Task : Perekrutan Tenaga Kerja
Subject : Management Strategies
Lecturer : Mr. Anthony Tampubolon
Persaingan antar perusahaan di berbagai industri di era globalisasi ini layaknya
persaingan di arena lari maraton. Seperti layaknya pelari yang dituntut harus
memiliki stamina dan kecepatan agar bisa mencapai garis finish, perusahaan juga
membutuhkan karyawan yang kreatif, enerjik, segar dan tahan banting untuk memenangi
persaingan atau setidaknya mencapai target yang digariskan.
Bila seorang pelari ingin mencapai sekedar garis finish ia membutuhkan stamina dan
ketahanan fisik untuk menyelesaikan lomba. Namun bila ia ingin juara ada satu faktor
lagi yang harus dimiliki yaitu kecepatan. Hal yang sama juga dialamai perusahaan
dimana saat ini kita berada diera yang membutuhkan kecepatan untuk memenangi
persaingan. Disinilah kita akan melihat peran yang sangat signifikan dari divisi HRD
dalam pencapaian perusahaan. Strategi perekrutan dan pengembangan karyawan bisa
menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan atau kegagalan sebuah perusahaan.
Merekrut karyawan merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah. Di satu sisi,
sumber daya manusia (SDM) di Indonesia saat ini boleh dibilang melimpah ruah.
Ibaratnya, sekali pasang iklan, dijamin berbondong-bondong orang melamar. Namun, di
sisi lain, pada saat yang sama, kuantitas SDM yang "bertumpuk-tumpuk" itu tidak
serta merta diimbangi kualitas yang memadai. Oleh karenanya, agar proses perekrutan
karyawan menjadi efektif dan efisien, perlu diperhatikan tiga aspek penting.
Pertama: di mana sebaiknya melakukan publikasi untuk menjaring calon karyawan.
Kedua, bagaimana merekrut karyawan dalam kaitan dengan kondisi pasar kerja yang
berlimpah SDM tadi. Dan, aspek ketiga yang juga tak kalah penting, strategi merekrut
karyawan secara cerdas. Mari kita bedah ketiga aspek tersebut satu per satu.
TAHAPAN PROSES APLIKASI LAMARAN KERJA
Bila kita memasukan surat lamaran pekerjaan, bagaimanakah proses selanjutnya lamaran
kita tersebut. Berikut adalah tahapan suatu proses seleksi dalam sebuah lowongan
kerja:
1. Proses Seleksi Administrasi: adalah awal proses dimana sebuah surat lamaran
kerja diteliti kelengkapan administrasi dan persyaratannya. Dalam proses ini
apabila surat lamaran tidak lengkap atau dengan kata lain tidak melampirkan
persyaratan yang diminta maka lamaran tersebut otomatis tidak diproses lebih
lanjut. Dalam proses seleksi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar
atau yang menggunakan pihak ketiga atau konsultan maka proses ini menjadi
lebih sangat ketat. Tips: Jangan abaikan semua kelengkapan persyaratan yang
dibutuhkan dalam mengajukan surat lamaran.
2. Proses Tes Seleksi: adalah proses dimana sebuah lamaran dinyatakan layak
untuk dipanggil dan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu berupa rangkaian
Tes. Bagi posisi atau jabatan2 yang khas yang membutuhkan pengetahuan atau
skill tertentu biasanya dilakukan Tes yang yang berkaitan dengan skillnya
tersebut. Namun bila tidak maka biasanya pelamar akan menjalani rangkaian
Test Pengetahuan Umum & Bahasa Inggris atau Dasar-dasar komputer, dan
selanjutnya Psikotest. Seluruh rangkaian tes ini bertujuan untuk menyaring
kandidat pelamar yang benar-benar memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh
perusahaan. Tips: Persiapan diri dan latihan yang baik akan sangat membantu
saat melalui tes atau psikotest
3. Proses Wawancara dengan Psikolog: biasanya wawancara akan dilakukan setelah
kita mengikuti psikotest. Wawancara dengan psikolog adalah untuk menggali
sisi kepribadian dan sikap kita. Hasil wawancara akan melengkapi hasil-hasil
tes secara keseluruhan
4. Proses Tes Kesehatan: Bila pelamar telah lolos rangkain test dan rekomendasi
dari hasil psikotes, maka saat ini biasanya beberapa perusahaan besar
menghendaki calon karyawannya melalui tes kesehatan. Hal ini dilakukan untuk
menyaring pelamar dari penyakit yang berat misalnya Hepatitis B, Jantung,
TBC atau keterkaitan dengan Narkoba.
5. Proses Wawancara dengan User: Ini adalah proses terakhir dari rangkaian
seleksi penerimaan karyawan. Wawancara ini bertujuan agar user dapat
mengenal lebih dekat sebelum memutuskan calon karyawan tersebut layak atau
tidak bekerja diperusahaan. Biasanya dalam proses ini, bukan hanya yang
terbaik tapi juga yang dianggap dapat fit dalam organisasi perusahaan,
proses ini biasanya mengedepankan unsur subjektivitas daripada objektivitas.
Jika anda gagal dalam proses ini bukan berarti anda jelek, jadi tetap
optimis untuk ikut proses ditempat lain. Untuk sampai pada tahap wawancara
dengan user, anda sudah luar biasa dan berhasil menyisihkan ratusan bahkan
ribuan pelamar lainnya.
PROFIL PERTAMINA
PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia
(National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT
PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan
merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA.
bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA.
Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT
PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang
Minyak dan Gas Bumi.
PT PERTAMINA (PERSERO) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No.
20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat
Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan
ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1
tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998
tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya
PP No.31 Tahun 2003 "TENTANG PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN
MINYAK GAS BUMI NEGARA (PERTAMINA) MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)"
Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk
menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar
negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di
bidang minyak dan gas bumi tersebut.
Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:
1. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara
efektif dan efisien.
2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan
dan turunannya.
2. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat
pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang
telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan
3. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan
produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.
4. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan
usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1, 2, dan 3.
Studi Kasus: Menjalankan Tes Psikologi
Studi Kasus 1: Rekrutmen Sarjana
Situasi
Bagaimana Anda memastikan bahwa Anda merekrut orang bertalenta terbaik untuk
perusahaan Anda? Baiklah, salah satu perusahaan penasihat bisnis yang paling cepat
pertumbuhannya memutuskan bahwa Anda harus memulai dengan memasukkan sarjana.
Perusahaan tersebut telah menggunakan tes psikologi berbasis-kertas untuk membantu
hal ini, di mana para calon datang ke kantor tempat mereka akan bekerja bila mereka
berhasil, mengikuti tes dan diwawancarai oleh sebagian staf manajerial. Namun,
karena perusahaan Anda sekarang mempekerjakan hampir 1.000 sarjana setiap,
proses ini menjadi sangat menghabiskan waktu dan biaya. Proses ini juga tidak nyaman
bagi para calon.
Isu-isu Utama
Perusahaan Anda ingin mengurangi upaya dan uang yang dikeluarkan untuk rekrutmen
sarjana sembari meringankan beban bagi para pelamar, yang saat itu harus
menghabiskan waktu untuk perjalanan ke kantor, duduk mengikuti tes dan wawancara,
dengan peluang keberhasilan hanya sepersepuluh. Jika perusahaan dapat melakukan hal
ini, dan juga menghemat uang, berkurangnya upaya untuk melamar juga akan menjadi
nilai jual yang positif bagi pelamar sarjana pada masa mendatang.
Masalah-masalah yang harus diatasi
Tes sebelumnya bermanfaat tetapi perusahaan memutuskan perlunya pendekatan yang
segar. Perusahaan menginginkan tes yang lebih tinggi korelasinya dengan kesuksesan
dalam karier yang dilamar oleh para sarjana, sesuatu yang dapat dilakukan pelamar di
rumah mereka tetapi memberi pembacaan yang akurat terhadap kemampuan mereka.
Para manajer di berbagai kantor menghabiskan ribuan jam untuk mewawancarai calon
yang berpeluang kecil atau malah tidak berpeluang untuk ditawari pekerjaan. Hal ini
sering tampak jelas pada awal wawancara, tetapi demi kesopanan sebagian besar
manajer tetap melakukan wawancara sampai selesai; menghabiskan waktu lebih dari
keperluan dan menciptakan ekspektasi yang keliru di benak pelamar.
Solusi
Perusahaan melakukan pendekatan kepada salah satu penyelenggara tes psikologi
terkemuka dan menguraikan situasinya. Penyelenggara tes itu membuat sebuah tes baru
yang mencakup kemampuan verbal maupun numerik. Tes baru tersebut dibuat untuk
mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan dalam jalur karier yang dipilih. Karena tes
itu akan diikuti secara online oleh para calon, tanpa pengawasan sama sekali, masing-
masing tes berisi soal-soal acak dari bank soal besar, yang masing-masing memiliki
tingkat kesulitan yang sama, sehingga risiko memiliki pengetahuan sebelumnya
mengenai isi tes akan kecil sekali. Kenyataan bahwa tiap soal memiliki tingkat
kesulitan yang sama berarti bahwa dua calon dapat dibandingkan secara objektif dan
adil sekalipun mereka sebenarnya tidak harus menjawab soal yang sama.
Hasil dan manfaat yang didapatkan
Manfaat pertama adalah berkurangnya secara dramatis overhead manajerial yang
menyertai wawancara pelamar. Ini diperkirakan berjalan hingga ribuan jam. Ada juga
pengurangan yang signifikan dalam pengeluaran yang dibayarkan atas kehadiran dalam
wawancara.
Hasil tes tersebut rata-rata menyisihkan sekitar 60 persen pelamar, yang berarti
bahwa mereka yang datang wawancara sekarang memiliki peluang keberhasilan satu
berbanding empat. Selain itu, pengalaman manajemen melakukan wawancara jauh lebih
menyenangkan karena para manajer tahu bahwa masing-masing pelamar telah
memperlihatkan kinerja yang superior dan akan ada gunanya melakukan wawancara.
Proses modern untuk rekrutmen sarjana ini juga menghemat waktu dan upaya pelamar.
Penghematan ini menjadi bentuk promosi perusahaan kepada para pelamar berminat.
Meskipun perusahaan melakukan lebih banyak penelitian, hasil-hasil awal dari tes itu
menunjukkan korelasi yang tinggi antara skor yang diperoleh dalam tes verbal dan
numerik secara online dan kinerja dalam ujian profesional yang dilakukan selanjutnya.
Program penguatan kembali
Penggunaan tes online telah memungkinkan para sarjana melamar berbagai posisi
sepanjang tahun. Selain itu, perusahaan telah menetapkan kadar minimum dan standar
A-level, sehingga hanya para sarjana yang lolos tingkat ini yang diundang untuk
mengikuti tes online. Ini juga berarti bahwa jumlah sarjana yang perlu diwawancarai
untuk tiap jabatan turun dan sekarang menjadi satu berbanding tiga. Semua ini
membantu perusahaan tetap maju dengan merekrut talenta-talenta muda yang terbaik
dengan cara modern, efisien, dan efektif.
Kamis, 08 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar