja
untuk proses pembangunan Summarecon Serpong. Jabatan sales dan marketing staff
sempat dicicipinya disana sebelum akhiurnya beliau diangkat menjadi seorang
Marketing Manager. Tujuh tahun dirasa cukup untuk mengabdi di Sumarecon Serpong,
akhirnya karena merasa memiliki peluang yang lebih baik di Agung Podomoro Group,
pada 2001, pria yang awalnya bercita-cita menjadi pilot ini memutuskan untuk pindah
ke Agung Podomoro Group. Awal Karirnya di Agung Podomoro Group dimulai sebagai
General Manajer yang tanggung jawabnya mengurus langsung hal-hal yang berkaitan
dengan manajemen perusahaan. 2003, beliau mendapatkan jabatan yang lebih tinggi
yakni Asisten Marketing Director. Berkat keuletan dan kemampuan beliau, akhirnya
pada tahun 2005 hingga sekarang beliau berkesempatan untuk mendapat posisi yang
lebih tinggi lagi, yakni Marketing Director.
Masa paling berat? Beliau tidak memiliki masa paling berat tertentu, karena menurut
beliau kehidupan memang sudah berat dari awal. Duka adalah salah satu ujian, tapi
kita jarus hadapi, lewati dan jadikan itu sebuah pembelajaran. Dan dalam perjalanan
hidup, semakin banyak ujian yang dapat dihadapi dan dilewati, maka semakin besar
orang tersebut. Satu lagi analogi dari beliau, hidup seperti ketapel, semakin
ditarik, semakin sulit hal yang dihadapi, kita akan mendapat sesuatu yang lebih
baik.
Beliau selalu berfikir positif bahwa dalam mencapai kesuksesan, kita tidak boleh
berputus asa. Cobaan atau Tantangan dapat dianalogikan sebagai Pintu yang digembok,
jika kita hanya mencoba sekali, tidak akan bisa terbuka. Tapi jikat kita coba terus,
tekun dan tidak putus asa, maka segalanya akan menjadi mungkin. Beliau berpendapat
bahwa setiap orang memiliki karakter dimana dalam menjadi profesional yang
dibutuhkan adalah harus ada proses mencoba dan pembelajaran.
Cita-cita beliau selanjutnya adalah menjadi profesional yang lebih baik, tetap
berada di dunia properti yang menurut beliau adalah dunia seni, bagaimana mengubah
seonggok lahan menjadi suatu pemenuhan kebutuhan bagi manusia. Tetap Low Profile
tidak sombong karena beliau percaya bahwa roda kehidupan berputar.
Pesan-pesan beliau yang dapat dipetik adalah Setiap orang harus memiliki
karakteristik, orang yang memiliki karakteristik akan unggul dalam persaingan dengan
orang lain. Selain itu kita harus belajar dengan pengalaman yang ada, pengalaman
text book dengan pengalaman real yang akan kita hadapi nanti akan berbeda, maka kita
harus memiliki karaker. Leadership, sikap Fight, pantang menyerah, belajar cara
bicara, sikap dan juga keinginan untuk maju step by step juga merupakan sebagian
contoh sikap yang harus dimiliki.
Kamis, 08 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar